Diakah Imamkuu

Diakah Imamkuu
Terungkap


__ADS_3

Nafas yang tadinya memburu kini telah padam. Detakan jantung yang tadinya memompa, berubah tenang. Pelukan Faiz membuat Alizah merasa seperti berada di angan angan. Dirasakan bibir lembut Faiz terus menempel di tangannya. Pelukan yang begitu menenangkan. Aroma tubuh Faiz memasuki saluran pernafasan. Aroma tubuh yang begitu wangi, sekaligus begitu Dia rindukan. Tubuh mungilnya dibekap oleh Faiz, membawa ketanangan tersendiri untuknya. Perlakuan Faiz yang begitu lembut kini telah menggali hatinya dan menciptakan sesuatu yang dinamakan Cinta. Alizah iyakan. Dia memang telah mencintai Pria yang dulunya begitu dibencinya. Pria yang dia benci akan kehadirannya. Pria yang dianggap telah menghancurkan hidupnya, dirinya, dan masa mudanya. Pria yang memberi gelar istri di usia mudanya. Faiz yang dulunya Dia benci, telah membangun cinta, ketulusan dan kelembutan. Keiklasan dan kasih sayang. Kebaikan dan kedewasaanya dalam membimbing dirinya yang dulunya terbengkalai dan lalai dalam hal agama, menjadi seseorang yang ingin menjadi pribadi baik. Namun, kenyataan pahit menghancurkan pemikiran yang mulai dibangun tentang Pria yang menyandang status sebagai suaminya itu. Saat Alizah kembali mengingat semua yang dilihat di hotel. Demi Allah. Tubuhnya langsung melemah.


"Mencintaiku...?” Alizah seperti bangun dari mimpi setelah sekian lama terhanyut dengan pelukan Faiz, “Karena Allah?” ucapnya dengan perlahan melepaskan pelukannya, yang membuat Faiz mengerutkan alis menyadari pergerakan Alizah.


"Kamu berdua dengan seorang wanita di hotel..." Alizah terisak. Tenggorokannya tiba tiba mengering. Bahkan untuk mengucapkan kenyataan yang dia lihat, itu begitu sakit. Air matanya kembali membendung mengingat yang dilihatnya saat itu.


"Dek... Maafkan, Kakak." Faiz mencoba meraih lengan Alizah. Namun, kenyataan kembali menyayat hatinya, saat Alizah dengan cepat mundur dan memberikan jarak pada keduanya.


"Ha ha ha... hiksss.” Tawa dan tangis bercampur jadi satu. Alizah benar benar tak bisa membendung dan mengendalikan perasaannya saat ini.


“Kamu berduaan dengan wanita lain di hotel dan sekarang kamu bilang mencintaiku karena Allah?!” Alizah menatap lamat lamat mata Faiz. “Hiksss, kamu pembohong, Fiz! Namun, mengapa Aku tidak bisa membencimu!!!" teriak Alizah semakin frustasi.


Faiz menunduk. Dia memilih diam meskipun hatinya sakit melihat air mata yang terus membanjiri pipi Alizah.


"Aku akan diam selama Adek masih marah."


"Kenapa?"


"Aku tidak bisa balik memarahi adek. Dan juga, karna Aku mengikuti jalan Rosulullah." sebuah kalimat yang keluar Faiz membuat Alizah semakin terisak.

__ADS_1


"Hiksss... hiksss." Alizah menghapus air matanya. Dia melangkah dengan mata yang telah membengkap dan menatap lamat lamat mata Faiz yang terlihat memerah.


"Katakan... hikss," berbicara dengan terisak, "Wanita itu siapa?!" Pertanyaan Alizah membukakan mata Faiz bahwa istri kecilnya ternyata sedang cemburu.


"Dia rekan kerjaku."


"Hikss..." Alizah menunduk singkat dan menelan lamat lamat ludahnya. "Kenapa hanya kalian berdua? wanita itu ada di kasur, Fiz!! di hotel dan Dia bersamamu! Hanya kalian berdua. Di hotel!" Tangisan Alizah semakin memecah saat mulutnya mengucapkan kefatalan itu.


"Adek percaya dengan Kakak atau dengan apa yang Adek lihat?" ucap Faiz yang mulai melangkah mendekati Alizah. Senyuman berusaha di ukirkan, sedangkan tangannya mulai menyeka air mata yang membasahi pipi Alizah. "Adek sedang cemburu."


Alizah membeku mendengar ucapan Faiz.


Faiz pun menunjukan sebuah rekaman cctv yang berisikan kejadian saat di hotel. Dimana Alizah terlihat menyimak videonya. Video dengan dengan durasi beberapa menit, yang menunjukan bagaimana Wanita yang menjadi rekan Faiz beserta beberapa bawahannya, yang terdiri dari satu orang wanita dan dua orang Pria bertubuh tegap terlihat membawa tubuh Faiz yang tak tengah tak sadarkan diri.


"Dia..." Alizah membeku saat melihat wanita itu tiba tiba menarik narik bajunya hingga terlihat beberapa bagian yang sobek. Sedangkan Faiz, Dia hanya memperlihatkan, tanpa berniat untuk menonton atau pun melihat lekukan tubuh seksi wanita itu saat merobek bajunya.


"Bagaimana?" tanya Faiz pada Alizah yang terlihat terdiam. Dia tertegun.


Apa apan ini?! Alizah merasa dia malah terbodohi. Jadi bagaiman dengan air mata dan tangisan tadi? Dia bahkan begitu marah hingga teriak teriak pada Faiz. Apa apaan? Alizah benar benar merasa malu. Pipinya tiba tiba memerah. Faiz yang menyadarinya, meraih lengan Alizah.

__ADS_1


"Kemarilah," ucapnya menarik lembut lengan Alizah. Dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. "Lain kali jika marah, jangan nangis ya? apalagi sampai pergi," ucapnya mengelus lembut kepala Alizah. "Kakak hampir gila karenamu, Dek."


Alizah masih tertegun.


"Dek..."


"Dek..." Panggil Faiz untuk kedua kalinya.


"Hmmm?!"


"Setelah hari ini, marilah kita hidup bersama. Sebagai suami istri, bukan orang asing dimana satu pihak saja yang hanya mencintai. Kakak ingin bersamamu dan membangun keluarga kecil kita... maukah kamu menjadi istriku dan Ibu dari anak anakku?"


Alizah tidak menjawab. Namun, Dia semakin mengeratkan pelukannya.


"Kakak anggap iya."


****


Makasih buat suport kalian. Sorry jg karena membuat kalian menunggu. Makasih buat komentarnya yang mendukung. Komentar kalian membuatku terharu. Sekaligus sebagai jawaban, bahwa Aku emang harus tetap lanjutin kisah Faiz dan Alizah yang sempat hiatus😪 Makasih jg buat votnya😢

__ADS_1


Silahkan ikuti kisahnya. Kisah Faiz dan Alizah


__ADS_2