Diakah Imamkuu

Diakah Imamkuu
Memulai dari awal


__ADS_3

Setelah dari panti faldo mengantar Alizah pulang.alizah tak berbicara sedari tadi,dia duduk diam memerhatikan luar mobil.Apa rekasinya berlebihan ! harus bersikap bagaimana dan seperti apa,yang jelasnya tak mau terbuai dengan rasa ini,ingin menghilangkan dan melupakan semua kejadian tadi tapi sangat susah baginya,jika dirinya adalah televisi maka akan menayangkan dengan jelas memorinya tadi saat faiz dengan tenangnya mengajukan lamaran pada wanita itu.


Ahhhh...aku ingin berteriak namun disini ada orang selain aku.Mungkin dengan berteriak keganduhanya berkurang tapi apa masalahnya ? bukankah ini yang ku inginkan dan ku tunggu-tunggu selama ini,dia memiliki kekasih orang yang dicintai,pikir alizah.tapi kenapa hati dan jiwa ini menolak keras.


"Kita sudah sampai "ucap faldo.Alizah menganguk dengan perlahan keluar dari mobil.


"makasih buat tumpanganya "ucap alizah dan berlalu kedalam meningalkan faldo yang memandang nanar padanya.


Alizah memasuki pintu utama,melewati ruang tamu tangga dan beberapa ruang lainya.Dengan hati yang gunda tatapan nanar dan langkahnya yang terasa berat alizah menarik lengan pintu kamar dan masuk kedalam.Menarik selimut dan naik kekasur lalu membungkus seluruh tubunya.


Disisi lain faiz telah kembali ke kediamanya,dia berniat menyusul alizah.faiz tahu alizah tadi mengikutinya ke panti sesuai dengan laporan yang diterimanya.


"Den faiz sudah pulang ,tumben awal den"ucap pak agus.


"iya pak,saya kedalam dulu "ucap faiz pada pak agus dan beralih memasuki kediamanya itu.


Didepan pintu kamar faiz yang hendak meraih handel pintu kembali menghentikan niatnya saat mendengar suara isak tangis yang berasal didalam kamar.Mata faiz membulat sempurna saat dirinya benar-benar memastikan bahwa itu adalah suara tangisan seseorang.


"Dia menangis ..!


cekelek..faiz langsung membuka pintu kamarnya dengan cepat melangkah ke sumber suara pemilik tangis.


"Dek..kenapa ? ucapan pertama yang diucapkan faiz saat melangkah mendekati gumpalan selimut.Didalam selimut alizah tercengang mendengar suara faiz,jelas-jelas saat ini jam kerja faiz kenapa dia pulangnya lebih awal ? kalau tahu begitu dia akan mengunci rapat pintu kamar saat masuk tadi.Lagi pula alizah tak berfikir bahwa dia akan menagis sesegukan saat ini.Sekaan sesak dan terganggu membuatnya jadi menagis untuk meluapkan keganduhan hatinya.


"Dek..bangun..! jangan seperti ini,bangunlah dan bicara"ucap faiz.Merasa tak tahan faiz meraih selimut yang menutupi alizah dan menariknya.Terlihatlah alizah yang berbaring sesegukan mencoba menyembunyikan wajahnya disela-sela kasur.


Faiz duduk disisi ranjang memandang alizah yang masih berusaha menyembunyikan wajahnya.


"kenapa kau kemari,aku ingin tidur jangan menganguku,pergilah..kehadiranmu menyesakan."ucap alizah.


"aku mohon janga pergi ,untuk kali ini saja jangan pergi,tetap disini menengkanku seperti biasanya" isi hati alizah yang sebenarnya.Dengan mata yang masih terpejam alizah diam menunggu reaksi selanjutnya dari faiz.


Pendengaran alizah yang tajam mendengar hembusan nafas berat yang dikeluarkan faiz.


"Baiklah..tenangkan diri dulu ya dek"Faiz berdiri dari kasur.

__ADS_1


"bukan reaksi ini yang kutunggu"gumam alizah.


"Maaf dek "sambung faiz seraya melangkah menjauh


hei jangan begitu ,aku tidak ingin ditinggalkan,apanya yang maaf ,kau harus menjelaskan semuanya ,ahhh ada apa dengan dadaku..."


Faiz menghentikan langkahnya saat kembali mendengarkan isakan tangis alizah.faiz kembali menghampiri alizah tak peduli akan diteriaki atau diomeli oleh alizah.sekarang pikiran faiz malah bertentangan dengan keinginan alizah yang sebenarnya.


Adek kamu..."ucapan faiz terhenti,secara tiba-tiba tangan alizah meraihnya dan langsung masuk kedalam pelukanya.alizah memeluk faiz dengan erat,faiz terduduk dengan mata yang membulat sempurnah.


"kenapa kamu selalu mematuhi ucapanku"alizah mengerutkan keningnya saat lintasan dimana faiz mengajukan lamaran terlintas dipikiranya,rasa marah kembali muncul,alizah mendorong tubuh faiz.


