
Setelah mandi ,keduanya menghampiri Malik dn Aliyah diruang makan.Terlihat Malik dan Aliyah yang duduk menunggu kedatangan mereka.
"maaf ya kek nek kita lama,Salahkan Liza Tuuzz, Isna tungguin tadi mandinya lama banget".
"apaan!! salah kamu sendiri,gua gak minta ditungguin ya"Balas Alizah.
"ngak tau terimah kasih banget,udah mending ditunguin ,Saut Isna kesal .
"Udah-udah waktunya makan,kalian ini seperti kucing dan tikus saja"Aliyah mengeleng kepala.Suasana pun sunyi ,hanyalah bunyi sendok dan piring yang terdengar diruangan itu.
Setelah makan Isna membereskan piring kotornya dan segera mencucinya.
"Bantuin coba"ucapnya memasang wajah sedih.sedari tadi Alizah hanya duduk santai memerhatikanya saja.sedangkan dia terus berputar membersihkan seisi ruangan.
"Udah beres belum ?sini gue bantuin"tawar Alizah.
"Bantuin palalu,udah selesai,dari tadi minta dibantu gak mau"tutur Isna kesal.
Setelah berberes-beres Keduanya pergi ke kamar,perjalan siang tadi cukup memakan tenaga.
"Besok jadi pergikan ? Tanya Isna memastikan.
"Hemm.." jawab Alizah dengan deheman .Alizah sungguh lelah ia sangat ngantuk ,sekarang tidurlah yang ia perlukan .
***
paginya,sesuai janji mereka semalam,akan mengunjungi ladang sang nenek ,yang katanya indah menurut keterangan Isna.Semoga saja.
"Ayo berangkat !! ucap Isna semangat.Mana nenek ? tanya Aliza karna sedari tadi ia tidak menemukan keberadaan neneknya.
"Nenek udah duluan tadi,katanya nanti kita nyusulin aja dari belakang"Aliza menganguk paham.
"Ayoo..Keduanya pun berjalan kaki menuju ladang nenek.
"Lizah....! pangil Isna.
__ADS_1
"hemm.. ? saut Alizah. "ini untukmu"ucapnya memberikan sebuah boneka gantungan kecil.
"Apa ini..? Alizah menatap gantungan yang diberikan Isna padanya.
"Itu pemberian dari gua,meskipun gak mahal sih,disimpan ya jangan sampai hilang,ucapnya berjalan mendahului Alizah.
Tak lama berjalan,kini keduanya disuguhkan dengan pemandangan Sawah yang indah ,Mereka telah sampai di ladang nenek.
"Indahkan pemandanganya ? ucapnya memperhatikan Alizah yang terganga melihat pemandangan indahya sawah.
"Sawah sebesar ini punya nenek ? tanyanya."Bagaimana bisa neneknya yang sudah setua itu bisa memiliki ladang sebesar ini,bagaimana dengan kerjanya,apa mereka sangup "itulah yang difikirkan Aliza.
"Iya,ladang ini milik nenek dan kakek,sono sampai sono panjang ladangnya"tunjuknya. Kamu lihat warga desa sana,tunjuknya pada beberapa orang yang berada tak jauh dari persawahan.
"Mereka itu karyawan nenek,mereka yang mengurus proses penanaman padinya hingga menjadi beras yang bisa dimakan"
Alizah menganguk paham.Ia sempat kaget sebelumnya tadi. karna mengira kakek dan neneknyalah yang bekerja mengurus ladang besar ini.
"Mau mandi ngah ? tanya Isna menatapnya Alizah yang kelihatan kebingungan.
"Beneran gak mau ? disana ada air terjun Loh"ucapnya mengintip Alizah.
"yaudah kalau gak ma,aku pergi ya,ucapnya seraya berjalan pergi.
Tungguin...gue ikut,teriak Alizah. Mereka berdua pun berjalan menuju air terjun yang tidak jauh jaraknya dari ladang nenek.
***
Aliza dan Isna pulang dari ladang dengan keadaan basah kuyup.Mereka pulang setalah meminta izin terlebih dahulu kepada nenek. Hari-hari Aliza dikampung nenek , ia jalani dengan senang hati dan tentunya bahagia,karna ada Isna yang selalu menamaninya.
Waktu terus berjalan,kini tibalah hari kepulangan Aliza.sekaligus penetapan hari pernikahanya dengan lelaki yang tidak dikenalinya.Aliza merasa berat meninggalkan kampung halaman neneknya.Ia sudah terlanjut nyaman berada Disana.
ALiza dijemput oleh abi dan uminya,mereka datang ke bandung untuk menjenguk Malik dan Aliyah sekaligus membawanya pulang .
Malik dan Aliya berat untuk melepaskan Aliza,namun ini semua demi kebaikan Alizah. Malik dan Aliyah mengantar kepergian Alizah ,namun tidak dengan Isna .Entah sejak tadi ,sudah tidak kelihatan batang hidungnya.
__ADS_1
"Nek..dimana Isna ? ucapnya menatap segala arah mencari keberadaan Isna,namun yang dicari entah kemana.
"Dia keluar tadi,katanya ada keperluan"jawab Aliya.
"oooww keperluan ya "Aliza menganguk paham. Alizah merasa sedih dihari terakhirnya berada dikampung,seharusnya ia bersama Isna untuk mengucapkan perpisahan mereka .Bagaimanapun Isnalah yang selalu menemani dia disaat-saat terpuruknya.
"Aliza kamu sudah siap nak ? ayo kita pulang"ajak umi Alizah.
"Aku tidak akan pulang,aku akan tetap disini saja "tolak Aliza membuat Fikri geleng kepala.
"Jangan keras kepala Aliza ,hari ini juga kamu abi bawa ke jakarta,pernikahanmu akan segera dilakukan setelah kamu tiba dijakarta nanti.
"Menikah...menikah dan menikah.Aku sudah bilang kepada kalian berkali-kali kalau Aku menolak pernikahan ini"teriak Aliza emosi.
Teriakan Aliza membuat Malik dan Aliyah kaget.Selama Alizah pertama datang ia tidak pernah melawan apalagi sampai membentak seperti itu.
Pantas saja anak dan mantunya ingin menikahkan Aliza diusianya yang masih mudah,ternyata karena sikapanya yang pembangkan.
"Nek...Alizah tidak mau kejakarta,Alisah tingal sama nenek aja ya"bujuknya.
Aliya berlalu memeluk cucunya itu "Dengarkan nenek sayang..keputusan ayah dan ibumu sudah bulat,nenek tidak bisa mencegahnya jalanilah semuanya dengan ikhlas"tuturnya Aliya mencoba meyakinkan Alizah.
"Ini semua karena lelaki itu,dia telah merebut kebahagiaanku,karna dia mama dan papa jadi membenciku,Aku membencinya"tutur hati Alizah.Setelah berpamitan ,mobilpun berjalan menjauhi kediaman nenek.
Dari kejauhan berdiri seorang gadis menatap kepergian mobil itu.ya gadis itu adalah Isna ia sengaja menghindar dari Alizah.
"Selamat tiggal Alizah"Ucap Isna menatap nanar kepergian Mobil Alizah.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan,itulah hukum alam,Setiap orang didunia ini pasti pernah merasakan hal itu.
********
Like & komentarnya 🙏✌
Tingalkan jejak kalian 😉💕
__ADS_1