
Senyap-senyap terdengar lintikan air di telingan faiz.perlahan faiz membuka matanya menatap tempat disebelahnya yang kosong tak berpenghuni.Faiz balik menatap kasur disebelahnya lagi.Alizah,orang yang dipeluknya sedari tadi sepertinya sudah bangun dari tidurnya.Faiz merutuki dirinya,seharusnya tadi dia harus berjaga-jaga karna saat tidur dia memeluk tanpa izin kepada alizah.Biasanya faiz akan bangun lebih awal dari alizah,dengan begitu alizah tidak akan tahu jika dia selalu memeluknya disetiap tidurnya.Bagi orang yang sudah menikah tidak mempunyai jarak diantara keduanya karna hubungan mereka telah halal dimata hukum dan agama.Namun berbeda dengan kedua pasangan yang satu ini.Alizah dan Faiz,kedua insan yang sudah dipersatukan dalam ikatan pernikahan namun belum menyatu karna sebuah penolakan.Cinta yang tulus yang dimiliki faiz selalu disalurkan faiz disaat alizah tertidur,disaat itu fais akan memeluk hangat dan membekap tubuh wanita itu,tentu itu adalah hal yang tidak muda dan sulit untuk dilewati.
'Dekk..'pangil faiz tak mendapat sahutan.Faiz segerah bangun dari tidurnya menujuh kamar mandi.
'Adek didalam !! pangil faiz juga tak mendapat sahutan.Faiz mengelilingi setiap sudut kamar mencari keberadaan alizah.
Tak ditemukan keberadaan alizah di kamar faiz keluar menujuh ruang sebelahnya lagi lalu sebelah sebelah dan sebelahnya lagi namun tak kunjung menemukan keberadaan alizah.
Faiz pun turun kebawah mengecek beberapa ruang lainya dan akhirnya menujuh ruang makan.
Sesampimainya dimeja faiz diam membantu melihat berbagai macam makanan yang tertera di atas meja,hidangan yang terlihat begitu..!ah gimana ya jelasinya,soalnya hidanganya terlihat berbeda.Setaunya bi mina masih dikampung ,lalu siapa yang memasak makanan ini.
'Ini...!! terdengar suara bunyi yang berasal dari dapur.Ingin melangkah namun niatnya kembali ditahan saat melihat alizah berdiri di depan pintu sedangkan ditanganya memegang mangkok.
'Eh ! kamu sudah bangun!beberapa menit alizah diam ditempatnya kemudian kembali melanjutkan aktifitasnya.
'Semua ini..! Faiz menggantung kata.
'Masakanku 'sambung alizah seraya mengatur hidanganya di atas meja.Faiz agak tak percaya bahwa alizah yang memasak semua makanan ini,ya walaupun bentuknya terlihat berbeda dari makanan lainya.Itu..alizah baru ngajar masak ,jadi weslah masakanya agak berbeda.
'Duduk dan makanlah..'titah alizah saat melihat Faiz ingin melangkah.
'Aku sudah kasih beberapa kotak makanan untuk para pekerja'sambung alizah.Faiz menganguk lalu duduk di meja makan begitupun dengan alizah.Alizah terlihat tenang namun apakah kalian tahu saat ini rasa percaya dirinya alizah sangat tipis dan mungkin hanya secuil besarnya.
"Bi biar aku saja"alizah meraih sendok ditangan faiz,mengambil alih.alizah mulai menyendok nasi juga beberapa lauk pauknya kedalam piring faiz.Faiz duduk memerhatikan alizah dengan senyuman yang terus mengembang diwajahnya.Senang atau bahagia..! jangan ditanyakan lagi,sudah lama faiz menantikan hari ini,hari dimana alizah mulai menerima keberadaanya,ya walaupun hanya dengan sebuah masakan.Itu akan menjadi momen manis yang tak pernah ia lupakan.
DEG..DEGH..DEG..jantung alizah berdetak kencang saat faiz mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya.
Ayolah Aliza ..percaya diri dikit ' bergumam untuk menyemangati diri sendiri.
'Gi gimana ! enak..? Alizah menatap faiz,Faiz tersenyum sebagai balasanya,lanjut mengunyah makananya.
Alizah menghembuskan nafasnya,meraih sendok lalu memasukan nasi juga lauk kedalam piringnya.
aaaa'alizah mulai menyantap makanan yang dimasaknya..emmm !? mengerutkan dahi seraya meraih gelas dan meminumnya dalam satu segukan.Masakanya benar-benar tidak enak,sebagian asin karna kelebihan garam dan sebagianya lagi hambar tak berasa.Apa-apaan !ini makanan seperti apa,hewan pun akan menolak jika diberi makanan seperti ini.
