
Kini Alizah berdiri diluar pintu kamar, Faldo sedang diperiksa oleh dokter.Alizah menatap Umi Zenah yang terlihat begitu cemas sedangkan Adam berusaha untuk menenangkanya.
"Ini semua kesalahanku " Ucap Alizah lirih ,alizah sungguh merasa bersalah dalam hal ini.
"Tenang dek ,Jangan salahkan dirimu ,ini hanya sebuah kecelakaan" Saut Faiz menatap Alizah ,ia mencoba memberikan ketenangan padanya.
CEKLEK..Pintu pun terbuka menampakan seorang pria paru baya dengan pakaian putihnya yang cukup panjang.
"Bagaiamana Dok ? Bagaiamana dengan keadaan Adik saya ? Tanya Faiz pada Dokternya.
"Hmm Tuan Faiz ,Disini saya ingin mengingatkan agar kejadian ini sebaiknya jangan terulang lagi" Dokter mengantung ucapanya dan menatap serius pada keempatanya.
"Bagian kepala termaksud salah satu bagian tubuh yang cukup sensitif dan sangat rentan akan pukulan,keadaan Korban akan sangat para bila pukulanya terbilang cukup kuat " Sang Dokter menjelaskan.Alizah makin tertekan mendengar penuturan Dokter.
"Jadi bagaimana dengan kondisi anak saya Dok ? Umi Zenah ambil bicara.
"Keadaan anak ibu baik-baik saja ,Untung pukulanya tidak terlalu kuat dan hanya terjadi cedera ringan ,dia hanya perlu beristirahat yang cukup "Saut sang Dokter seraya memberikan beberapa bungkusan obat pada Zenah.
"Ingat diminum pada waktu dan porsi yang sudah ditentukan,Saya pergi dulu ,Jika ada beberapa hambatan atau masalah silahkan hubungi saya" Ucap Sang Dokter pamit undur diri.
Umi Zenah pun masuk ke dalam dimana terlihat Faldo yang sudah sadarkan diri ,Faldo duduk menyandarkan kepalanya pada kepala tempat tidur.
"Kamu baik-baik saja ? Dibagian mana yang masih terasa sakit ? Ucap Umi Zenah seraya duduk disisi ranjang sedangkan tanganya asik mengelus kepala Faldo.
"Umi..Faldo Bukan Anak kecil lagi"Ucap Faldo dengan tampang cemburutnya.
"Tetapi Sikapmu masih seperti anak kecil Do" Ucap Faiz yang baru masuk ,Faldo balik menatap Faiz sunggu dirinya sangat merindukan kakaknya Itu.
"Kamu mana paham tentang pertumbuhan seorang Faldo,Aku sudah tumbuh menjadi lelaki Gentelmen sekarang ini" Saut Faldo memasang tampang pedenya.Jika bersama Faiz Faldo selalu berusaha untuk terlihat Cool didepanya ,Bagi seorang Faldo Faiz adalah Panutan serta pembangkit semangat 45nya,Bisa dibilang Faldo sangat menyegani Faiz.
"Kamu tak pernah berubah " ucap Faiz.Faldo malah berbalik menatap Uminya.
"Umi, Dimana Abi ?Tanya Faldo.
__ADS_1
"Abi barusan kembali kekamar"Saut Umi Zenah ,Faldo menganguk paham.Mereka terus melanjutkan Obrolan hingga ucapan seseorang hadir ditengahnya dan langsung menarik perhatian keduanya.
"Maafkan aku" Ucap Alizah yang entah sejak kapan sudah berada dibelakang Faiz,Faiz berbalik menatap Alizah yang menunduk.
"Adek..Ucap Faiz memandang Alizah.Faldo menatap penuh tanya pada Alizah ,siapa dia dan dari mana kemunculanya banyak pertanyaan yang terlintas saat dirinya diam menatap seorang gadis yang tak lain adalah Alizah.
Disisi lain Faiz yang melihat Alizah terus menunduk merasa sesak Pada bagian dadanya.Tanpa berfikir panjang Faiz menarik tubuh Alizah dan membekapnya di dalam pelukanya.
Didalam kamar dimana terdapat Faiz, Alizah ,Faldo dan juga Umi Zenah yang juga ikut menyaksikan semuanya ,namun tentu saja Faldolah yang paling terkejut diantara semuanya bahkan Faldo sampai membulatkan matanya sebagai ekspresi kagetnya tatkala melihat Faiz yang langsung memeluk Alizah saat itu.
Selama ini Jalankan menyentuh wanita memandang pun dijaukan bahkan dihindarinya.Namun saat ini semuanya berbanding terbalik bagaikan sebuah mimpi.Faiz secara terang-terangan memeluk wanita itu ,Sebenarnya siapa dia ? sampai-sampai Faiz terlihat Nyaman ketika memeluknya ? Pikir Faldo ,dia dapat melihat semuanya dari ekspresi dan gambaran wajah Faiz.
