
Setelah kejadian itu ,Juna dibawah oleh Bastian ,entah kemana Bastian akan membawah Juna yang terlihat seperti Mati Rasa ,Faiz sempat menawarkan untuk mempertangung jawabkan semuanya walaupun dirinya jelas-jelas tak bersalah , namun ditolak Bastian.
Sedangkan Alizah Kondisinya sudah membaik Dan sudah diizinkan pulang oleh Dokter .Alizah sekarang duduk disamping kemudi mobil menunggu kedatangan Faiz.Faiz masih didalam mengurus Administrasinya.Tak lama Faiz pun datang dan duduk dikemudinya.Alizah menatap wajah Faiz yang memar dan penuh bercakan darah yang mulai kering.
"Kenapa tidak diobati ? Ucap Alizah menatap Faiz,Alizah cukup merasa bersalah atas kejadian tadi.Maafkan aku..! Ucap Alizah lirih.Faiz yang mendengarnya dibuat kaget.Ditatapnya Alizah.
"Kakak juga minta maaf karna telat menjenguk adek ke rumah sakit ,Saut Faiz menataP Alizah yang memandang tempat lain .setelahnya Faiz menyalakan mesin mobilnya dan menjalakan mobil meningalkan rumah sakit.
Lama menempuh perjalan akhirnya sampai juga dikediaman mereka.Pak Agus segerah membuka gerbangnya dan mempersilahkan mobil Faiz untuk masuk.Setelah memakirkan Mobilnya ,Faiz dan Alizah masuk kedalam Rumah.
"Ya Allah Fiz..Apa yang terjadi padamu ? Kamu...kenapa banyak bercakan darah Fiz ? Ucap Umi Zenah pada Faiz yang baru datang.
"Kamu tungulah disini ! Biar Umi obatin lukanya ,Ucap Zenah beralih kekamarnya untuk mengambil kotak Obat ,namun gerakanya Dicegah Faiz.
"Abi belum pulang mi ? Tanya Faiz.
"Abimu besok baru akan pulang ,Umi kekamar dulu ambilkan obat ,Saut Zenah.
"Tidak Usah Umi..Nanti biar Alizah yang obatin ,Ucap Faiz balik menatap Alizah yang terlihat ingin menolak .Umi Zenah menganguk dan balik menatap Alizah .
"Baiklah Biar istrimu saja yang mengobati Lukamu,Nak...jaga Faiz untuk umi ya ,dia suamimu.Ucap Umi Zenah Dianguki Alizah ,Bagaimanapun dia harus bertangung jawab pada Faiz,karena dialah yang bersalah dalam hal ini ,Pikir Alizah.
Setelah berpamitan ,Alizah dan Faiz menaiki tangga menujuh kekamar mereka.Faiz membukakan pintu kamar dan masuk kedalam diikuti Alizah dibelakanganya.
"Aku akan obati Lukamu itu ,Ucap Alizah beralih kelemari hias dimana Kotak Obat berada.Setelah mengambil Kotak p3knya Alizah kembali menghampiri Faiz.
"kenapa berdiri terus ? ucapnya pada Faiz yang masih berdiri dengan mata yang selalu tertuju padanya ,Ya Faiz terus memperhatikan Alizah.Ini pertama kalinya Alizah melakukan kewajibanya tanpa diperintah olehnya,sunguh pemandangan yang indah.Faiz duduk disisi Ranjang mengikuti Arahan Alizah.
"Katakan bila aku tekanya terlalu kuat ,Ucap Alizah seraya membuka kotak obatnya.Faiz duduk tersnyum sambil memerhatikan Alizha yang terlihat sibuk dengan kotak obatnya.
__ADS_1
"Ingat..kalau aku tekanya terlalu kuat atau terlalu kekencangan bilang ! ucap Alizah dan mendekati Faiz ,semua itu menghilangkan jarak antara keduanya.Alizah mulai membersihkan Luka Faiz ,serta goresan dan darah yang sudah mengering pada wajah Faiz.Alizah Fokus pada Kegiatanya untuk mengobati wajah Faiz.Sedangkan Faiz diam memerhaikan Wajah Alizah ,Sungguh Faiz menikmati Wajah Alizah ,sang istri kecilnya itu.Ditatapnya wajah Alizah secara mendalam sehingga membuat orang yang ditatap menjadi risih.
"Dek..ucap Faiz menatap dalam mata Alizah ,Alizah memberhentikan tanganya yang sibuk mengobati Luka , kemudian ikut menatap Faiz.Kedua mata mereka pun saling bertemu Dengan jarak yang cukup dekat hingga hembusan nafaspun sampai terdengar.Alizah membelalakan matanya ketika Faiz malah makin mendekatkan wajahnya ,iapun mencoba menjauh Namun dengan cepat tangan kekar Faiz memeluk lembut pinggang Alizah higga menghentikan pergerakanya.
"Apa yang ingin dilakukan pria ini ? Gumam Alizah menatap Faiz.
Faiz mempertajam tatapanya pada mata Alizah,sunguh Kini tidak ada jarak bahkan celah pada keduanya.
"Bisa lepaskan aku Gak ? Ucap Alizah ,mau berontak tapi syukur dirinya masih sadar jika berontak bukan mengobati tapi malah memperparah keadaan Faiz.
"Kenapa ? ke-ke-kenapa kamu menatapku seperti itu ? Ucap Alizah terputus-putus.
"Dek...ucap Faiz lembut ,dirinya mulai berbicara setelah diam sedari tadi.Alizah diam menunggu Ucapan Faiz,tentu dirinya bertanya-tanya dan juga merasa penasaran
"Ternyata mata adek berwarnah Coklat ,Dan.. adek memiliki Lesung jika tersenyum ,sambung Faiz dan Alizah masih terdiam,namun ucapan selanjutnya Malah membuat keadaan seperti terbalik.
