
Semua rombongan itu sudah dibuat kewalahan dan tentunya mereka sudah dilumpuhkan.Musa dan Aldi cukup ceketan dalam menyelasaikan semuanya.
Alizah dan Faiz memilih kembali ke kediaman mereka, Alizah sempat menawarkan Faiz agar menjalani perawatan di rumah sakit, namun ditolak Faiz dengan alasan, lukanya tidak terlalu parah ,hanya sebuah goresan yang nantinya akan diobati oleh seseorang.
Untuk faldo sudah ditangani dengan baik oleh beberapa orang kepercayaan Faiz yang mahir dalam bidang kedokteran.Faldo sudah ditangani di rumah sakit, ruangan VIP khusus.Kabar baiknya lagi faldo juga sudah sadarkan diri.(Ayo tepuk tangan.wkwk)
Setelah menjalankan perjalan akhirnya Alizah dan Faiz sampai juga dikediaman mereka. Waktu menunujukan 04 :10 ,akan menjelang subuh.
"Kamu terluka...harusnya dirawat dulu dirumah sakit "ucap Alizah yang berdiri tak jauh dari Faiz, keduanya berada didalam kamar.Faiz bukan menjawab malah melangkah mendekati Alizah diikuti dengan senyumanya, Alizah yang melihat itu sungguh merasa aneh bukan kepalang.
"Adek khawatir ? ucapnya diikuti senyum manisnya.Alizah yang melihatnya jujur dag dig dug dan salah tingkah ,Alizah mulai terpojok.
"Hah pria ini... dalam keadaan seperti ini masih bisa tersenyum!! Kata hati Alizah.
"Adek benar-benar khawatir !! sambung Faiz seraya mendekatkan wajahnya pada Alizah, Faiz ingin melihat dan memastikan reaksi Alizah yang sebenarnya.
Tingkahnya Faiz malah membuat Alizah jadi salah tingkah.
"Ak aku.. aku tidaaaakk"ucapnya terputus-putus diikuti gelengan kepalah. Faiz yang melihatnya sungguh merasa teregelitik dengan tingkah Alizah yang terlihat lucu dan imut itu.
"Beneran ? Faiz makin mendekatkan wajahnya hingga menghilangkan jarak antara keduanya.
"Sungguh ? sambungnya lagi, Faiz menatap tajam mata Alizah yang terlihat terpojok dan nyaris membulat.
"Bukan khawatir ? Kali ini Faiz benar-benar mencoba mengoda dan mengerjai Alizah,timbul dibenaknya untuk bermain-main dengan istri kecilnya itu.Faiz makin mendekatkan wajahnya hingga kedua hidung mereka bertemu ,benar-benar tak ada jarak pemisah, meskipun awalnya ingin bermain-main, Faiz malah terjebak dalam permainanya, tatapan matanya berubah total dan Alizah bisa melihat hal itu.
Tatapan mata yang aneh dan tentunya membangkitkan rasa merinding bagi setiap orang yang melihatnya.Dag dig dug..detak jantung keduanya benar-benar tak terkontrol lagi, seakan ingin copot dari tempatnya.
"Alizah... Alizah.. sadar,jantungku!!
"Ahhhkk.. ahhhhkk..'Alizah berteriak seraya menjauh namun dengan cepat ditahan Faiz.Faiz merangkul pinga Alizah dengan mata yang menatap tajam kebawah, memandang Alizah yang pendek (Wkwk).
"Lepaskan,lepaskan ,kamu aneh "ucapnya berusaha melepaskan rangkulan Faiz.
"Tenang... tenang dulu dek"Faiz menatap tajam wajah Alizah, dilihatnya sebuah bercak darah yang sudah mengering terselimut dibagian sudut jilbap Alizah, antar wajah dan khimar.
__ADS_1
"Adek terluka!! ucap Faiz seraya membuka sedikit khimar Alizah dan memberi sudut untuk memastikan apa benar-benar terluka.Alizah cukup kaget dengan aksi Faiz, beraninya dia membuka khimarnya tanpa seizin darinya.
"Aku ada memberi izin untukmu ? ucap Alizah diselah aktifitansya Faiz.faiz kembali memfokuskan matanya pada Alizah.
"Hmm baiklah " Faiz mengangtungkan ucapanya beralih ke sisi ranjang.Alizah menatap aneh saat Faiz malah tersenyum manisnya padanya.
"pria ini benar-benar gila"gumam Alizah.
"Kakak suamimu "sambung Faiz mampu membekukan Alizah.Alizah menarik nafas beratnya dan menelan salivanya.Alizah tidak bisa mengungkiri ucapan Faiz barusan.Ayolah Alizah jangan lupa akan statusmu.
"Hmmm hmm.. semuanya benar-benar keluar dari jalurnya"Alizah mencoba meralihkan pembicaraan.
"Bagaiamana dengan lukamu! Kamu Seharusnya menjalani perawatan "ucap Alizah kembali merutuki dirinya saat melihat senyuman Faiz kembali muncul.