__ADS_1
Alizah balik menatap faiz yang terlihat menikmati makananya.
Makanya hambar seperti memakan awan sedangkan yang asinya seperti sedang memakan rumput yang enak,anggap saja seperti itu' gumamnya yang ditujukan pada faiz.
'Adek gak makan ? ucap faiz pada alizah.Alizah mengeleng ,jujur dia kikuk dengan pertanyaan faiz.
'Tidak..rasanya tidak enak,asin dan hambar'saut alizah,jujur lebih baik gaeza,ya walaupun cangung dan agak malu membenarkanya.
'Gak lapar ! sambung faiz.
'engak..aku gak lapar'
pruukk..prukk..prukk..'suara perut yang berbunyi.
keadaaan ini..begitu cangung..'ahh perut ini memang tidak bisa diajak kerja sama..perut oh perut ini memalukan'gumam alizah.
Faiz menghentikan makananya saat mendengar suara azan yang berasal dari ponselnya.
'sudah waktu sholat ,kita sholat dulu ya dek'ucap faiz.
Senyap-senyap terdengar lantunan suci ayat Al-Qur'an,lantunan merdu nan indah dilantunkanya,iQomat tanda waktu sholat jamaah mereka akan dilakukan.
sebelum melafalkan niatnya faiz berbalik menatap alizah,memastikan bahwa makmunya sudah siap atau belum.alizah terlihat cantik dengan mukena putih yang dikenakanya.
Faiz mulai membacakan niatnya begitupun dengan alizah.Selanjutnya keduanya khusyuk dalam sholat mereka menghadap sang kuasa.lantunan yang begitu indah membuat merinding bagi orang yang mendengarnya.Begitupun dengan alizah begitu meirndingnya hingga butiran air mata berhasil terselip di sudut matanya.
Assalamualaikum waroh matullah 2x
Assalamualaikum waroh matullah 2x
Tanda berakhirnya sholat.
Faiz menyodorkan tanganya dan disambut alizah,alizah meraih tangan Faiz dan mencium lembut tanganya.saat alizah mengangkat wajahnya.
'Cup..' faiz mengecup pucuk kepala alizah.
__ADS_1
'ka ka kamu..'alizah jadi gagap
Faiz tersenyum sembari mengelus kepala alizah.Suasana menjadi tenang,faiz terlihat tenang dengan senyuman yang masih menghiasi bibirnya,berbeda dengan alizah yang terlihat kikuk dan cangung.
*Pria ini tak memiliki sisi malu atapun suasana canggung..heii apakah kau punya hati*..'Faiz terlihat tenang seperti biasanya berbanding dengan alizah yang cangung seakan salah tingkah.Suasana itu tak berjalan lama saat terdengar ketukan pintu yang menarik perhatian keduanya.
'kakak bukain pintu dulu'ucap Faiz seraya berdiri menghampiri pintu.
Huufft..'alizah menghembuskan nafas beratnya.suasana tadi jika bertahan lebih lanjut mungkin akan berpengaruh buruk bagi kesehatanya mengingat detak jantungnya yang tak bertatur ditambah alizah yang sesekali menahan nafasnya.
'Assalamualaikum den,ini pesanya'ucap pak agus.
'waalaikumsalam pak,makasih dan maaf sudah merepotin'saut faiz.Setelahnya pak Agus pamit pergi.
Alizah menatap Faiz yang kembali dengan sebuah bongkusan kotak ditangnya.faiz meletakan bungkusan itu dimeja yang berada disamping tempat tidur kemudian membuka satu persatu bungkusan itu yang ternyata adalah makanan,faiz sempat menelfon musa tadi dan menyuruhnya untuk memesan makanan,setelah menyusun semua makananya faiz kembali menghampiri alizah.
'Adek belum makan kan !Alizah menganguk.
'Buka mukenanya dulu setelah itu makan ya dek"sambung faiz.alizah menganguk lagi dan bergegas membereskan sajadah dan melepaskan mukena yang dikenakanya.
'kamu kapan..! alizah menggantungkan ucapanya,makan sudah terhidang dengan rapi didepanya saat ini.jadi untuk apa bertanya lagi
kata orang orang rezeki jangan ditolak kalo dalam fersiku makanan jangan digantung he he he '..
Dek..'pangil faiz.alizah mendongkak menatap faiz dengan mulut yang sudah dipenuhi makanan.
'Nanti abis makan kita keluar ya ,jalan jalan.."
~~~~``🐰
Sorry terlambat upload.
Mau lanjut satu episd lagi tapi terhalangi
Author mau bantuin emak buat ondel ondel😅
__ADS_1