Diakah Imamkuu

Diakah Imamkuu
Episode 76


__ADS_3

Di sebuah gedung tua, seorang lelaki berdiri dengan auranya yang menakutkan,tatapan matanya yang tajam mampu membuat semuanya merinding serta menelan saliva berat mereka.


Tak ada diantara mereka yang berbicara, takut salah berbicara ataupun menjadi objek pelampiasan pria itu.


"Kalian tahu apa kesalahan kalian!lelaki itu mulai angkat bicara setelah sedari tadi hanya diam dipenuhi kesunyian dan ketegangan memenuhi ruangan itu.


"Aku tanya, apa kalian tuli!!lelaki itu mulai menaikan intonasinya.Terlihat jelas aura kemarahan yang membara dari tatapan matanya.


"Kami mohon ampun bos,semuanya tidak berjalan dengan yang seharusnya"terang seorang pria dengan keadaanya yang cukup memprihatinkan, pria itu merupakan ketua geng jelek dalam rombongan yang menculik Alizah.


"Apa maksutmu!ucapnya sambil mengangam kasar kerah lelaki yang tadinya mengangkat bicara.


"Kamu Sudah melakukanya dengan baik, namun saat itu datang penyusup ,mereka sungguh lihai malawan dan melumpuhkan kami"terang lelaki itu dengan ekspresi bajinganya, itu terlihat memalukan.


"Cih..hhh, kalian pikir aku peduli dengan itu" brughhh ,pria itu terbengkalai ke sudut ruangan akibat dorongan pria yang bertatus sebagai bos mereka.


"Aku tidak peduli apa alasan kalian, kalian memang gak berguna 'teriak pria itu seraya melempar sebuah guci ke salah satu anak buahnya.


"Kalian yang tak berguna, keinginanku tertundah karena ulah kalian para sampah,lebih baik mati saja kalian"ucapnya seraya meraih senjata yang diselipkan pada sisi celanya.


"Pooowww...powwww "suara tembakan mengema alhasil memakan dua orang korban diruangan


'Tak..tak.. tak.. tak.."pria itu menghentikan aksinya dan balik menatap pintu dimana suara hentakan sepatu berasal.


"nyiiingg..pintu dengan bahan besi terbuka.


Menampakan seorang wanita cantik dengan bentuk tubuh dan gayanya yang luar biasa,begitu cantik dan elegan.


"Tak tak tak tak,wanita itu melangkah mendekati pria yang lebih menonjol diantara lainya, pria yang terlihat membara dengan senjata tajam yang terletak ditanganya menandakan pose membunuh.


"Berhentilah...tensis darahmu bisa naik dengan pesat dan nantinya akan menyusahkan dokter"semua mata tertuju pada wanita yang terlihat begitu menggoda itu,mengunakan gaun pres dengan potongan dibagian dadanya yang melonjok membuat payu daranya terlihat rapi dan tersusun sempurnah.


"Apa yang kamu lakukan disini !! pergilah..aku tidak mengundangmu kemari "saut pria itu menatap tajam ke arah wanita.


"Ow ow teman lamaku,kamu benar-benar jahat hingga melupakan temanmu yang satu ini,Tuan chadra yang terhormat "ucap celly diikuti senyumanya yang manis dan menusuk. wanita itu adalah celly, teman lama Chandra sekaligus rekan kerjanya saat dulu chandara masih menatap di Indonesia hingga ia memilih melanjutkan studynya ke jepang.


Chadra tersenyum kecut lalu tertawa mengejek.Ia mengenal dengan jelas siapa wanita ular dengan wujud manusia yang berada dihadapanya saat ini.

__ADS_1


"Katakan maksut kedatanganmu ! aku merasa mual jika berlama-lama melihat wujudmu itu" chandra menatap tajam.


"Kamu mengenal wanita ini!! Celly menunjukan sebuah gambar.


"Alizah..!! lirih chadra.


"Dia Alizah ,dia wanitaku "sambung chandra membuat celly menghamburkan tawanya.


"Diamlah siluman !mulutmu minta ditusuk !chandra menatap tidak suka.


"Hhh baiklah..baiklah "mimik berubah seratus persen dan menatap serius pada Chandra.


"Apa kau tau wanita itu ? tanya celly.


"sudah ku bilang dia wanitaku "saut chandra dengan lantangangnya membuat celly melangkah mendekatinya dan berdiri tepat didepanya.


"Akan ku katakan, wanita yang kau sebut sebagai wanitamu itu sebenarnya telah memiliki hubungan khusus dengan orang lain.


