
Selama di perjalan pulang hanya keheningan yang terjadi.Aku menyadari faiz terus menatapku namun aku bungkam kali ini.Seperti yang orang katakan sikap seseorang tergantung keluarga dan lingkunganya.Sekarang hal itu terjadi padaku aku mulai tersudut karna ucapan mereka.Sikapku tidak seperti ini.Ini bukanlah diriku yang sebenarnya.
Mobil mulai memasuki pekarangan rumah hingga pak Agus membuka gerbang dan ku lihat faiz sempat bertegur sapa dengan beliau.Setelah faiz menghentikan mobil di halaman rumah Alizah tak bergemim di tempatnya hingga faiz menegurnya dan mengajaknya masuk ke dalam.
~
Didalam kamar aku masih bungkam tak berbicara ataupun bersua.Kulihat faiz masuk dan menghampiruku yang duduk bersandar di kepala ranjang.Kali ini seperti biasa dia duduk menatapku,aku sedikit risih dengan tatapanya namun kembali ku lupakan karna saat ini pikiranku benar-benar terfokuskan pada kejadian di sekolah tadi.
“Besok kakak akan ke sekolahmu untuk menjelaskan semuanya”.ucap faiz.
“Kamu akan menjelaskan bahwa aku memang sudah menikah!faiz terdiam mendengar ucapan alizah.
“Kumohon jangan membahas itu di depanku,untuk saat ini biarkan aku sendiri”ucap alizah dengan nada lirih.Faiz langsung berdiri aku sempat merasa bersalah karna hal itu namun beberapa waktu kemudian kulihat faiz berjalan ke almari kecil,itu adalah tempat penyimpanan sajadah juga mukena dan Al-Qur'an.
Faiz kembali menghampiriku dan naik ke atas ranjang berhadapan denganku.
“Kita ngaji dulu ya dek!ucap faiz membuatku mendongkak.Jujur aku belum mau melakukan aktifitas apapun.
“Aku lelah dan ingin istirahat”ucapku padanya malah berbanding terbalik.Faiz memberikan Al-Qur'an padaku dan sesuai tuntutanya untuk membuka Al-Qur'an aku mengikutinya saja.Dia menuntutku untuk mulai membaca basmalah.Malam itu kami berdua gaji bersama.Saat itu aku menemukan hal baru,perlahan ayat-ayat yang ku baca seakan menghilangkan keganduhan hatiku,berat hati dan risih seakan hilang.Saat itu aku benar-benar merasa damai.Aku menghentikan aktifitas mengajiku saat berhadapan dengan tanda berhenti,hal itu sengaja ku lakukan untuk mendengar suara lelaki yang berada di depanku saat ini.Aku duduk mendengar lantunan ayat suci yang dibacanya.Suaranya benar-benar indah dan merdu.Aku duduk diam menatapnya dan mendengar lantunan indahnya.
“Sodakalla hul'adzim..'Faiz menghentikan aktifitas gajinya yang mungkin jika di hitung sudah berjam jam lamanya.
“Adek...!? Alizah telah tertidur dengan keadaan bersandar di kepala ranjang.Faiz menatap nanar alizah lalu membaringkanya dengan posisi yang baik.Faiz menarik selimut dan menutup tubuh alizah.Tak lupa sebuah kecupan ia daratakan di kapala Alizah.
“Kakak mencintaimu,”ucap faiz ikut berbaring di samping alizah.Faiz memeluk hangat tubuh alizah,tak membutuhkan waktu lama agar faiz terlelap dalam tidurnya,faiz telah memasuki alam mimpinya.
__ADS_1
Mata yang tadinya terpejam kembali terbuka,sudut matanya di penihu beningan air mata.Air mata itu bukanlah air mata kesedihan.Alizah terharu dengan tindakan faiz barusan.Sebenarnya alizah tidak tidur saat gaji tadi,alizah memejamkan matanya menikmati lantunan indah Faiz yang sedang mengaji.Alizah menatap tangan kekar yang terdapat di pingganya,faiz memeluk alizah.Perlahan alizah mengangkat tangan kekar itu agar menjauh dari tubuhnya lalu Alizah berbalik berhadapan dengan pria yang membekap hangat tubuhnya.Ditatapnya wajah faiz yang sedang tertidur,bagitu tenang dan damai wajah pria ini.
