
Seperti biasa,alizah diantar oleh faiz ke sekolahnya.Pagi itu terasa berbeda entah mengapa perasaan alizah merasa tidak enak.Faiz yang sedang mengemudi menyadari akan hal itu.Alizah terlihat risau dan tidak tenang sedari tadi.
Hingga faiz menghentikan mobilnya di dekat area sekolah Alizah namun tingkah Alizah masih sama,terlihat diam diduduknya namun selalu menatap segala arah sambil menghembuskan nafas beratnya.
"Ade baik!Faiz mengulurkan tanganya ke jidat alizah namun tak menemukan hal aneh atau gejala sedang sakit.
'Adek gak ke sekolah!sambung faiz saat alizah hanya memilih duduk ditempatnya.Entah mengapa hatinya menyuruhnya untuk tetap duduk ditempatnya.Melihat alizah tak bergemim dari duduknya akhirnya faiz kembali masuk kedalam mobil.Faiz menyalakan mobil seraya menarik stir mobilnya.
"Berhenti.."
"Aku akan ke sekolah"alizah meraih tangan faiz lalu menciumnya.
"Assalamualaikum"ucap alizah.
"Wa'alaikumussalam"saut faiz.Faiz duduk menatap alizah yang berjalan memasuki sekolahnya bahkan hingga tubuh alizah sudah tak terlihat.Tatapan nanar itu berakhir saat faiz mendengar deringan ponselnya.Setalahnya faiz kembali menyalakan mesin mobilnya perlahan berjalan meninggalkan sekolah alizah.
~
Alizah berjalan memasuki gerbang sekolah.Sepanjang perjalan semua orang mengarahkan perhatian mereka pada alizah.Alizah mengerutkan keningnya membalas tatapan mereka yang terlihat aneh.Tatapan mengejek dan mengitemidasi.Apa yang terjadi ? mengapa mereka menatapku seperti itu!senyap-senyap jiwa alizah mengelora menanyakan hal itu.Hingga alizah memasuki gerombolan besar,kumpulan murid cewek dan cowok.Entah apa yang terjadi.apa yang mereka lakukan,dan mengapa mereka berkumpul seperti ini dengan tumpuan yang hanya fokus padanya.Ada juga yang berbisik dan bergunjing saat dia melewati tempat itu.Entah apa yang telah terjadi,namun alizah meyakini telah terjadi sesuatu yang besar saat ini.
"Hentikan tatapan menjijikan itu"ucap alizah pada seorang murid cewek yang menatap seakan sedang megejeknya.
"Aku menjijikan ! Oh noo..kamulah yang menjijikan.."wanita itu mengantungkan ucapanya diikuti tatapan sinisnya.
"ISTRI MUDA.." prraaanggg..'alizah membatu mendengar ucapan wanita itu.ucpanya sekaan sebuah petir besar yang langsung menghantamnya.
__ADS_1
"Apa yang kau maksud..berhentilah berbicara yang tidak-tidak".timpal alizah dengan badanya yang sudah bergetar.Apa yang harus diperbuat.Mendengar ucapan wanita itu tubuh Alizah dengan sendirinya bereaksi.
Keadaan saat ini,seakan alizah sedang melakukan serkuis dan dikelilingi oleh para penonton.
"Berhenti menatapku seperti itu."ucap alizah yang langsung mendapat balasan tawa meledek dari semuanya.Area itu menjadi ramai seketika.Alizah mengepalkan tinjunya saat seorang wanita berjalan mendekatinya.Wanita itu menatap remeh dengan tatapan jijiknya.
"Ho ho..inilah alizah..si istri muda"seketika suara tawa mengema saat itu juga.Alizah langsung tersudut,nyalinya seakan hilang,matanya berkaca-kaca siap membasahi pipinya.Inilah yang ku takutkan,inilah yang ku takutkan selama ini,dan sekarang ketakutan itu terjadi.Tatapan mereka sungguh mengintemidasi,tatapan sinis juga ejekan dan tatapan itu..aku benci tatapan yang mengartikan tatapan jijik kepadaku.Aku bukan kotoran sehingga kalian bersikap seperti ini.
"Heii...adakah diatara kalian yang mengerti situasiku...!!teriak alizah dengan mata yang berkaca-kaca,alizah menahan bendungan air matanya.Inilah rasa takut yang sebenarnya.Saat ini aku merasakanya.Alizah mengerutkan wajahnya,mereka masih belum mengerti keadaanya,semuanya terlihat jelas dari tatapan mereka padaku.
