Diakah Imamkuu

Diakah Imamkuu
Pasar malam


__ADS_3

Setelah makan,alizah segerah merapikan diri.Untung beberapa hari yang lalu alizah sempat membeli beberapa setelah pakaian wanita muslim kekinian.Untuk celananya berbahan lefis dipadukan kaos dan switer panjang.Lebih nyaman dan fres menurutnya.


'Sosok seperti inilah yang ku inginkan'ucpanya pada diri sendiri yang terpantul dicermin.Setalah itu alizah keluar dari ruangan ganti menghampiri faiz yang sedang bersandar di kepala ranjang,faiz menunggu alizah.Alizah memberikan sebuah kantong kepada faiz.


'Pake itu aja,aku beliin kemarin,buat kamu'sergah alizah.Faiz tersenyum ditempatnya menatap kertas kantong yang diberikan alizah.Setelahnya faiz masuk keruang ganti.


Satu menit berlalu...


'emmm he he hemmm..ee hemm'alizah melantun.Dia duduk disisi ranjang memerhatikan pintu ruang ganti sesekali tumpuan matanya diarahkan ke jam dinding.


Cekelek..'bunyi suara pintu.Alizah menatap pintu yang mulai terbuka.Saat itu juga alizah dibuat molongo,dia terpaku akan penampilan faiz.Faiz terlihat berbeda dari biasanya,celana dengan bahan licin yang selalu digunakanya diganti dengan celana panjang berbahan levis,untuk kemeja dan jas yang selalu menempel ditubuhnya digantikan dengan kaos dan dipadukan dengan jacet levis panjang.Ahhh..sungguh mengalahkan seorang model.Bagaiman bisa berbedah seperti ini.


Faiz berjalan menghampiri alizah yang masih terpaku.


'Dek..! kenapa ? ucapnya lembut.Alizah yang tadinya menatap wajah faiz dengan mendongkak ke atas cepat-cepat membuang wajah menatap sembarang arah.


'ekhem ekhem..'cuma cara ini yang berguna untuk menghilangkan jejak 'batin alizah.Faiz tersenyum seraya meraih lengan alizah.Keduanya menujuh parkiran dengan tangan yang menyatu,sebuah genggaman.


'Kita kemana ? maksutku jalan-jalan kemana!ulang alizah yang sudah duduk disamping kemudi.


'Nanti juga adek akan tau'saut faiz membuat alizah mendongkak.


"Wahai kaum adam..berhentilah membuat rumit dengan teka teki yang membebani ini."


``


Hari yang sudah gelap alias malam.waktu dimana sebagian mahluk hidup para penghuni rumah mulai mengistirahatkan jiwa dan raga mereka setelah saharian bekerja.


Mata alizah membesar memandang area pasar malam.Ya Faiz membawa alizah ke pasar malam.Alizah yang tadinya mengarahkan matanya pada ramainya orang dan berbagai bentuk mainan dan wahana kembali menundukan pandanganya menatap tanganya dan tangan faiz yang mengengam.Setelah turun dari mobil tadi, Faiz terus mengengam tangan alizah hingga saat ini.


'Bisakah tangaku ini dilepaskan!ucap alizah memasang wajah memelas.Faiz tak bergemim,masih stand by mengengam tangan alizah.

__ADS_1


'Tidak..'saut faiz membuat alizah kembali mendongkak.Alizah kembali menatap genggaman faiz,dirasanya cairan yang keluar dari pori-pori tangan keduanya sudah menyatu.Bergengaman dalam waktu yang cukup lama pasti akan menghadirkan hawa panas pada kulit yang bersentuhan.


Hei..aku berfikir dia berlebihan dan agak protektif"


'Tanganku gerah 'ucap alizah,kali ini berhasil. faiz langsung melepaskan genggaman tanganya.Tau dari tadi gua bilang kek gitu saja'sergah alizah.


'Baiklah..ini lebih baik"ucap alizah seraya melangkahkan kakinya.


'Eh ? alizah mendongkak saat faiz kembali mengengam tanganya lagi.


"Sekarang sudah tidak gerah kan!Jika gerah lagi bilang ke kakak'ucap faiz seakan tak besalah ataupun terbebani.Alizah melototkan matanya seraya membuka mulutnya


"Seorang istri yang baik harus mematuhi ucapan suami,kalau tidak..


'Ya ya ya baiklah..'neraka jaminanya"sambung alizah.Faiz tersenyum sambil mengusap lembut pucuk kepala alizah.


"Selanjutnya mau main apa ? tanya faiz.


'Apaan main!aku bukan anak kecil"sergah alizah.


"Kita beli ice cream..mau! faiz mencoba merayu.


