Diakah Imamkuu

Diakah Imamkuu
Episode 72


__ADS_3

Faiz melajukan mobilnya hingga sampai lokasi tujuan, mereka memangi menjadi dua bagian ,Aldi bersama beberapa orang kepercayaan sebalah barat sedangkan Faiz bersama Musa ke sebelah timur .Mereka tetap berkomunikasi mengunakan Earpiece .


"Kali ini ulah siapa ? ucap Faiz yang ditujukan pada Musa yang berada disampingnya.


"Sama seperti sebelumnya, Kali ini juga ulah pria itu ' saut Musa .Musa ingin melanjutkan ucapnya namun dicegah Faiz, sekarang prioritas utama adalah memastikan bahwa Alizah baik-baik saja,soal faldo Faiz tahu faldo cukup handal dalam hal melindungi diri.


Faiz memberhentikan mobilnya ditempat yang aman agar tak ketahuan mereka yang diujung sana.Itu mereka segerombolan yang diyakini adalah orang-orang yang ingin menyulik Alizah.


Faiz menatap keadaan sekitar.


"Temukan keberadaan istriku " ucap Faiz pada Aldi.


"Mereka tak jauh dari sini, tepatnya bagian hutan arah selatan" saut Aldi yang memang selalu lihai jika ingin melakukan sesuatu.


"Posisi hutan ini tepat berada di bagian teratas, bisa dibilang Ini adalah bukit yang dikelilingi jurang " terang Musa pada keduanya.


"Selanjutnya...'Faiz mengantungkan ucapnya .


"Kita akan mengecoh mereka, disaat itu pula kamu pergilah kebagian selatan dan temui istrimu "sambung Aldi.Faiz sempat terdiam,kemudian balik menatap Musa.


"Kalian berhati-hatilah " ucap Faiz pada keduanya.Musa menganguk kemudian mengarahkan beberapa pengikut mereka yang masih siaga ditempat mereka masing-masing.


Aldi bersama dengan beberapa orangnya sudah siap ditempat mereka masing-masing, begitupun dengan Musa juga anak buahnya.Semuanya akan dimulai setelah mendapat arahan dari faiz.


"Apa kita benar-benar tidak bisa menyelasaikanya dengan damai ? ucap Faiz sebelum dia mengambil langkah selanjutnya.Mereka sempat meminta agar semuanya diselesaikan dengan baik, namun entah mengapa dari pihak chadra menolak keras akan hal itu dan hal itu masih menjadi sesuatu yang dipertanyakan hingga saat ini.


Musa mengeleng, sedangakan Aldi tak berniat untuk menjawab.


Faiz balik memandang mereka segerombolan kemudian menghembuskan nafas beratnya.


"Kita tak berniat untuk menyakiti namun sebaliknya kita berniat untuk melindungi, melindungi istrimu'terang Musa.


"Baiklah ".....Powww pooowww "suara tembakan yang langsung membuat pihak musuh terkecoh.


"Ada yang datang...semuanya tetap siagaaaa" teriak salah satu diantara segerombolan itu. Selanjutnya dari arah hutan keluar segerombolan orang yang dipimpin oleh Aldi dan juga Musa.

__ADS_1


Aldi dan Musa bersama anak buah mereka mulai melakukan aksi mereka,cukup berusaha melumpuhkan mereka tanpa adanya korban, sesuai arahan Faiz barusan.


Aldi dan Musa memahami bagian gerombolan anak buahnya Chandra, sedangkan Faiz berlari ke arah selatan setelah tadi melewati beberapa orang yang menghalanginya.


Selama perjalan mencari Alizah disitu Faiz menyadari ternyata bukan hanya segerombolan saja,tetapi mereka juga menyebar ke sudut dan bagian hutan untuk mencari keberadaan Alizah.


Selama perjalan menujuh hutan berbagai hantaman yang muncul secara tiba-tiba juga didapat oleh Faiz ,meskipun pada akhirnya Faiz bisa melanjutkan perjalanya namun tentunya setelah dia mengalahkan beberapa kelompok diantara mereka.


Disisi lain Faiz cukup kewalahan malawan mereka ,kumpulan itu cukup ahli dalam melakukan bela diri ditambah seraganya dilakukan secara kelompok untuk melawan Faiz yang hanya seorang diri.


**


Berfikir akan datang penjahat lainya jika mereka tetap berdiam diri di lokasi kejadian,faldo akhirnya mengendong Alizah setelah cukup lama berfikir diikuti raut frustasi mengingat dirinya jarang sekali berinterkasi apalagi sampai bersentuh langsung dengan seorang wanita.


