Diakah Imamkuu

Diakah Imamkuu
Episode 71


__ADS_3

Faiz duduk di sofa kamar,ia duduk menunggu kedatangan Alizah.Sepulang dari kantor Faiz sempat membelih snack, minuman kaleng coklat juga yogurt kesukaan Alizah.


Merasa tak betah Faiz beralih ke palfon kamarnya, dibukaya tirai seraya melangkah kedepan.


Faiz berdiri di palfon kamarnya,dilihatnya halaman rumahnya yang lebih mirip sebuah taman bungga besar.


Itu merupakan pemandangan Indah ditambah suasana yang tenang dan cukup meneduhkan bagi setiap mata yang memandangnya ,namun semuanya berbanding terbalik dengan Faiz, entah mengapa sedari tadi ia merasa risau tanpa alasan yang jelas.


'Kamu belum pulang juga dek "ucapnya seraya melihata jam tanganya.Pukul 06:10 sore menjelang malam.


'Ini sudah cukup larut'sambungnya ,Faiz kembali menatap bunga-bunga yang Ada ditaman belakang rumahnya.Lama diam dalam lamunanya, perhatian Faiz dialihkan dengan suara ponselnya yang berdering.


Faiz melangkah memasuki kamarnya,diraihnya ponsel yang ternyata pangilan dari Aldi.


'Assalamualaikum Fiz'suara Aldi yang terdengar khawatir di ujung telfon.


'Waalaikum..belum juga menyelasaikan salamnya sudah dipotong oleh Aldi.


'istrimu Fiz...istrimu diculik 'Faiz begitu kaget bercampur khawatir mendengar ucapan Aldi,diraihnya jas hitam juga kunci mobilnya seraya berlari menujuh pintu kamarnya.


'Aku bersama Musa di jalan xxx ,kami menunggumu,bergegaslah'ucap Aldi di ujung telfon.Faiz berlari menujuh halaman rumahnya lebih tepatnya menujuh kebagasinya yang berada disamping kiri halaman rumahnya.


'Den.. den Faiz, Ada apa ? ucap pak Agus pada Faiz yang terlihat berlari dengan wajah Dan ekspresi yang tak pernah dilihatnya.begitu was-wa dan terlihat khawatir .


"Bapak jaga rumah, Faiz kaluar dulu'ucap Faiz seraya menaiki mobilnya yang hampir sama dengan mobi jedan hitam miliknya namun yang satu ini warnahnya agak lebih terang.Pak Agus menganguk dan segerah membuka gerbangnya.Faiz menyalakan mesin mobilnya dan melaju meningalkan kediamanya, Mobil Faiz berjalan membelah besarnya jalan raya.


**


Kembali pada Faldo yang terus melajukan mobilnya dengan kecepatan panuh,Faldo masih mengikuti mobil jedan hitam dengan merek juga warnah yang sama menyerupai mobil yang dibawanya.

__ADS_1


Mobil terus berjalan hingga memasuki area sunyi dipenuhi pohon juga tanaman rindang di sekitarnya.Itu merupakan area hutan setelah tadi melewati kota dan pedesaan.


Faldo tak gentang,ia terus mengikuti mobilnya, memasuki sebuah jalan yang cukup sempit yang hanya berlapiskan kerikil sedangakan sisanya dipenuhi dedaunan yang berguguran dijalan.


Tringgg.. Tringgg.. ponselnya berdering. Faldo segerah meraih ponselnya ,dilihatanya ternyata pangilan dari Faiz.


'Kamu tunggu disitu do ,Kakak sedang diperjalanan ' ucap Faiz di ujung telfon sana.Faiz sudah bersama dengan Musa dan juga Aldi dan beberapa orang kepercayaan mereka yang juga ikut.Faiz melacak keberadaan Alizah melalui ponsel yang digunakanya.


'Maafkan Aku, aku gagal menjaga amanah darimu'saut Faldo.Kini muncul sepercik rasa bersalahanya karna tak bisa menjaga Alizah sesuai penuturan Faiz padanya saat pagi tadi sebelum ia meningalkan chandra chip.


'Semoga kalian bisa akur, Kakak ingin agar Kamu menjaganya, Jaga dia jika kakak tidak berada disisinya, Kakak percayakan dia padamu 'ucap Faiz seraya berjalan menaiki mobil dan meningalkan chandra chip.