"Aku aku mengatakan ini karna nantinya aku juga yang akan ditanyakan ibu jika melihatmu dalam keadaan seperti ini "Alizah mencoba menerangkan,soal kejadian itu memang disembunyikan mereka,tanpa memberi tahu kedua pihak keluarga.
"Kemarilah " ucap Faiz pada Alizah, Alizah diam kemudian menganguk dan berjalan menghampiri Faiz yang duduk disisi ranjang.
Faiz ikut berdiri lalu meraih tubuh Alizah, Alizah diam namun dipenuhi berbagai pertanyaan dengan sikap dan aksi Faiz yang agak aneh menurutnya.
Faiz merangkul tubuh mungil Alizah kedalam pelukanya,mengerakan pelukanya seakan tak ingin berpisah dan berjauhan denganya.
"Kakak benar-benar khawatir hari ini,sementara saja,biarkan kakak memelukmu"sambung Faiz dengan nada lembutnya.Alizah terdiam, sebenarnya pelukan Faiz sangat nyaman bahkan sangat-sangat nyaman untuknya.
Lama terjadi keheningan antara keduanya akhirnya Alizah kembali mengangkat wajahnya.
"Lukamu...bagaimana dengan lukamu ? Pergi dulu ke rumah sakit dan rawatlah lukamu itu"ucap Alizah pada Faiz. Faiz mendongkak menatap Alizah yang pendek, karna posisinya Faiz masih merangkul Alizah.
"Tadi kan Kakak sudah bilang lukanya tidak terlalu parah, hanya sebuah goresan dan akan diobati seseorang "saut Faiz pada Alizah.
"Seseorang!! ulang Alizah,Alizah berfikiri mungkin seseorang yang ahli akan mengobatinya ,sungguh Alizah cukup bertanya-tanya perihal kemunculan Faiz secara mendadak pada saat dirinya hutan Kala itu. Tanpa kekuatan dan kekuasaan yang khusus tidak mudah bagi seseorang ikut andil malawan dan mengecoh keamanan para gerombolan itu.
"Kamu..!! Alizah mengantung ucapanya saat Faiz menarik lenganya dan mengarahkanya untuk duduk disisi ranjang.
"Obati luka kakak "ucap Faiz seraya duduk di sisi ranjang berhadapan dengan Alizah.Faiz meraih kotak obat dan memberikanya pada Alizah.
__ADS_1
"Ini ? ucapnya dengan tumpuan menatap kotak obatnya,Alizah berfikir mungkin seseorang yang dimakksud Faiz adalah seorang dokter.
"Obati luka kakak "ulang Faiz, Alizah malah membeku ditempatnya,luka Faiz sebagian besar dibagian badanya.
"ke kenapa? Aku tak handal dalam mengobati, su suruh orang lain aja, perawat gitu kek "tolak Alizah, Faiz malah mengeleng seraya meraih baju yang dikenakanya.
Badan yang kekar, dengan warnah kulit yang mendukung, kekar dan berotot, tispek dan ototnya tergambat dengan jelas.Sungguh pemandangan yang mengharukan bagi seorang Alizah.
Ahhhhkk...mata suciku"rintih Alizah tatkala melihat tubuh Faiz yang begitu kekar end luar biaswwwa..
"Kakak mau adek yang mengobatinya " sambung Faiz, sesunguhnya Faiz tak ingin ke rumah sakit mengingat akan ada perawat wanita yang juga ikut andil untuk merawatnya nanti.
"Aku aku... "Alizah gugup ,sungguh sikap yang terlalu menonjol.
"Bantu kakak ya ! rayu Faiz. Alizah menelan berat salivanya, dengan hati yang bimbang ditambah detakan jantung yang tak ber arah, Alizah kapas dan mulai membersihkan sebercak dara yang terdapat pada beberapa bagian tubuh Faiz.
Alizah melakukanya dengan baik, menaruh betadin juga alcohol setelahnya Alizah membalutnya dengan perbadan
"Daratkan tanganmu 'ucap Alizah, Faiz mengangkat tanganya sesuai arahan Alizah.
cukup risau saat Alizah mencoba meralitkan perbadan ke seluruh badan Faiz dengan perbadan.
"hfffttt, selesai juga 'ucap Alizah diikuti hembusan nafansya.Faiz balik menatap Alizah.
"Adek bersih-bersih dulu, kita akan sholat subuh berjamaah "ucap Faiz membekukan Alizah.
"Lukamu bagaimana ? ucap Alizah dengan raut kebingungan.
"Lukanya sudah tak mengeluarkan darah lagi, Kakak akan bersih-bersih kemudian kita baru akan melaksanakan Sholat, Adek bergegaslah'ucap Faiz
Alizah menganguk dan berlari memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.Tak lupa ia juga menyiapakan baju gantinya.
Setelah mandi dan bersih-bersih, keduanya segarah melaksanakan sholat shubuh berjamaah.Itu adalah momen indah saat kedua pasangan halal melaksanakan kewajiban mereka kepada sang pencipta.
Faiz sebagai imam dan Alizah sebagai wanita yang berada dibelakangnya saat melaksanakan sholat berjmaah ,dialah makmumnya.
__ADS_1
""""""""""""""'"''''"
Makasih buat dukungan kalian 💕😊