Kini hanyalah keheningan yang terjadi,Faldo diam menatap Alizah, tak niatan atau berkeinginan untuk mendekati Alizah yang belum sadarkan diri.


Mereka masih didalam hutan tepatnya disebuah pohon rindang .Suasana jadi menyengat ketika terdengar suara riuh piuh beberapa orang yang diyakininya adalah orang-orang yang berniat untuk menyulik Alizah.


"Apa yang mereka inginkan dari wanita ini ? ucap Faldo dalam lamunanya,dilihatnya pergelangan Alizah yang bergerak ,sepertinya Alizah mulai sadarkan diri.


Alizah memijit pelipisnya,bagian kepalanya agak pusing dan sakit.Entah apa yang terjadi Alizah masih berusaha untuk mengingat semuanya,mungkin efek obatnya membuat otaknya jadi terlambat bekerja.


Alizah meralihkan pandangnya untuk melihat keadaan sekitar hingga matanya bertemu dengan sosok dengan seragam putih yang digunakanya juga dicampur bercak darah.


'Ahhhhhhh....'respon alaminya Alizah, siapa yang tidak syok melihat sosok seperti itu di tengah hutan yang gelap.


'Suuut..diam-diam, Ini aku "faldo dengan cepat membekap mulut Alizah dengan talapak tanganya.


"Lihat disana ' tunjuk faldo pada bayang-bayang segerombol orang.Alizah diam menatap bayang-bayang itu diikuti suara riuh dari mereka.


"Diamlah, kita bisa ketahuan nanti'ucap faldo, Alizah menganguk paham,tentu dia jadi merinding sebagai respon alaminya.


"Kamu baik ? faldo menatap wajah Alizah melalui gelapnya malam.Setelah melihat keadaan faldo akhirnya Alizah mengingat mengapa sampai dia bisa berada ditempat ini.


"Apa yang terjadi denganmu ? dan seragamnya.. !! Alizah balik menanyai faldo.

__ADS_1


'Kau baik ? sambung Alizah, ada rada bersalah saat melihat kedaan faldo, semuanya tidak akan terjadi jika dia tidak menaiki mobil yang Salah.


'Tidak ada yang terjadi'saut faldo.


bagaimana denganmu ? Apa efek obatnya masih bekerjah ? faldo menatap Alizah.Alizah hanya menganguk sebagai jawabnya,walaupun kepalanya masih sedikit rada pusing.


"Kamu berdarah,biar ku obati dulu" ucap Alizah yang memang merasa dialah yang bersalah dan harus bertangung jawab dalam hal ini.


"Tidak, Ini hanya goresan "saut Faldo membuat Alizah terdiam.Alizah bisa melihat lukanya cukup dalam mengingat darahnya yang masih mengalir sedari tadi.


"goresan...! ulang Alizah, Faldo menatap sembarang arah, tadi lukanya cukup kecil namun karna sedari tadi terus terbentur hingga membuat lukahnya semakin para, dan tentunya sakit gaeeyss.


"Baiklah itu hanya goresan, tapi...Alizah mengangtungkan ucapanya dan memandang sekitar hutan, Alizah mencoba mengucapkan sesuatu yang bisa meyakini Faldo.


"Disaat seperti ini..."faldo tengelam dalam lamunanya, bagaiamana bisa Disaat seperti ini dia masih bisa bersikap seperti itu "pikir Faldo dalam diamnya.Tanpa sadar faldo ikut terperangkap didalamnya hingga refleks menyingung senyum tipisnya.


"Baiklah, kamu terluka..Alizah mengangtungkan ucapanya,Alizah perlu waktu untuk menyingkirkan egonya.


"Jadi...! timpal Faldo diikuti senyumanya, untung keadaan gelap, jika tidak Alizah pasti akan mempertanyakan senyuman faldo yang tak bermakna itu. (Wkwkwkwk)


"Aku aku....aku bersalah dalam hal ini, jika aku tidak menaiki mobil yang salah keadaanya tidak akan seperti ini"


"Jadi.. biarkan aku mengobati lukamu itu" sambung Alizah dengan ekspresinya yang serius.


'suutttt " faldo menatap tajam kearah bayang-bayang yang menghilang dengan tiba-tiba, ucapan Alizah tadi cukup kuat, semoga saja mereka tidak mendengarnya,harap faldo.


"Owww....kalian disini !!


"""""""""""""""""""""


Makasih buat dukungan kalian untuk Cerita Sy yang tidak ada Bagus dan menariknya😊


Mau nanya ni 😌


Klo sy buat faldo Suka ama Alizah, gimana

__ADS_1


tanggapan kalian ? 😌


__ADS_2