
“Baiklah,aku akan membawanya sekarang juga,”ucap celly pada seseorang di ujung telfon.
“Berhentilah mendugel,tunggu waktunya dulu,jika kamu seperti ini, jangan salahkan jika besok tubuhmu menjadi cacat celly,”ancam lelaki yang memiliki suara bariton di ujung telfon.
“Bedebah,”celly mematikan panggilan terlfon secara sepihak.
“Selanjutnya harus apa Ny,?”ucap asistenya.Ukiran senyuman licik menjelma di bibir celly.
~
Beberapa menit setelahnya.Faiz yang masih tertidur pulas,perlahan membuka matanya,radup radup cahaya menyilaukan matanya.Faiz memijit pelipisnya karna merasa pusing di bagian kepala, efek obat yang masih tersisa.
“Akhirnya kamu bangun juga,aku menunggumu sedari tadi,?”ucap Musa yang duduk di sofa yang ada ruang itu.
“Apa yang terjadi ? dan apa yang mereka inginkan dengan ini ?”ucap faiz seraya turun dari kasur.
“Sebaiknya sekarang kamu tidak memikirkan hal ini,”faiz mendongkak mendengar ucapan Musa.
“Kenapa ?”
“Istrmu tadi berada disini, aku tidak sengaja bertabrakan denganya,sepertinya dia melihat semuanya ,dan kurasa dia salah paham akan hal ini,”terang Musa.
“Aku akan pergi,”faiz meraih jasnya yang ada di sofa,berdampingan dengan tempat dimana Musa berpijak.
Faiz meraih kunci mobil dari Musa dan berlari keluar menujuh lift.Dilantai bawa sebagian pengunjung mengalihkan padangan mereka pada faiz yang terlihat berlari tergesa-gesa.
Faiz memasuki mobil mvp nya seraya memasukan kunci mobil dan mengas habis hingga ke cepatan penuh meninggalkan area itu menujuh ke kediamanya.
“Astagfirullah..kuatkan hamba untuk melewatu cobaanmu ini ya Allah,”selama perjalanan faiz tak henti-hentinya mengucapkan kalimat Allah untuk menenangkan hati dan pikiranya.
Memasuki jalan tunggal,jalan dimana menujuh kediamanya,faiz menghentikan mobilnya di luar gerbang begitu saja dan berlari memasuki kediamanya dengan tergesa-gesa,faiz tidak menyadari pak agus yang mamangil-mangil namanya sedari tadi karna saat ini yang ia fikirkan adalah alizah.
__ADS_1
“Dek..!”faiz menujuh ruang tamu dan menaiki tangga menujuh lantai atas dimana kamarnya berada.
“Cekelek.."faiz membuka pintu kamar disitu keadaan kamar terlihat gelap gulita,faiz menujuh kontak dan menyalakan lampu.
Ditatapnya keadaan kamar yang terlihat baik-baik saja,Faiz mengelilingi setiap sudut kamar namun tidak menemukan keberadaan alizah.
Faiz kembali turun ke lantai bawah,mencari Aliza di setiap sudut rumah,bahkan hingga ke pembuangan tak lepas dari jejaknya untuk mencari alizah.Di ruang makan,dapur,seluruh kamar mandi keseluruh ruangan yang ada namun tidak menemukan ke beradaan alizah.
“Ya Allah,adek kemana,!!“faiz membasuh wajah frustasi.faiz terdiam kemudian ia kembali mengambil langkah.Faiz menujuh halaman depan.
Di ujung sana terlihat pak agus yang masih berdiri di depan gerbang memandang ke arah mobilnya.
“Pak..!!“pangil faiz,pak agus berbalik menatap faiz yang berlari menghampirinya.
“Den,den..hati-hati,”ucap pak agus menkhawatirkan melihat faiz yang berlari ke arahnya.
“Pak.istri saya,istri saya kemana pak,alizah tidak di rumah,”ucap ucap faiz masih dengan nafas ngos-ngosan.
“Sekarang istri saya kemana pak ?”tanya Faiz.
“Non alizah keluar beberapa jam yang lalu,bapak tidak bisa menghentikanya.
“Apakah Istri saya bilang ke bapak kemanan dia akan pergi ?“
“Bapak tidak tahu den,non alizah tidak bilang mau kemana,dia hanya bilang tolong sampaikan ke aden bahwa'jangan mencarinya,”
Mata faiz menjadi panas mendengar penuran pak Agus,faiz segerah berlari kembali memasuk ke kediamanya.Berlari menaiki tangga menujuh ke kamarnya.Faiz membuka dengan kasar pintu kamarnya.
Terus berlari hingga matanya menatap sebuah benda pipih terlihat jelas di mejah berdampingan dengan kasur.
Faiz melangkah mendekati benda pipih itu,itu adalah cincin perkawinan mereka,cincin yang disematkan di jari alizah saat menghalalkan wanita itu,kala dulu.
__ADS_1
faiz terdiam menatap benda itu,dengan tergesa-gesa mengambil langkah menuju lemari alizah.Faiz membuka lemari alizah, saat itu hembusan nafasnya seakan berat.
“Setidaknya jangan memilih pergi jika ada masalah seperti ini,itu lebih baik dek,”faiz kembali menutup lemari alizah,ia berlari meninggalkan kamarnya menujuh halaman depan.
“Saya akan mencari istri saya,jika ada kabar sampaikan ke saya,”_ucap faiz berlari memasuki mobilnya,faiz kembali menyalakan mesin mobilnya meninggalkan kediamanya.
“Iya,aku akan kesana,“ucap faiz pada Musa melalui alat pendengar yang tersemat di telinganya.
Faiz terus melanjukan mobilnya dengan kecepatan penuh.Beberapa menit kemudian faiz menghentikan mobilnya di sebuah rumah berlantai dua.Itu adalah kediaman alizah sebelum menikah denganya dulu,kediaman mama papanya alizah,amalia dan fikri.
“Assalamualaikum“ucap faiz pada si penjaga gerbang.
“Wa'alaikumussalam den faiz”saut si penjaga gerbang.Setelah menyematkan beberapa kata faiz segerah memasuki kediaman bahron.
Dia akan menangung semuanya,dengan datang secara langsung dan menanyakan keberadaan istrinya pada kedua mertuanya.
“Assalamualaikum_abi_umi,”_ucap faiz pada amalia dan fikri.Fikri dan amalia terlihat menatap penuh tanya pada faiz karna tidak menemukan alizah di sampingnya.
“_Waalaikumsalam,ada apa nak?“sergah fikri.
“Fiz,dimana istrimu”faiz membulatkan mata mendengar ucapan amalia.Faiz berfikir mungkin alizah berada di kediaman kedua orang tuanya.
“Faiz ke sini untuk mencari keberadaan alizah,abi umi,“ucap faiz pada keduanya,terlihat jelas tatapan penuh tanya melalui mimik keduanya.
“Apa maksdutmu Nak ,?”sergah Amalia berjalan mendekati faiz.saat ini instan seorang ibu merasa khawatir akan anaknya.Faiz menunduk,ia merasa bersalah dalam hal ini.
“Maafkan aku,aku bersalah dalam hal ini”ucap faiz menunduk.
~~
Selanjutnya faiz kembali menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman mertuanya.Ia akan berusaha menemukan alizah bagaiamana kondisinya.
__ADS_1