
Minggu 6 February 2020
Dimeja dapur, semua makanan tertata sempuranah,masakanya tidak terlalu banyak mengingat mereka hanya berdua.
ting.. ting.. ting.. "
"Dek ..." pangil Faiz.
"tiigg..ting.. ting.. "
"Adekkk! ulang Faiz
"Tingg..ting.. ting.. "
Faiz menghembuskan nafas dan mendekati Alizah,diraihnya garpu ditangan Alizah lalu meletakanya dimejah.
"Cuci tangan dulu ya dek " Faiz meraih pergelangan tangan Alizah memapahnya ke wastaped untuk mencuci tangan.
"Biarkan aku sendiri, hmm bukan anak kecil juga"semergih Alizah dengan mulutnya yang monyong sedapa.Faiz malah dibuat tergelitik dengan tingkah Alizah yang selalu menghiburnya dengan tingkah gambeknya yang terlihat lucu dimata Faiz.
"Hmm hmm bukan anak kecil ya ! Faiz mengaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Hmm Hmmm iya " anguk Alizah membuat Faiz tak bisa menahan dirinya,ditatatap pipi Alizah yang berisi macam bakpau.Alizah yang sedari tadi asik dengan aktifitas cuci tanganya baru menyadari tingkah aneh Faiz.
Alizah menatap lekat Faiz, Perlahan dilihtnya lengan Faiz terangkat lalu mendekati wajahnya.
"Ke kenapa ? Alizah menatap bingung tangan Faiz yang maju sesaat kemudian kembali lagi, saat ingin menyentuh wajahnya kemudian kembali lagi. "tuhan apakah lelaki ini sudah tak waras ".
Dengan dorongan sesaat Faiz akhirnya mendarat tanganya tepat diwajah Alizah,Faiz mencubit pipi gembul Alizah.
"ini apa coba " mau makan kaga ni ? Alizah menatap Faiz yang terlihat asik bermain-main dengan pipinya.Faiz mencolek dan mencubit gemas pipi bakpau milik Alizah
"Hemm...?? Alizah memicingkan mata, ditatapnya Faiz yang masih asik dengan aktifitasnya, ia terus mencubit gemas pipi bakpau milik Alizah.Alizah menatap sebal pada Faiz,pipinya agak memicuk efek cubitan Faiz.
"Hikkksss..hikss.. " rasa lapar, sakit Di pipinya dan juga jengkel dicampur sebel bersatu menjadi satu dan akhirnya membuat Alizah membendungnya dengan tangisan.
" Eh eh ? mendengar tangisan Alizah Faiz akhirnya bangun dari alam kelamnya.
"Adek..adek kenapa ? Faiz menundukan wajahnya, menyesuaikan posisi dengan Alizah.Ditatapnya pipi Alizah yang memerah sedangkan matanya dipenuhi binangan air mata.
__ADS_1
"Astagfirullah..aku gak sadar" Faiz merutuki kesalahanya.
"Hikks..hiks..kamu masih bisa nanya "Alizah menatap dengan gumpalan air mata yang memenuhi matanya.
"Maaf dek, maaff..kakak benar-benar gak sengaja "sebenarnya Faiz benar-benar gak sadar tadinya saat dia mencubit gemas pipi tembem Alizah.Faiz menatap mata Alizah yang seharusnya membulat besar kini berubah cipit dan agak membengkak.Alizah mempunyai katup mata yang rentan akan tangisan, jadi jika dia menangis , walaupun hanya sebentar ,sudah dipastikan matanya menjadi cipit dan membengkak.
"Maaf.. Jangan nangis lagi dek " diraihnya tangan Alizah dan mengecup lembut tangan mungil itu, Faiz tak melakukanya sekali, ia mengecup berulang kali tangan Alizah,niat untuk meminta maaf.
"Mau makan,aku mau makan "ucap Alizah diselah-selah tangisanya.Faiz menganguk seraya mengeringkan air mata Alizah lalu memapahnya ke meja makan.
------
selepas makan.
Hari ini mereka berencana untuk menjenguk Faldo, faldo sudah diizinkan dokter untuk pulang ke rumah.
Alizah dan Faiz kini terlihat sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing.
"Nanti beliin baju merek kekinian ya "ucap Alizah pada Faiz yang terlihat sibuk memilih kaos yang akan ia gunakan.
