
kini didalam kamar ketiga orang pria itu terlihata serius,Faiz dan Faldo berdiri memandang Adam yang duduk dikursi goyangnya.
"Seorang wanita datang pada Abi ,Namanya Celly ,Apa kau mengenalnya Fiz ? Tanya sang Abi.Faiz terdiam,ia terlihat berfikir dan mengingat ngingat.
"Apa maksut Abi ,celly rekan kerjaku ? tapi untuk apa dia bertemu dengan abi ? " Gumam Faiz.
"Aku tak paham akan maksud Abi ,Dan untuk wanita yang bernama celly dia adalah Rekan kerjaku ,Tak lama ini kami telah melakukan hubungan kerja sama "Faiz menerka-nerka Sedangkan Faldo malah bertambah pusing dengan obrolan keduanya.
"Beberapa hari yang lalu ,dia datang ke Pasantren untuk menemui Abi,dia menanyakan semua hal tentangmu selain itu wanita itu juga memberikan sejumlah uang untuk disumbangkan ke pasantren" Tutur Adam.
"Apa yang diinginkan wanita itu bi ? Faiz langsung menanyakan ke intinya.
"Abi rasa wanita itu mengiginkanmu ,minggu terakhir ini dia terus memberikan sumbangan bahkan berbagai perlengkapan anak-anak pasantren abi yang melihatnya merasa tidak enak hati" saut Adam menatap faiz dan Faldo secara bergantian.
"Apa yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah ini ? Tanya Adam pada Faiz.
"Faiz akan memikirkanya dulu bi ,mungkin jalan satu-satunya dengan memberi tahukan status Faiz yang sebernya"Saut Faiz membuat Faldo menatap penuh tanya padanya.
"Apa maksutmu kak ? Status..status apa yang kakak maksutkan ? Dan siapa wanita tadi ? Faldo langsung menanyakan beberapa pertanyaan karna saking penasaranya. Faiz memandang Adam.
"Wanita itu bernama Alizah ,dia istri kakakmu..Dia istri sahnya Faiz"saut Adam membuat Faldo kagetnya bukan main.
"Dia istrinya kakak ! Kapan menikahnya dan kenapa tidak kabarkan padaku ? Apa kakak tidak mengangapku sebagai adikmu lagi ?Dan wanita itu..Faldo mengantung ucapanya.
"Maaf kakak tidak sempat memberitahumu,Pernikahan ini terjadi secara mendadak,bahkan orang lain pun tidak mengetahuinya" saut Faiz berharap Faldo bisa memahami semuanya.
"Baiklah aku terima alasan kakak ,tapi apa maksutnya tidak diketahui orang lain ? Faldo menatap serius pada Faiz.Faiz menarik nafas berat lalu menghembuskanya.
"Status kakak memang sudah menikah namun itu hanya diketahui keluarga dan rekan terdekat kakak ,kakak menyembunyikan pernikahan ini" terang Faiz.
"Kenapa ? Kenapa harus disembunyikan ? Tanya Faldo
"Kakak menyembunyikan pernikahan ini mengingat usia istri kakak yang masih muda ,dia seusia denganmu" Saut Faiz.
"Kenapa ? Kalian sudah menikah ,apa karna ke egoanya jadi kakak terpaksa menyembunyikan semua ini " Faldo menerka-nerka.
"Kamu diamlah dek,Ini bukan seperti yang kamu fikirkan,Lingkunganyalah yang menuntut kakak untuk menyembunyikan semuanya ,Dia masih sangat mudah dan masih menduduki sekolah menegah sepertimu ,Coba kamu fikirkan,apa kakak tega memberitahukan semuanya dan menghancurkan kehidupanya ! saut Faiz membuat Faldo terdiam.
__ADS_1
"Kalian istirahatlah,ini sudah cukup larut" Ucap Adam yang dianguki keduanya.Sepanjang perjalan kekamar mereka ,Faiz berusaha untuk berbicara dengan Faldo namun tak digubrisnya.
"Jangan seperti ini
"Sudahlah kak ,Aku lelah dan mau beristirahat" saut Faldo segerah masuk kekamarnya ,Faldo bukanya marah pada Faiz karna tidak memberitahu mengenai pernikahanya namun karna kesan pertamanya dengan Alizah yang membut Faldo menilai tidak baik padanya,Menurut Faldo Alizah gadis yang kasar juga gegabah.
"Seharusnya kakak bisa dapat yang baik juga lebih dari itu" Ucap Faldo membanting kasar tubuhnya.Badanya sangatlah lelah juga otak dan pikiranya.
"Aku butuh tidur" Sambungnya seraya menarik selimut hingga menutupi seluruh badanya.
