
Setelah menempuh perjalan akhirnya sampai juga di kediaman umi abinya. Faiz memberhentikan mobilnya di halaman depan rumah.
Umi Zenah dan juga Abi Adam menyambut kedatangan mereka.
"Assalamualaikum umi abi" Faiz mencium tangan mereka begitupun dengan Alizah.
"Waalaikumussalam ,akhirnya kalian datang juga " saut keduanya.
"Nak Kemarilah Ibu kangen padamu "umi Zenah memeluk hangat Alizah begitupun dengan Alizah,beberapa hari menginap kala itu sudah membangun sedikit ikatan yang membuat kerinduan.
"Kamu baik nak ? sehat ! umi Zenah memerhatikan Alizah dari atas hingga kebawah kaki.
"Aku baik bu "saut Alizah dengan senyumanya yang cukup manis.
Setelahnya mereka masuk kedalam, Alizah memerhatikan seisi ruangan.Kemudian Alizah secara mendadak mengubah mimik wajahnya, ditatapanya Faiz yang terlihat lihai berbincang dengan abinya.
"Ayolah ayolah liat kesini " Alizah berharap Faiz melihat ke arahnya karna saat ini sesuatu sedang bergejolak dan berputar-putar dikepalanya.
Merasa situasi makin mencengkam untuknya Alizah dengan terpaksa menarik bagian lengan baju Faiz yang berbahan wol itu.
Faiz balik menatap Alizah yang memandang serius padanya. Diangkat keningnya pertanda menanyakan"Ada apa dek "
"Hadeh bagaimana caranya bisik dengan tubuhnya yang tinggi bak antena " Alizah menjinjitkan kakinya seraya melangkah kedepan melanjutkan perjalan mereka ke kamar Faldo.
"Adeh jari kakiku bisa patah " untung Faiz segerah menundukan wajahnya mendekati Alizah.
"Iya dek ! bisik Faiz.Sedangkan umi Zenah dan Abi Adam Sudah berjalan di baris depan.
"Itu.. Ibu dan bapakmu tau tentang kejadian itu ? bisik Alizah, setaunya kejadian itu disembunyikan pada kedua pihak keluarga mengingat kala itu Faiz pernah menyingung tentang hal itu.
"Engak, umi abi tidak tahu " saut Faiz seraya menegakan tubuhnya.Hal itu tentu membuat Alizah bertanya-tanya dalam hatinya.
Ayolah hidupku sudah dipenuhi banyak pertanyaan sekarang ditambah dengan teka taki Ini.. hu hu hu sungguh miris dirimu ini Alizah.
Alizah menyesuaikan langkahnya dengan Faiz hingga sampai juga di kamarnya Faldo.
tok..tok tok ,umi Zenah mengetuk pintu kamarnya Faldo lalu membuka pintu kamarnya.Alizah jadi deg-degan saat berada didepan pintu kamar Faldo, entah bagaimana kondisi faldo saat ini, lukanya pasti cukup parah, pikir Alizah.
"Assalamualaikum "ucap mereka, begitupun dengan Alizah.Alizah semakin mendekat menghampiri Faldo, berfikir kali ini akan ada banyak pertanyaan dari umi Zenah pasal luka yang terdapat di tubuh Faldo.
Faldo menatap kedatangan mereka namun tatapanya hanya tertujuh pada satu objek saja yaitu Alizah.
"syukurlah dia baik-baik saja " faldo menghembuskan nafas legah saat melihat Alizah baik-baik saja tanpa ada luka atau goresan sedikit pun.
__ADS_1
Disisi lain Faiz memerhatikan Alizah yang terlihat gelisah,senyuman tipis terlihat terukir sempurnah dibibirnya.
"Kamu.." Alizah menghentikan perkatanyaa saat melihat Faldo yang bersandar dikepala ranjang dengan keadaan yang baik-baik saja,Faldo terlihat sehat bahkan senyuman terus mengembang diwajahnya. Kali ini Alizah benar-benar membulatkan matanya.Bagiamana bisa faldo baik-baik saja setelah dengan jelas dia dipukul barder oleh para preman kala itu.
"hah dia manusia atau apa? bagaiamana bisa ! dan senyumanya itu!
Alizah benar-benar dibuat ter wah wohh, semuanya bisa dilihat dari ekspresinya yang terlihat terlalu menyolok.
"Kau baik ? ucap Faldo yang ditujukan pada Alizah, pertanyaan Faldo membuat raut bingung sekaligus bertanya-tanya oleh kedua orang tua yang memang tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"ekhm em.. aku baik ,aku baik,bagaiamana denganmu " tanya Alizah.Faldo tersenyum seraya mengangukan kepalah.
setelah selesai dengan aktifitas menjenguk Faldo serta beberapa obrolan diantara mereka,Faiz memutuskan untuk kembali ke kediaman mereka.Seberanya Faiz ingin seidkit berlama-lama namun sesuai keinginan Alizah yang ingin balik secepatnya.
"Kalian tidak makan bersama disini dulu nak"ucap umi Zenah pada keduanya.
"Emma tidak umi,nanti lain waktu saja "saut Faiz beralih ke faldo.
"Syukurlah Kamu baik-baik saja, terimah kasih sudah menjaganya untuk Kakak " ucap Faiz seraya meninju pelan lengan faldo,kemudian faiz dan Alizah berpamitan ,mereka meningalkan kamar Faldo diikuti umi Zenah dan Abi Adam yang juga ikut mengantar mereka.