Mata alizah berkaca-kaca manatap wajah faiz perlahan alizah mendekati dirinya pada faiz dan mendaratkan wajahnya di dada bidang faiz,alizah ikut memejamkan matanya.
~~
Beberapa hari berlalu
Saat ini Alizah duduk di sisi ranjang,tidak ada aktifitas yang dikerjakan.Pihak sekolah melarangnya masuk hingga masalahnya terselesaikan.Meskipun hanya berdiam diri di rumah selama masa liburnya.Alizah tidak merasa bosan ataupun kesepian sama sekali karna faiz selalu berada disisinya dan menemani hari-harinya.Seperti pagi ini Faiz mengajak alizah ke suatu tempat,lokasinya masih di kediaman mereka.
Alizah membulatkan matanya menatap besarnya taman bunga yang ada di depanya saat ini.Taman bunga yang begitu besar dan dipenuhi beraneka macam bunga yang berwarna warni meningalkan kesan indah dimata setiap orang yang melihatnya.
“Ini indah..sangat indah,aku baru tahu ada tempat semacam ini di kediamanmu”.ucap alizah seraya merentangkan tanganya dan berlari-lari kecil ditaman bunga itu.Faiz menatap alizah yang berlari-lari mengelilingi taman bunga.Melihat wanita itu bahagia dan tersenyum indah membuat hatinya menjadi tenang.Faiz berjalan menghampiri alizah dan membekap tubunya dari belakang.Alizah mendongkak,ia terperangat dengan aski faiz.Faiz menyandarkan wajahnya di bahu Alizah dengan tumpuan mata memandang lurus kedepan.
“Adek suda baikan!ucap faiz masih dengan posisi memeluk alizah.
“Kalau adek mau malam minggu nanti kita ke pasar malam,”sambung faiz.
“Okey,kita akan ke sana malam minggu nanti,janji!Alizah mengangkat jari kelincinya ke belakang.Faiz tersenyum melihat jari kecil alizah.
“iya,kakak janji,”keduanya menyemangatkan telunjuk mereka seaakan mengikat janji agar tak ada yang mengingkari.Keduanya lerai dalam pelukan mereka hingga deringan ponsel menarik perhatian keduanya.
“Ponsel kamu berdering,diangkat dulu!ucap alizah tatkala faiz tak bergemim dari posisinya,ia terus membekap tubuhnya.
“Biarkan saja,”saut faiz masih membekap tubuh alizah.Alizah merasa risih dan berbalik menatap faiz yang ternyata sedang memejamkan matanya.
__ADS_1
“fiz..ponselmu berdering,”Faiz membuka matanya dengan mendadak.
“Astagfirullah,kakak gak sadar,”faiz tersenyum cangung dengan wajah bersalah lalu meraih ponselnya yang di sematkan pada saku celananya.
Alizah menatap faiz yang mengubah mimik wajahnya dengan mendadak.pria itu bahkan lebih cepat mengubah wajahnya dari pada membalik telapak tangan.
“Waalaikumussalam..kamu sudah menemukan pelakunya,”ucap faiz pada Musa yang berada di ujung telfon.
“Aku sudah menyeledikinya,namanya Mona sanjaya,ayahnya Rifsal sanjaya pemilik Grop v sedangkan ibunya Marnilam pemilik butik S.Dia teman baik istrimu,”Saut Musa.Faiz terdiam sebentar menatap Alizah yang berdiri di ujung sana.
“Selanjutnya harus apa?
“Awasi dia,jangan biarkan ini terulang lagi,”ucap faiz.keduanya mematikan pangilan mereka.Faiz kembali menghampiri alizah.
“Siapa..?
“Temanya kakak,”saut faiz.Alizah menganguk paham.
Faiz menatap nanar alizah.Betapa wanita didepanya itu akan hancur dan sakit hati jika mengetahui sahabatnya lah yang berada dibalik semua ini.
Kadang lingkungan menganggap bahwa kita orang yang kejam dan egois.Namun apakah mereka pernah berfikir dibalik perbuhan sikap seseorang menyimpan cerita menyakitkan didalamnya.
~~```🥀
Sekedar pemberitahuan
__ADS_1
Novel ini akan di upload dua hari sekali,dalam satu kali upload 2/3 episod ya
Makasih buat kunjunganya🥀