Diakah Imamkuu

Diakah Imamkuu
Episode 74


__ADS_3

Setelah melewati beberapa jalur akhirnya Faiz sampai juga dibagian selatan hutan. Faiz terus mencari Alizah, namun karna sisi hutan yang begitu luas membuatnya cukup kewalahan jadinya.


"Kamu dimana dek ! ucap Faiz dengan kedua kaki yang terus melangkah mencari keberadaan Alizah.Faiz benar-benar khawatir dengan keadaan Alizah saat Ini.


Saat ingin melanjutkan langkahnya dirinya kembali mendengar keributan diikuti jejak kaki yang cukup nyaring yang diyakininya itu adalah rombongan para penjahat.


"Kita harus tetap berhati-hati, didepan Sepertinya masih ada penyusup " ucap salah seorang dari rombongan itu.


Faiz melangkah kebalik pohon besar yang tertutup dengan semak juga rerumputan liar, tak ada banyak waktu untuknya melayani para penjahat itu,tujuan pertamanya adalah menemukan Alizah,akan membuang waktu jika dia melayani para rombongan itu, pikir Faiz.


Namun niatnya kembali ditahan saat mendengar ucapan salah seorang dari kumpulan itu.


"Siapakah mobil, kita akan langsung mengantarkan wanita ini"ucap ketua geng mereka diikuti senyumanya yang jelek.


Sedangan Alizah tak bisa bergerak ataupun berbicara,keduan tanganya diikat sedangkan mulutnya disumbat dengan palban.


Rombongan itu pun terbagi menjadi dua bagian untuk mengabil trasnportasi yang akan digunakan mereka.


Kepala gengnya balik menatap Alizah yang juga menatapnya dengan tatapan tajam.


"Cih dasar kau wanita lemah ,jika tidak berfikir karna kamulah kami harus bekerjah seperti ini maka aku tak akan sungkan mencabut kedua bola matamu itu" ancam lelaki itu dengan mimik yang sangat jelek dimata Alizah.Alizah masih terpukul akan kejadian faldo yang dipukuli tadi, tangan dan tubuhnya bergetar kuat memendam kejadian itu.


Dalam diam Alizah pria yang bernotobet sebagai ketua geng pada rombongan itu masih meletakan pandanganya pada Alizah.


"Wanita....!! Lelaki itu kembali menatap Alizah seraya berjalan mendekatinya.Alizah tercengangang melihat hal itu.


"Apa yang diinginkanya? guman Alizah ketika pria dengan paras jeleknya itu hanya diam dan memerhatikanya.

__ADS_1


"Benda apa yang digunakan dikepalamu ini!! ucap pria itu dengan tatapan tidak sukanya yang ditujukan pada khimar yang digunakan Alizah.Alizah benar-benar membulatkan matanya ketika mendengar ucapan pria itu.


"Itu bos ,benda yang digunakan oleh mereka para wanita suci"ucap lelaki itu membangkitkan tawa menyeringi diikuti ejekan yang terdengar nyaring ditelingan Alizah.


"Owww wanita suci!tampang wanita ini tidak ada suci sucinya sama sekali,beberapa minggu ini aku selalu mengawasinya dan asal kalian tahu saja,sikapnya sungguh sangat buruk"terang ketua gengnya kemudian balik menatap Alizah.


"Aku tidak Suka dengan kain yang menutupi kepalamu itu "ucapnya dengan senyum yang menyeringi.


"Hmmm..eennggg.. "Alizah mengelengkan kepalanya saat pria jelek itu semakin mendekatinya.


"Lepaskan saja benda itu, biar ku lihat perbedaanya he he he "ucapnya diikuti kedua tanganya yang mendarat mendekati khimar Alizah.


"Hiikkkss..hiksss.. "Alizah mengeleng, keadaan saat ini benar-benar tidak berpihak padanya ,Alizah memejamkan kedua matanya diikuti sesegukan berharap seseorang datang dan menyelamatkanya.


"Aku sungguh takut...faiz, Hikss hiksss "tangisan hati Alizah, separah dan sebandelnya dia namun tak pernah sedikitpun dirinya memperlihatakan auratnya pada lelaki yang bukan mahramnya.


"B ruuu Gh...jaukan tanganmu "ucap seseorang diikuti tinju yang langsung mendarat tepat di wajah pria jelek yang ingin menyentuh khimar Alizah, pukulan itu langsung membuat pria itu seperti terkena guncangan kuat hingga terjatuh memakan kotornya tanah.