Alizah diam membeku ditempatnya,wajahnya terus menunuduk.Tak berani menerima kenyataanya.
Disisi lain Faldo yang baru saja datang pagi itu mengarahkan tatapanya pada segerombolan murid yang berkumpul.Merasa penasaran perlahan faldo melangkah mendekati mereka.
Faldo menatap tajam seorang wanita yang sedang menjadi pusat orang-orang,wanita itu terus menduduk.Apa yang telah terjadi !?
Alizah dipangil ke kantor untuk menjelaskan apa yang telah terjadi.Menjelaskan semua gambar yang memenuhi mading bahkan beberapa tembok sekolah juga ditempelkan gambar itu.Foto alizah saat menjadi mempelai pengantin.
"Iya pak,saya mengerti".ucap alizah sedikit menunudukan kepala tanda pamit.Alizah segerah keluar dari ruang kepsol menujuh ke pintu utama kantor.Ada faldo yang berdiri dan bersandar di pintu masuk kantor.Alizah menatap sekilas pada faldo kemudian melanjutkan langkahnya.Faldo mengikuti alizah.
Alizah akan pulang,dikantor tadi dia disidang cukup lama oleh beberapa guru dan juga kepsol.Sungguh saat itu adalah saat yang tak pernah terlupakan,Aliza tersenyum rapuh mengingatnya.
Sesampianya diparkiran sudah ada Juna disana.Alizah berhenti dan menatap sekilas pada Juna.Lelaki itu pasti sakit hati menerima kenyataan ini.
"Tidak ada yang ingin kau jelaskan ? ucap Juna menatap sayu pada Alizah dia tak memperdulikan faldo yang berdiri dibelakang Alizah.Alizah menelan berat salivanya mencengrkam kuat-kuat sudut seragamnya sambil berkata..
__ADS_1
"Apa yang harus ku jelaskan!semuanya sudah dijelaskan dengan gambar itu".Alizah kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Juna yang masih mematung ditempatnya.
"Biar aku mengantrmu ".Faldo yang sedari diam mulai angkat bicara.Alizah tak menyahuti ucapan faldo.Dia terus melangkah menujuh gerbang.
Digerbang alizah menghentikan langkahnya.Seorang lelaki berdiri diujung sana menatap sayu padanya.Saat ini aku membenci tatapan itu.Tatapan ibah yang ditujukan padaku.Beberapa menit berjalan kami saling menatap dalam diam.Dia faiz,lelaki yang telah menghalalkanku di usiaku yang begitu muda.
Angin terus meniup dan menerpa kami,masih saling menatap dalam diam.Air mataku mulai membendung,mataku berkaca-kaca,siap lolos melalui sudut mataku namun berusah ku tahan.Rasa takut dan tertekan kini kurasakan.Kata-kata ejekan dan hinaan terlintas dipikiranku saat menatap dia yang bernotebet sebagai suamiku.
Perlahan faiz melangkah mendekatiku.Dia berdiri didepanku masih dengan tatapanya yang sayu.Aku berharap dia tidak mendekat.
"Aku..membencimu"ucapku terbata,sekan berat untuk berbicara.Perlahan faiz mendekatiku,menariku dengan lembut kedalam pelukanya.Dia membekap dan memelukku begitu kuat,seakan pelukanya tidak ingin dilepaskan.Pelukanya begitu lembut dan hangat.Namun belum bisa menghilangkan rasa takut dan tertekan yang kurasa.Perlahan dia membelai kepalaku dan berkata.
"Maafkan kakak.."kalimat yang pendek namun mampu menembus hatiku.Mataku semakin berkaca mendengar perkataanya.Iya,dia memang bersalah karena telah menikahiku di usiaku yang masih muda.Baguslah sekarang dia menyadarinya,pertama aku berfikir seperti itu.Namun saat dia berkata
"Kakak bersalah karena telah mencintaimu..maafkan kakak".Deghh..'jantungku berdetak kencang mendengarnya.Ucapnya membenarkan bahwa disini akulah yang bersikap egois.
"Menangislah... "aku mendongkak mendengar ucapanya.
"Menagislah..jangan memendam semuanya,Mengangislah.."
"Kenapa ? ucapku lirih.
"kakak tidak bisa mendengar tangisanmu.."
Huuu..hikss..hikss.."aku menangis sejadi-jadinya,mengeluarkan semuanya.Bahkan ku rasa lenganya telah luka karna cubitanku.
__ADS_1
Jadi siapakah yang bersalah dalam hal ini..kehidupan memutar semuanya..aku lelah".