"Akhhh.."Celly terhempas ke sisi ruangan.


"Jangan bermain-main denganku ular,kamu mau kubunuh "chandra menodongkan senjatanya tepat di kepala celly.


"Akan ku beri tahu wanita itu,wanita yang bernama Alizah dia memiliki seorang kekasih, dia adalah seorang istri dari seorang pria bernama Faiz.


"Diamlah..!! teriak chadra .poww.. Powww..tembakan yang ditujukan pada seisi ruagan.


"Kau pembohong, dia wanitaku dan hanya miliku, dia milikuuuu.."teriak chandra diikuti membanting dan memporakan ruangan.


"Berhentilah,marah tidak ada gunanya"celly berdiri dan menghampiri chandra.Diraihnya dua buah kertas dan diletakan dimeja yang bersampingan di sisi chandra ,dengan tenang duduk pada sofa.


"wanita ini adalah Alizah, wanitamu"tunjuk celly.


"Dan yang ini " tunjuknya pada kertas yang satunya lagi ,Chandra ikut memerhatian pose seorang pria pada kertas selembar itu.


"Namanya Faiz,umpamakan saja dia adalah miliku ,emmm lebih tepatnya lagi aku mengincarnya"terang Celly, sedangkan chadra tak beralih menatap gambar Faiz.


"Kita akan bekerja sama, bagaimana? Kamu akan memiliki wanita itu dan aku akan memiliki dia 'tunjuk celly pada gambar Faiz.

__ADS_1


"Aku tidak tertarik bekerja sama dengan seorang wanita, itu merepotkan "saut chandra.Celly merapikan rambutnya seraya berdiri.


"Baiklah,aku anggap kita telah bekerja sama, dia bukan pria biasa dengan kerja samalah agar semuanya berjalan lancar "ucap Celly dan berlalu pergi meningalkan ruangan itu.


Chadra masih duduk menatap gambar Faiz dengan tatapanya yang tajam.


"Faiz ..hemm, lawan yang cukup sepadan"ucapnya diikuti senyum menyeringi.


**


Alizah dan Faiz seperti biasa, bangun lebih awal untuk melaksanakan sholat subuh, dua jam sebelumnya Faiz telah bangun,seperti biasa melaksanakan sholat tahajud.


"Kita masak apa ? ucap Alizah sembari duduk di meja dapur.Bi Mei sedang pulang kampung menjenguk sanak keluarganya disana, jadi untuk masuk masih dipertanyakan.Alizah bersemangat dalam hal ini.


"Emmm.."Faiz terlihat berfikir ,beberapa menit berlanjut, mungkin menemukan sebuah ide Faiz melangkah menghampiri kulkas.


Alizah duduk memerhatikan kegiatan Faiz.Faiz mengangkat beberapa sayuran, wortel, daun soup dan juga beberapa butir telur kemudian diletakan dimeja dapur.


"Masak apa? tanya Alizah dengan tumpuan mata memandang ranjang yang berisi bahan-bahan untuk memasak.


"Makanan "saut Faiz membuat Alizah mengerutkan dahi.Faiz mulai memotong sayur dan menyiapakan rempah, mengoreng menumis,memotong daging ,semuanya dikerjakan dengan sempurnah,Faiz begitu lihai mengerjakanya.


Alizah yang melihatnya penuh dengan binaran cahaya dimatanya,fokus Sinar ultra.


"Ajarkan aku membuat ini "tunjuk Alizah pada sepasang kol yang membundar sempurnah.Faiz balik menatap Alizah, kemudian menghamprinya.


"Emma nanti kakak ajarin ya dek"saut Faiz,Alizah mengeleng .


"Aku mau sekarang ,ajari aku "saut Alizah dengan wajah menujuh tahap yang biasa dilakukan wanita saat keinginanya tak terpenuhi,bibir turun ke bawah agak monyong dengan mata penuh wibawa, apalagi kalau bukan ngambek. (Wkwk)


"Sekarang.. sekarang.. mau di ajarin sekarang"ngambek Alizah.Faiz mengaruk tengkuknya yang tak gatal, sebenarnya bukan tak mau mengejari Alizah, tapi itu..panci end kuali yang masih dikompor minta dipantau.


"iya iya, Kakak ajarin dek "saut Faiz ikut duduk disamping Alizah.


"Ahhhhkk.. akhirnya bisa masak "gumamnya diikuti tinju yang melayang ke atas.


Faiz tersenyum melihat tingkah Alizah.Keduanya mulai sibuk dengan aksi memasak mereka.

__ADS_1


***********💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2