"Akkhhh..'Alizah mengertukan dahi saat mendengar teriakan itu,dirasanya sebuah sentuhan lembut yang mendarat di kedua pipinya,sentuhan yang tak asing baginya.


Perlahan dibukanya kedua matanya yang terasa berat karna dipenuhi air mata efek tangisanya sedari tadi.


"Adek baik ? Alizah membulatkan matanya,sosok seorang pria yang sedari tadi selalu diharapkan akan kehadiranya,tatapan matanya yang lembut dan meneduhkan,dia pria yang selalu berada disampingnya dan menemaninya walaupun selalu ia tolak akan kehadiranya ,dia benar-benar datang dan sekarang dia berdiri dengan senyumanya yang penuh kasih dan cinta.


"Awassss.. "teriak Alizah.


"B tuu ghh "kayu balak besar mendarat tepat dipungung belakang Faiz.

__ADS_1


"Dalam keadaan ini, kalian masih melakukan drama!! teriak mereka rombongan yang baru datang dengan mobil ,transportasi yang akan digunakan untuk mengantar Alizah pada atasan mereka. Untuk rombongan yang tadinya menatap sudah ambruk semuanya karena Faiz.


"Tutup mata adek,jangan membukanya jika Kakak belum memerintah"ucap Faiz serayah menutup kedua mata Alizah dengan tanganya.


Faiz beralih pada segerombolan yang tersisa, tak banyak berfikir Faiz langsung maju menghadapi mereka.


Bruggh.. suutttt...pakkk.. Ahhhhkk..."tendangan dan pukulan diarahkan pada mereka secara bersamaan.


Alizah terus menutup matanya ,suara pukulan dan suara riuh sebuah teriakan terdengar jelas ditelinganya.Entah pukulan siapa dan teriakan siapa, semuanya tercampur menjadi satu, Alizah tak berani membuka matanya, ia berdiri diam dengan kedua mata yang masih terpejam sempurnah, Alizah benar-benar takut, takut jika terjadi sesuatu pada Faiz.


Beberapa menit diam dengan mata yang masih terpejam, suara pukulan dan teriakan akhirnya tak terdengar lagi,Alizah tetap diam tanpa niatan untuk membuka matanya,kedua tanganya bergetar kencang ,bahkan badanya pun benar-benar tak bisa dikendalikan hingga bergetar sempurnah.


Faiz berjalan mendekati Alizah, dilihatnya lengan dan badan Alizah yang bergetar kuat.Tanpa berfikiri panjang diraihanya lengan Alizah dan Faiz langsung membekap tubuh Alizah kedalam pelukanya,faiz mencoba memberikan ketengan untuknya, Faiz tahu kali ini istrinya itu benar-benar dalam tahap yang tidak baik.


"Sekarang bukalah matamu dek "ucap Faiz diikuti dengan tangan lihainya yang mengelus kepala Alizah yang berlapisi khimar, Perbandingan tinggi badan keduanya cukup berbedah jauh , hal itu tak menyusahkan Faiz untuk mengelus bahkan mencium pucuk kepala Alizah yang memang tingginya hanya mencapai bagian dadanya Faiz.


"Jangan takut, semuanya akan baik saat adek membuka mata " sambung Faiz pada Alizah.Alizah mengeleng tak berniat membuka matanya, ia semakin mengeratkan pelukanya.


"Hikss...hiksss.. "Alizah menagis diikuti sesegukan, dia benar-benar takut, takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan,takut sesuatu yang cukup besar terjadi.Keduanya diam di tenggah gelapnya hutan belantara dengan posisi yang masih berpelukan,mereka saling menguatkan antara mereka.


Faiz membutuhkan Alizah sebagai seorang wanita yang akan melengkapi kehidupanya.Wanita yang diciptakan Allah sebagai pasangan hidupnya.Insya Allah dia akan membimbingnya menjadi wanita sholehah.


Sedangkan Alizah menyadari pelukan pria yang berada didekatnya itu, benar-benar menjadi obat penenang untuknya.


(Akankah Alizah Menyadari bahwa dirinya sebenarnya mencintai Faiz,pria yang sedang merangkul dirinya saat ini ).


"""""""""""""""""""

__ADS_1


Makasih buat kalian yg sudah mendukung novel ini dengan Like + vote + xomenya juga,kalian sungguh baik 😁Makasih 😊💕


__ADS_2