"Adek cantik ...BRUGHH !! Ahhhh..!Alizah hampir terjatuh karna doronganya sendiri.Faiz yang melihat itu untung dengan cepat meraih tubuh mungil Alizah.Namun Karena kehilangan keseimbangan Hingga..BRUUGH..keduanya jatuh dikasur dengan posisi yang cukup memalukan ,dimana Alizah berada diatas tubuh faiz yang lebih parahnya adalah Alizah mencium pangkal hidung Faiz.
"Adek ngapap kan ? Ada yang sakit Gak dek ? Ucap Faiz menyadarkan Alizah ,Alizah dengan cepat bangun dari posisinya Kemudian menarik selimut dan menutup semua tubuhnya beserta wajah.Faiz duduk menahan senyuman karna tingkah Alizah .
**
Disebuah mension besar ,Juna tak henti-hentinya membanting semua perabotan dan hiasan rumah ,Dari fas bunga ,foto ,Lukisan semua yang dilihatnya dihancurkanya tanpa ampun.Bastian bersama Juna ,Keadaan Bastian kali ini juga sedikit mengenaskan ,akibat kemarahan Juna.Bastian tidak berbicara ,ia duduk memerhatikan Juna yang mengamuk tak habis-habisnya.Juna baru saja disuntikan cairan penawar dari Dokter karna tadi tubuhnya mati Rasa ,semuanya karna Si Bastian karnah telah memasukan Cairan yang dapat menghentikan aliran darah dan menghambat sistem saraf untuk beberapa menit,Cairan itu dimasuka Bastian dengan mengunakan sebuah jarung kecil ketika Juna ingin membabak belurkan Faiz tadinya.
"Tenanglah Jun..Aku lakukan itu juga bermanfaat untukmu ,Ucap Bastian pada Juna.Juna balik menatap Tajam kearah Bastian.
"Apa maksutmu dengan membantuku ? saut Juna menatap tajam kearah Bastian.Apa dengan membuatku dipukili olehnya seperti tadi ,itulah yang disebut dengan membantu ? teriak Juna.
"Bukan itu maksutku Jun..dengarkan dulu penjelasanku ,jangan main potong-potong saja ,saut Bastian.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu jelaskan padaku ? Kamu mau jelaskan bagaimana Cara Pria brengse* itu memukuliku hingga tersungkar seperti tadi ? Sunguh memalukan ,Ucap Juna dengan Emosi yang tak terkendali ,Dirinya seperti seekor seranga yang menghisap darah mangsanya namun kembali tak berdaya ketika diserang oleh mangsanya sendiri.
"Bukan itu maksutku Jun,Tentu saja aku melakukan semuanya karna kamu ,saut Bastian kembali ketika Juna menatap tajam dan penuh intimidasi padanya.
"Jadi apa maksutmu ? Apa maksutmu dengan semua ini ? jelaskan padaku ! Ucap Juna menatap Bastian.
"Aku melakukan ini semua juga karna kamu dan untungnya juga buat kamu Jun,Ucapnya membuat Juna penasaran .Lanjutkan...! Balas Juna.
"Jadi begini Jun..Aku tidak tahu siapakah lelaki itu dan bagaimana hubunganya dengan Alizah ,Tapi aku berani jamin..Bastian mengantungkan Ucapanya menatap kaca kamar Juna yang menunjukan pemandangan malam yang dipenuhi kerlap kerlip lampu gedung dan rumah penduduk.
"Jangan terlalu banyak menjedah ,Kamu mau buat aku marah ? Ucap Juna menatap Bastian yang kebiasaan terlalu banyak jedaan pada kata-katanya.
"Hehehe..Bastian mengaruk tengkuknya yang tak Gatal.Jadi Gini Jun..Aku memang tidak tahu siapa pria itu dan bagaimana hubunganya dengan Alizah ,tapi aku berani jamin lelaki itu mempunyai hubungan dengan Alizah.
"Apa maksutmu ? Jangan banyak bertele-tele Bas , Kamu mau ulang kuhajar ! Ucap Juna mendapat gelengan Bastian.
"Saat itu tatapan Alizah padanya terlihat agak berbedah,Aku memang tak dekat dengan Sih Alizah ,tapi dengar-dengar dari teman-teman Sekelas ,Alizah Itu gadis yang angkuh ,Jalankan untuk menatap seseorang ,Untuk berbicarapun sangat jarang ,Disitulah aku yakin Alizah memang dekat dengan pria itu ,tutur Bastian.
Juna yang mendengar Ucapan Bastian menganguk paham ,Memang benar apa yang dikatakan Bastian barusan.
"Lalu dimana dan bagian mananya yang membawa keuntungan untuku ? Ucap Juna mendekati Bastian ,Juna sudah siap dengan Tinjunya.
"Lelaki itu dekat dengan Alizah Jun, Dan juga kebiasaanmu yang tak bisa mengendalikan kemarahaanmu itu pada akhirnya...Kamu juga yang akan menyesal ,Alizah akan membencimu saat melihat dirimu mengamuk bahkan sampai berniat untuk membunuh ,dia akan menjauhimu ,Tutur Bastian mampu membuat Juna terdiam.Juna menatap nanar keadaan luar Mensionya Yang terlihat indah dipenuhi kerlap-kerlip lampu yang menghiasinya.
"Aku tidak mau kehilangan Dia ' Ucap Juna berdiri menatap pantulan nanar dirinya melalui kaca besar Yang menyerupai dinding dikamarnya itu.
*****
Dengan dukungan kalian ✋
__ADS_1
Membuat Author lebih semangat 🙏😉💕