"Jangan salahkan dirimu ,aku masih diperjalanan ,jangan gegabah 'timpal Faiz.Kemudian keduanya mematikan sambungan telfonya.


Mobil jedan itu terus berjalan hingga berhenti disebuah gedung yang cukup rapuh dan terlihat tua.Keluar dua orang dengan jeket hitam berbalu yang digunakan juga dipadukan dengan topeng yang menutupi wajah mereka.


"Bro cantik juga ni perempuan"ucap salah seorang diantara mereka.


'Kamu mau mati!! jngan macam-macam jika masih mau gentayangan di bumi ini hhhh"timpal yang satunya diikuti tawa yang menyeringi.


"Dia begitu cantik,sayang kalo didiamin aja'timpalnya memandang Alizah yang tak sadarkan diri dengan tatapan jahatnya.


"Lagian mereka datangnya masih lama,bentar aja 'sambungnya lagi seraya mendekati Alizah yang tak sadarkan diri.


'Wahh gila lo bro ' lelaki yang tadi mengemudi mencoba mengingatkan.Namun karna keinginan dan napsu belakang membuat dia benar-benar dibutahkan.


'Sebentar saja 'sautnya seraya meraih ujung hijab Alizah diikuti dengan tawanya yang menyeringi.


Disaat tanganya ingin meraih khimar Alizah disaat itu pula

__ADS_1


'B u r u u u G h...satu pukulan yang entah dari siapa berhasil menumbrak lelaki bertopeng itu hingga jatuh tersungkar di tanah.


'Mau menyentuhnya! langkahi dulu aku'ucap Faldo dengan raut yang tak besahabat, sedari tadi ia hanya memantau namun tentu ia tidak akan tingal diam jika melihat preman itu bertingkah tak senonoh pada Alizah,kesucian wanita nomor satu, maka dari itu dia sebagai seorang pria harus menjaga dan menghormati itu.


'Hmmmm mau jadi pahlawan ya! BOCAH"ucap pria yang satunya lagi.


pria itu meraih benda tajam dari balik jeket bulunya dan langsung mengarahkanya pada faldo.


'Dasar kau bocah..' faldo dengan tegap menghindari serangan pria itu.Namun dari arah belakang pria yang baru saja dipukulinya hingga ambruk kembali berdiri dan langsung menyeranganya dengan benda tajam.


'Mati saja Kau... "teriaknya seraya menancapkan pisaunya tepat dipungung belakang Faldo, untung faldo dengan cepat menghindar, namun tetap saja benda tajamnya mengenai bahunya dan meningalkan goresan kecil pada pertengehan bahunya.


Faldo menatap goresan ditubuhnya yang mengeluarkan cairan merah hingga mewarnai seragam putihnya yang putih bersih.ia balik menatap kedua perman yang terlihat ketakutan karena tatapan matanya yang tajam.


'Plakkk...b r u u g h h..bruggh...faldo mendaratkan tunju juga tendanganya pada kedua preman itu hingga tersungkur ke tanah bahkan tubuh kedua pria itu seperti dimandikan darah segar.


Keduanya jatuh tak berdaya setelah di pukul brutal oleh faldo.Faldo pria yang sopan dan memiliki kelembutan ,namun disisin lain pria itu juga memiliki sisi yang buruk, seperti halnya saat ini ,dirinya tak bisa mengendalikan emosi dan kemarahanya pada kedua preman itu hingga memukul brutal keduanya.


Setelah memerhatikan kedua pria itu,dengan emosi yang masih terpendam faldo beralih menghampiri Alizah yang diletakan kedua pria itu di belakang kemudi mobil.


faldo berdiri di pintu mobil yang memang sudah terbuka,dilihatnya Alizah yang pingsan belum sadarkan diri.


'Astagfirullah..'Ucapnya seakan balik dari alam kelamnya,Faldo balik menatap dua orang pria yang dipenuhi darah karna kebrutalanya tadi,faldo benar-benar mengikuti keinginan syaiton .Ditatapnya balik wajah Alizah,tadi saat dirinya masih dipenuh emosi namun saat menatap wajah Alizah,entah mengapa kemarahanya seperti meredah dan hilang begitu saja.


'Apa ini hanya kebetulan !! ucapnya menatap nanar pada Alizah.


""""""""""


Sorry terlambat upload πŸ™he he πŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2