Faldo menatap nanar kepergian mereka.
"Menjaganya untukmu ! ulang Faldo seraya menundukan wajahnya.Entah apa yang dipikirkan faldo , cuman dia dan authorlah yang tau.
Faiz dan Alizah berhenti disalah satu mall yang disampingnya terdapat pasar malam.Dari area mall Alizah bisa melihat dengan jelas ramainya pasar malam itu.
"Adek mau kesana ? tanya Faiz pada Alizah yang terlihat treus memerhatikan kearah pasar malam.
"Iya iya iya "saut Alizah dengan mata yang penuh binaran, macam adanya sinar ultra Gitu dimata Alizah yang bulat.
"Baiklah, adek tunggu disini,kakak kedalam dulu, belanjain keperluan kita"ucap Faiz, Alizah menganguk-angukan kepalanya.
"Adek beneran gak ikut ! mau tungguin kakak disini ! ulang Faiz, Alizah kembali menganguk-angukan kepalanya.Sebenarnya tadinya Faiz hanya asal bicara saja,tentunya semuanya akan lebih seru jika ditemani Alizah.
"Beneran ni dek ? engak ikut kakak!faiz mendekati Alizah yang terlihat tak bergemim di tempatnya.
"Emma emm aku tetap disini "saut Alizah.
"emm emm Baiklah, masuklah ke mobil, setelan belanja baru kesana "tunjuk Faiz kearah pasar malam. Alizah menganguk dan memasuki mobil sesuai arahan Faiz.
"Ingat ya dek, jangan kemana-mana,duduk disini tunggu kakak kembali "tegas Faiz pada Alizah, Alizah yang memang selalu ambyar jika melihat sesuatu yang disukainya langsung menganguk mengiyakan.
Meskipun sudah lama berbincang dengan Alizah m,Faiz masih belum yakin untuk meningalkan Alizah, ia masih berdiri dan menatap Alizah yang duduk disamping kemudi melalui kaca mobil yang terbuka.
__ADS_1
"Kakak pergi ya, tetaplah duduk dan tenang disini ya dek "ucap Faiz pada Alizah seraya melangkah dengan tergesa memasuki mall.
Alizah menuruti ucapan Faiz, ia duduk diam memerhatikan ke arah pintu masuk pasar malam,sesekali tatapanya dialihkan ke mall, berharap sosok Faiz muncul disana dan dia akan pergi ke pasar malam bersama Faiz.
"Lima puluh tujuh, lima puluh delapan, lima puluh sembilan, 18 menit..ya dia didalam sudah 18 menit" Alizah menghitung waktu lamanya dia menunggu didalam mobil.
(Author : Hey sadarlah, kamu duduk dan Faiz lagi muter-muter didalam )
Beberapa menit kemudian Alizah masih duduk menunggu kedatangan Faiz dengan mata yang masih tertujuh ke arah pintu masuk pasar malam.
Disaat lagi berusaha tenang-tenangnya kesabaran Alizah seakan hilang saat melihat seorang anak kecil keluar dari pasar malam dengan ice cream yang dipegangnya.
Alizah menelan pelan liurnya ,sungguh godaan yang mencapai puncaknya.Dengan dorongan hati , fisik Alizah pun mengikuti keinginan rohaninya.
Cekelek "dibukanya pintu mobil seraya keluar dari mobil.Tak peduli akan diceramah atau dimarahin nanti, Alizah seperti anak kecil yang dihipnotis dengan sebuah permen.
Dengan lihai Alizah melangkah memasuki pintu masuk pasar malam. Alizah berdiri menatap penuh kagum keadaan pasar malam, ditatapanya berbagai wahana dari yang sedang hingga yang menjulang tinggi.
"Ahhhhkk, ini sungguh indah yaa Alizah"ucapnya pada diri sendiri.Alizah meluaskan area penglihatanya, dilihatanya anak-anak juga orang dewasa ada juga sepasang remaja yang terlihat berjejer,mereka sedang memesan ice cream.
"Ha ha ha ice Cream..aku mau ice cream "Alizah melangkah dengan wajah berbinat mendekati penjual ice creamnya.
Lama mengantri akhirnya tiba juga giliran Alizah.
"Mau yang mana nona ? ucap si penjual ice Creamnya.
"Aku mau ice cream rasa vanilla coklat "saut Alizah.Alizah meraih sakunya dan memberikan beberapa lembar uang kepada si penjual ice creamnya.
Setelahnya Alizah melangkah dengan semangat, berjalan dengan mata yang berbinar dengan mata yang tertujuh pada ice cream yang dipeganya.
"Woaah ..ini Pasti..
"B r u u g h...Ahhh, Alizah bertabrakan dengan seseorang yang langsung membutnya terdorong ke belakang.
Ditatapnya ice creamnya yang melayang di udara.
"Ice cream kuuuu "ucapnya dengan posisi yang sudah tak seimbang.
B r u u Gh " Alizah terjatuh, Cutt.." ice creamnya juga jatuh berhamburan.
"Ahhhhkk.. ice cream kuu"Alizah mengepal kedua tanganya,apakah dia marah, tentu saja Alizah sangat marah melihat ice creamnya yang telah jatuh berhamburan.
"Akhirnya Kita bertemu lagi, Alizah.
__ADS_1