"Tidak apa-apa dek ,Semuanya baik-baik saja"Bisik Faiz pada Alizah yang beradra dipelukanya.
"Aku bersalah dalam hal ini" Ucap Alizah semakin mengeratkan pelukanya pada Faiz sedangkan wajahnya ditempatkan didada Faiz.
"Tidak semuanya sudah baik-baik saja dan juga itu bukan salah adek ,itu hanyalah kecelakaan " Faiz mencoba menenangkan.Faiz mengenal Alizah ,Alizah gadis yang angkuh dan juga selalu menyakiti jika berbicara namun disisi lain istrinya itu sangatlah sensitif sehingga selalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu,Faiz mengetahui hal itu.
"Apa..Apa yang terjadi ? Ucap Faldo penuh tanya dengan raut kebingunganya setelah dari tadi hanya diam memerhatikan keduanya.Setelah dirasa Alizah sudah cukup tenang Faiz baru melepaskan pelukanya dan berbalik menatap Faldo yang menatap tajam padanya seaakan seakan meminta penjelasan.
"Abi memangilku ,Aku akan menemui abi,Kamu juga harus kesana" Ucap Faiz membuat Faldo makin bertanya-tanya.Faiz balik menatap Alizah dan meraih tanganya.
"Adek butuh istirahat" Ucap Faiz menuntut Alizah agar mengikutinya.Alizah diam mengikuti Faiz yang terus berjalan dengan tangan yang terus mengengam Alizah.
Keduanya berhenti disebuah pintu yang diyakini Alizah adalah sebuah ruangan.Faiz membuka pintunya dan menuntut Alizah agar ikut masuk kedalam.
Alizah menatap seisi kamarnya
"Ini kamarmu ? Tanya Alizah pada Faiz.
"Ini kamar kakak ,kamu tidur dan istirahatlah" ucap Faiz pada Alizah.
"Tidur ? ulang Alizah.
__ADS_1
"Malam ini kita akan menginap disini ,jadi adek tidrurlah ,Kakak Akan menemui Abi dulu" Ucap Faiz menatap Alizah.
"Adek baik ? Tanyanya.Alizah balik menatap Faiz
"Memangnya aku kelihatan tak baik!Abimu pasti sudah menunggu" Saut Alizah kembali menatap seisi kamar.
"Aku suka melihat hal yang baru"Ucap Alizah menatap kamar yang cukup besar dengan dekorasi yang tidak terlalu menyolok dengan kemewahan namun tetap meningalkan kesan bagi setiap orang yang melihatnya'Unik'penilaian Alizah pada kamar Faiz.
"kalau gitu Kakak pergi ya" ucapnya mengelus kepala Alizah dan berlalu meningalkan kamar.Alizah diam menatap Faiz hingga suara ponselnya mengalihkan perhatianya.
"Ada apa ? Tanya Alizah setelah menekan ikon hijaunya.
"Itu hehe..Tugas dari Bu Tari udah Loe bikin ? Tanya Elsa diujung Telfon.Elsa dan Alizah sekelompok.
"Udah ,Loe tau terima bersih saja " Saut Alizah dengan nada sinisnya.
"He he he ,Makasih ya zah ,Loe memang Teman yang baik,Gue nelfon Loe karnah mau bilang kalau besok sesudah pulang sekola sekitar jam 4 Kita bakal latihan dulu" Ucap elsa sambil cecikikan ,ia tahu Alizah terpaksa mengikuti proseni kali ini.
"Itu saja ? saut Alizah menghampiri kasur dan membanting kasar tubuhnya.
"Itu juga zah..kak Juna minta No Loe,Kasih apa Kaga ?
"Kamu pake nanya segala ,Jangan dikasih dong ,Berani Loe kasih awa aja Loe" Balas Alizah.
"Jujur Zah ,gue Gak tega dan Gak bisa untuk menolak kak Juna zah ,Sungguh itu menyakitkan" Saut Elsa dengan nada tertekan yang malah terdengar Alay dipendengaran Alizah.
"He he he,Kasih aja gapapa Loe kasih aja No Gue" Saut Alizah.
"Beneran ni zah ,Gue kasih ya Nonya ,Dengan begini beban hidup Gue bisa jadi ringan zah" Timpal Elsa dengan nada 45
"Iya Loe kasih aja ,biar besok Gue tabok Loe dan jangan harap nama Loe bakal ada dalam daftar tugasnya biar Loe rasain gimana rasanya menghormati bendera di siang bolong " Ucap Alizah seraya mematikan sambungan telfonya.
"Junaaaaaaa..Apa sebenarnya masalah Loe sama Guaaaaa.." teriak Alizah sekuatnya dengan nada Frustasi.Untung dinding kamar kedap akan suara ,jika tidak semua penghuni rumah pasti sudah khawatir dan berlarian menujuh kamar dimana Alizah berada.
__ADS_1
*****
Maksih buat Dukunganyađź’•