"Malam-malam gak boleh makan ice cream'alizah berdecak."Ini saja gak tahu"sambungnya.Dalam hati sedang merintih ingin makan ice cream.


"Jadi ice cream ini kakak kasih ke adek sana saja ya ! ucap faiz.alizah balik menatap faiz yang sudah memegang dua pasang ice cream ditanganya.Bagaimana bisa ? sejak kapan dia membelinya'padahal sedari tadi dia terus mengengam tanganku,lalu kapan dan bagaiman ice cream itu bisa berada ditanganya"alizah menatap tajam pada faiz.Jika alizah lincah dia pasti menyadari saat faiz bertanya padanya tadi ,saat itu pula seseorang menghampiri faiz dan memberikan ice cream kepadanya,itu adalah kaki tangan faiz.Sebelum keluar dari kediaman mereka,tentu saja faiz sudah mempersipakan semuanya.Faiz mengarahkan beberapa pengawal pribadinya untuk berjaga-jaga disekitar mereka.Tentu itu telihat gila dan agak protektif.


"Buat aku saja "ucap alizah langsung mengambil ice creamnya dari tangan faiz.


"Tidak baik mengantung-gantungkan rezeki"sambungnya lagi seraya melahap ice creamnya.


Setelah itu,keduanya menaiki berbagai macam wahana,dari yang kecil sedang hingga yang besar.Kadang kala faiz menjadi gemas saat alizah mulai mengoceh padanya karna ia tak leluasa bermain jika tangan sebelahnya terus digengam faiz.Alizah terus mengoceh dan mengoceh namun akhirnya dia kembali menghembuskan nafas kasarnya karna faiz menolak kemauanyan itu.

__ADS_1


~~~`


Didalam mobil perjalan pulang.


Setelah tadi keduanya menikmati waktu bersama di pasar malam.Faiz akhirnya memutuskan segerah pulang mengingat malam yang semakin larut.Alizah menatap faiz yang sedang fokus pada kemudinya kemudian beralih menatap jalanan kota yang mereka lewati.


"Makasih untuk hari ini "ucap alizah.Faiz mengarahkan pandanganya pada alizah kemudian kembali fokus pada kemudinya.


"Adek suka..!? Faiz bertanya.


"Suka..bahkan sangat suka "saut alizah.Jika kalian menanyakan kenapa faiz tak membawa alizah ke sebuah restauran yang menyuguhkan alunan musik yang indah ataukah ke sebuah taman yang bersuguhkan bunga-bunga indah dilengkapi lilin dan kembang api.Kenapa tidak seperti itu ? jawabanya karna alizah tipe cewe yang tidak tertarik dan tidak suka dengan begituan.


"Baiklah..minggu depan kita pergi lagi,kakak temani"ucap faiz tersenyum manis.


'Baiklah..janji'alizah mengangkat jari kelincinya karna saking semangatnya.Dan faiz karna saking sayang mungkin menghentikan mobilnya dan menyambut uluran jari kelinci alizah.


'iya,kakak janji"


**


Dirumah,tepatnya kediaman lama faiz.Abi Adam dan Umi Zenah menatap penuh harap pada anak laki-laki mereka.


"Ini bukanlah sesuatu yang tidak baik,abi harap kamu menerimanya,dia gadis yang baik,kakakmu'faiz'juga menyetujui akan hal ini"ucap Abi Adam pada faldo yang terlihat tak menerima perjodohanya.


"Jika faldo bilang faldo menolaknya bagaimana ! Abi Adam menatap tajam pada faldo.Sedangkan umi Zenah hanya duduk memerhatikan,berharap anak laki-lakinya itu menerimanya.


"Itu keputusanmu,kami tidak bisa memaksamu,tapi abi hanya ingin kamu mempertimbangkanya dulu,jangan memutuskan sesuatu karna pemikiran sesaat,dia gadis yang baik ,abi harap kamu kembali mempertimbangkan keputusanmu"ucap abi adam dan berlalu meninggalkan ruang keluarga.


Umi zenah menghampiri faldo lalu mengelus lembut kepala faldo.


"Kalian hanya perlu bertunangan untuk saat ini,setelah kamu lulus nanti dan mempunyai pekerjaan tetap barulah menikahinya,tenang saja..rasa cinta itu akan datang sendirinya dengan perlahan"ucap umi zenah mengecup lembut kepala faldo dan berlalu menyusuli suaminya.

__ADS_1


Faldo menatap nanar kepergian umi zenah dengan sudut mata yang mengatup.


"jadi bagaimana umi.. jika rasa cinta itu sudah muncul"ucapnya mirip sebuah lirihan.


__ADS_2