"Pulang jengukin faldo nanti kita langsung ke mall ya dek "timpal Faiz dengan kedua mata yang menerawang memerhatikan setelan bajunya yang sebagian besar terdiri dari kaos dan jas.
"pas..pas.. " cocok dengan fasenya emak-emak "
"Dek... "pangil Faiz.Alizah melangkah menghampiri Faiz yang terlihat sibuk memilih memandang lemari pakaian sedari tadi.
"Adakah hasrta karun didalam sana oh anak muda ! ucap Alizah dengan nada mengejek.Cukup jengkel sedari tadi melihat Faiz yang berdiri diam menatap isi lemari pakaianya sendiri.cukup lucu sih jika dipikir-pikir.
"Ini anak gapain coba " Alizah menatap bingung pada Faiz.
"Dek..bantu kakak pilihkan bajunya " ucap Faiz dengan tumpuan matanya yang masih terfokuskan pada setelan pakaianya didalam lemari.
"Kayak mau Ketemu doi aja " semergih Alizah seraya melangkah disamping Faiz.Alizah ikut memerhatikan setelan baju Faiz yang sebagian besar terdiri dari setalan kaos dan jas kantornya.
"Ayolah..apa dia biasa nembak cewek dengan setelan baju kantornya ini"
"Mau pakai yang kek gimana ni ,semuanya cumang Kaos dan jas kantormu saja"Alizah memerhatian beberapa setelan baju hingga matanya tertuju pada sebuah baju lengan panjang berbahan wol.
"Pakek yang ini aja " ucapnya seraya memberikan bajunya pada Faiz.
__ADS_1
"Makasih ya dek " Faiz meraih setelan baju yang diberikan Alizah dan berlih keruang ganti.
"aku jadi penasaran dengan masa mudanya ni orang kek gimana."Nanti aja nanyainya ah "jiwa Kepo Alizah membelonjak.
*
Setelah Selesai dengan aktifitas mereka, faiz dan Alizah sudah berada di parkiran mobil, keduanya sudah rapi dengan setelan baju masing-masing .
"Hemm bajunya cocok dengan postur tubuhnya " gumam Alizah yang sudah duduk di samping kemudi.
"Aku mau nanya " ucap Alizah memandang halaman rumah melalui kaca mobil.
"iya, nanya apa dek ? Faiz menatap Alizah.
"Emma itu " Alizah mengantungkan ucapnya ,dilihatnya notif pesan di layar ponselnya.
"Zah..ingat besok udah pertandingan,mainya yang baik ya, kami semuanya mengandalkanmu ,ya gapapa Kalo gak juara pertama, setidaknya juara 2 Zah, he he he he"
Alizah balik menatap Faiz yang juga sedang menatap padanya.
"Mau bilang apa dek ? tanya Faiz.
"em engak..gak jadi "sautnya, Alizah kembali menatap kearah luar mobil, Alizah sebenarnya ingin izin untuk masuk sekolah ke lelaki itu ,biar bagaiamanapun Faizlah yang selalu melindungi dan menjaganya ,Alizah harus meminta izin pada Faiz, entah Faiz akan mengizinkan dia atau tidak mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.Tapi disisi lain dia juga sudah berlatih keras beberapa hari yang lalu demi mengikuti lomba proseni itu.sayangkan Kalo gak dilanjutin, aplagi kelompoknya begitu antusias dengan lomba proseni itu,masa ia karna faktor pribadinya mereka juga harus berkorban.
Selanjutnya Faiz menyalakan mesin mobilnya meningalkan kediaman mereka,menujuh kerumah umi abinya.
Belum lama menjalankan mobil,perhatian Alizah kembali dialihkan ke ponselnya.
"Piuu piuu.. Zah gimana ni, kak Juna minta nope kamu ,kasih kaga ? Alizah lope lope, umm wahhh wahhh "
"Anak set*n " umpat Alizah saat membaca pesan selanjutnya dari Elsa.padahal tadinya ia sangat mnearuh tampang sok khawatir dan bersalah pada tu anak.
"""""""""""
Maaf sy bru up lagi.jujur Ya sebenarnya sy sudah tak ada niatan untuk melanjutkan cerita ini,tapi melihat komen dan dukungan kalian kayak terharu gitu, wkwkw...
Engak Jg sih, cmng gak mau buat kalyan kecewa aja Karna gak ku lanjutin ni ceritanya.
Makasih buat dukungan kalian ❤
__ADS_1