"Adek...dengarkan dulu


"Menjauh dariku"ucapnya seraya membuang sembarang wajahnya.Faiz mencoba mendekati alizah untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.sikap alizah yang berubah-ubah mungkin berhubungan dengan kejadian di panti tadi,pikirnya.


"dek..dek lihat kakak "faiz memegang dagu Alizah mengarahakanya untuk menatapnya.Mata alizah benar-benar megecil agak membengkak,mata itu menjelaskan semuanya.


"Tidak perlu,kamu pergilah aku butuh istirahat "saut alizah tak berani menatap balik wajah faiz,apalagi menatap matanya yang tajam itu.


"ma mana ada,kamu terlalu percaya diri hari ini"alizah mencoba megelak.


"Karna adek salah paham biar kakak jelaskan semuanya"sambung faiz,alizah balik menatap faiz ,Dia memang penasaran sedari tadi dan butuh penjelan.


"Kakak kepanti memberi bantuan untuk anak panti sekaligus membahas masalah lamaran untuk faldo"terang faiz.Tidak bisa dipungkiri hati alizah seakan tenang mendengarnya.


"Kakak sudah membahas hal ini pada umi dan abi,mereka menyerahkan semuanya pada kakak,jika lamaranya diterimah mereka akan langsung bertungan"tutur faiz.


"kamu memutuskan tanpa sepengetahunya"sergah alizah,padahal hatinya kini berkata lain.ya walaupun alizah tau faldo pasti tak mengetahui hal ini.saat melihat wanita itu terlihat jelas tatapan asing dimata faldo.


"Mereka akan bertunangan selanjutnya saat faldo sudah mapan baru melanjutkan pernikahan"terang faiz.alizah menghembuskan nafasnya setelah difikir-fikri tak ada salahnya jika mereka dijodohkan.


Setelah difikir-fikir perjodohan ternyata tidak seperti pemikiranku.


"baiklah aku akan mencoba menerima perjodohan ini ,walaupun agak terlambat untuk memulai semuanya"alizah menatap faiz yang juga sedang menatapnya.

__ADS_1


"hmm kenapa ? ucapnya saat melihat tatapan alizah yang berbeda dari biasanya.alizah mengeleng lalu menarik selimut.


"Aku akan tidur dulu,butuh istirahat "ucap alizah seraya berbaring dikasur.Perlahan alizah memejamkan matanya menikmati kenyamanan kasur dengan hati yang berbunga dan senyuman yang mengukir indah dibibirnya.


"Tanpa kusadari kamu telah masuk dihidupku,masuk melalui celah-celah kehidupanku,aku harap kamu berbedah dengan yang lain,jangan mengahancurkan kepercayaanku kali ini..untukmu suamiku"


alizah telah memasuki alam mimpinya dengan senyum indah yang masih terukir dibibirnya.Faiz yang masih duduk tak bergemim ditempatnya sedari tadi perlahan menjinjit mendekati alizah.


cup..'satu kecupan didaratkan di jidat alizah.


Tidur yang nyenyak dek..kakak mencintaimu 'ucap faiz ikut berbaring disamping alizah dan memeluk nyaman tubuh wanita yang telah sah menjadi istrinya itu.Aku mencuri pelukan tanpa izin ! biarkan saja ,dia istriku dan telah sah untuku.


maaf ya dek..kakak selalu mencuri pelukanmu ini disaat kamu sudah tertidur'bisik faiz seraya menyamankan pelukanya.


***


Brughh..'hei siapa kalian ,tolong ...apa ada orang ! tolong aku"saat keluar dari area mall Mona secara mendadak disergap oleh beberapa orang bertopeng.sialnya lagi tempat itu sunyi sehingga membuat mereka dengan leluasa menarik paksa mona dan memasukanya ke mobil.Mobil itu berjalan menjauhi area mall.Entah kemana mona pun tak tahu.


Mobil berhenti di sebuah mension besar,mereka memandu mona untuk masuk kedalam mension besar itu.Terus berjalan hingga sampai di sebuah ruangan.


"Namamu mona kan ! Mona mengarahkan padanganya ke depan dimana duduk wanita asing dengan penampilan yang diinginkan kebanyakan wanita.cantik dan elegan.


"Kenapa kau menculikku ! lepaskan,kamu salah orang " terdengar suara tawa dari mulut wanita itu.


"jangan takut aku adalah rekanmu,kenalkan namaku celly"celly menyodorkan tanganya dan di sambut mona.


"aku mona"saut mona.


"baiklah mona kita sudah saling kenal,marilah menjadi rekan yang baik.


"Apa maksudmu ? sergah mona.celly kembali mengukir senyumanya.


"Alizah..Juna.."celly menggantung.


Dan..Faiz "Mona mengerutkan keningnya.

__ADS_1


'Siapa Faiz ?


__ADS_2