Faiz berjalan menujuh kamarnya.
Ceklek..dibukanya pintu kamar dengan hati-hati takut mengangu orang yang didalam.
Faiz menatap seisi kamar yang kelihatan seperti semula.
"Ternyata kamarnya baik-baik saja " Faiz berfikir Alizah akan membarder hancur kamarnya ,mengingat istrinya itu orang yang gegabah.Faiz kembali memfokusnya matanya pada tempat tidur dimana Alizah sedang tertidur dengan Fase yang memalukukan namun terlihat lucu dimata Faiz.Alizah tertidur namun hanya sebagian tubuhnya yang bersandar dikasur sedangkan sebagianya lagi tergantung hingga mengenai lantai.
Faiz melangkah mendekati Alizah dan membenarkan posisi tidurnya lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
"Andai kakak bisa memelukmu" Ucapnya sayu dengan tumpuan mata yang mengarah pada Alizah.Beberapa menit kemudian Faiz ikut terlelap dalam tidurnya.
***
Alizah duduk disisi kasur dan memandang kesal pada Faiz,mulutnya panjang sedepa karna dimonyongkan olehnya.Faiz sedang berbicara diujung telfon dengan seseorang.
"Aku butuh secepatnya ,Pagi ini juga "
"............................ '
"Ayolah ,aku tidak main-main,datang ke rumah umi abiku ,aku lagi disini "
"............................ '
"Baik,kutungu ,Waalaikumus salam " Faiz mengakhiri sambungan telfonya.
"Gimana ? Tanya Alizah dengan raut wajah kesal ,semalam baru memutuskan secara mendadak untuk menginap dirumah Abi uminya Faiz dan mereka lupa paginya Alizah harus berangkat ke sekolah sedangkan seragamnya ketingalan dirumah mereka.
__ADS_1
"Tenang ya dek 'Faiz mencoba membujuk.
"Tenang bagaiamana ! Aku harus ke sekolah dan harunsya sudah rapi dengan seragamku ,Tapi ini..' Alizah mengulurkan tanganya dan menatap baju tidur yang masih melekat dibadanya.
"Tenang ya Dek ,sedikit lagi ,tak lama kok' Bujuk Faiz'memang tak ada baik-baiknya jika istrinya itu mengamuk.
'Aku akan tunggu ,Tapi jika lama...Alizah mengatungkan ucapnya dan balik menatap tajam pada Faiz, Faiz menganguk paham ,ia sudah tau dengan jelas apa kata yang akan diucapkan oleh Alizah.
Tok..tok..tok..Ketukan pintu mengarahkan perhatian keduaya.Faiz mengahampiri pintu kamarnya.
"Emm iya, ada apa Bi ? Tanya Faiz Pada Bi Marwa orang yang mengetuk pintu kamar.
"Itu Den ,ada tamu didepan ,katanya perlu sama aden " Saut Bi Marwa ,Faiz menganguk dan beralih menghampiri Alizah yang masih duduk disisi ranjang.
"Kakak ke bawah dulu buat ambilin seragam adek' ucap Faiz pada Alizah.
"Hmmmm..'jawab Alizah dengan deheman.Faiz menganguk dan berjalan meningalkan kamar manujuh kedepan.
Sesampainya diruang tamu,Musa sedang duduk ditemani Umi dan juga abinya ,kelihatanya mereka sedang mengobrol.
"Assalamualaikum' Ucap Faiz pada mereka dan mencium kedua telapak abi uminya.
"Waalaikumus salam ' jawab ketiganya.
'kamu bawa..? tanya Faiz pada Musa yang malah menampakan senyum mengejek.
"Husss Fiz ,temanmu ini baru saja sampai ,tanyain kabar atau apa gitu" tegur Umi Zenah.
'Emm he he,faiz mengaruk tengkuknya yang tak gatal.
'Ini..ku bawah kok seragamnya' Ucap Musa memberikan sebuah kantong yang dibawanya pada Faiz.
"Takut ya ,dimarahin istri"Bisik Musa dengan maksud mengejek,Musa kembali duduk dan melanjutkan obrolan mereka yang sempat terputus.
"Nak Musa nanti sarapanya sama kita aja ,Umi ada masak banyak makanan soalnya' Ucap Umi zenah.
"Faiz keatas dulu ya ' Ucap Faiz pada keempatnya dan berlalu meningalkan ruang tamu menujuh ke kamar.Sesampainya dikamar dilihatnya Alizah yang masih duduk disisi ranjang.Faiz memberikan kantongnya pada Alizah.Tak mau banyak bacok Alizah mengambil kantongnga dan menujuh ke ruang ganti.
__ADS_1