
Cinta dibawa pulang oleh Rangga dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarganya. Media pun mulai bergerak, berita penculikan Cinta sudah tersebar hingga ke penjuru negeri.
"Cinta menjadi korban penculikan dan hampir diperkosa di tanah Eropa." Judul salah satu berita.
"Keperawanan Cinta hilang, direbut psikopat Eropa." Judul berita lainnya.
Karena kejadian tersebut, Nama Cinta menjadi tranding topik di Twitter dan juga berita lokal. Para netizens ada yang mengunjingnya dan ada yang mendukungnya untuk bangkit kembali.
Netizens berkomentar, "Itu karma bagi wanita yang sok cantik!"
"Semangat kak, jangan sedih… kami akan menunggumu kembali," tulisnya.
Sudah tiga hari, Cinta masih belum sadarkan diri. Ia dirawat dirumah pribadinya, untuk mengurangi gangguan para wartawan yang mencari keuntungan, dari tragedi yang menimpanya.
Beberapa dokter terlihat keluar masuk dari rumahnya, keadaannya sudah mulai stabil, namun ia masih tidak sadarkan diri seperti orang yang sedang tertidur lelap.
Tina dan Razi menjaga Cinta siang dan malam, sementara Rangga berusaha meredam media membuat berita yang tidak-tidak tentang Cinta. Sesibuk apapun Rangga, ia tetap menyempatkan diri untuk datang menjenguk Cinta.
Rangga memanggil dokter terbaik yang ia kenal untuk merawat Cinta. Ia selalu memantau perkembangan keadaannya, "Kenapa dia masih belum sadar, Dok?"
"Sebenarnya dia mengalami syok berat yang menyebabkan ia jatuh koma, selain itu tubuhnya juga berulangkali menerima obat bius tanpa takaran yang sesuai."
"Dokter, aku tidak peduli berapa pun biayanya, yang penting secepatnya dia harus sadarkan diri," jelasnya.
"Kita harus terus memantau keadaannya, terutama psikologisnya. Mungkin akan ada kemajuan jika mengirimkan emosi dari luar, untuk merespon tubuhnya. Saya permisi dulu," Sambil menepuk bahu Rangga, lalu Dokter itu beranjak pergi.
Rangga merasa bersalah atas apa yang menimpa Cinta, segala cara ia lakukan untuk bisa membuatnya sadar kembali.
Malam hari Rangga menjenguk Cinta, sedangkan Tina menemani Razi istirahat di kamarnya.
Rangga membelai rambutnya dengan lembut, menatapnya dengan penuh kasih sayang.
"Zira maafkan aku, semua ini salahku. Selama ini aku yang bodoh, ku mohon sadarlah, aku tidak akan marah lagi padamu karena sudah meninggalkan ku. Aku akan melakukan apapun untukmu," ungkapnya.
Rangga mencium kening Cinta lalu beranjak keluar dari kamarnya. Karena sudah tengah malam Rangga akhirnya menginap di rumah Cinta. Ia berbaring di atas sofa, karena merasa terganggu dengan perasaan bersalah ia pun kembali masuk ke kamar Cinta untuk melihatnya.
Rangga merasa tenang melihat wajah Cinta, ia pun akhirnya duduk tertidur dengan lelap di samping ranjang Cinta sambil memeganggi tangannya.
Di suatu siang di padang rumput yang cukup luas, angin sepoi-sepoi bertiup memainkan rambut seorang wanita yang mirip dengan Cinta. Ia duduk memangku Rangga yang sedang tiduran beralaskan kain.
__ADS_1
"Kita harus sering-sering datang kesini. Ketika nanti anak kita lahir, kurasa dia akan suka jika kita piknik di sini," kata Rangga.
Wanita itu membelai kepala Rangga dengan lembut dan tersenyum padanya. "Terima kasih sudah menemaniku. Aku menyukai mu, Mas Rangga," ungkapnya.
Rangga pun membalas senyumannya. Pandanganya mulai kabur dan ia pun terbangun dari mimpi indahnya. Kembali ke kenyataan, melihat Cinta tidak ada di ranjang diapun mulai panik.
Rangga membalik tubuhnya dan ternyata Cinta sedang melakukan peregangan otot di dekat jendela.
Cinta bingung untuk memulai percakapan, ia pun mengangkat lengannya untuk menyapa Rangga. "Yo Pak Rangga. Apa tidurmu nyenyak?" tanyanya.
Rangga berjalan mendekatinya, namun terhenti karena Cinta tanpa sadar mengambil langkah mundur.
"Syukurlah, kau sudah sadar," saut Rangga.
Cinta terdiam. "Tanpa sadar kakiku bergerak sendiri," pikirnya.
"Kalau kau merasa tidak nyaman, aku akan menunggu diluar," kata Rangga sambil berjalan pergi.
Mendengar perkataan Rangga, Cinta kehilangan keseimbangannya lalu terjatuh. "Aw… sakit!"
Rangga pun berbalik dan menggendong Cinta naik ke atas ranjang. Dengan jarak yang sangat dekat, wajah mereka saling bertatapan satu sama lain.
Rangga pun melepas pelukannya dan berdiri dengan tegak. "Apa kau baik-baik saja?"
Cinta mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Aku baik," jawabnya pelan.
"Karena kau sudah terlihat lebih baik, kalau begitu aku permisi dulu."
Cinta berusaha menahannya dengan memegang lengan bajunya, Ranggapun berhenti dan kembali duduk di sampingnya, "Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?" tanya Rangga.
Cinta tetap mengalihkan pandangannya karena tidak berani untuk menatap mata pria itu. "Terimakasih sudah menolongku," ungkapnya sambil melepaskan pegangannya.
"Tidak masalah, sebenarnya ini semua salahku. Aku minta maaf karena membuatmu mengalami semua kejadian itu."
Ia pun langsung memandang wajah Rangga, "Minta maaf untuk apa?" tanya Cinta.
Rangga menceritakan semuanya pada Cinta, kenapa dia ada di Eropa dan kenapa Razi menghilang. Hanya saja Rangga sedikit berbohong, dengan alasan keberadaannya di sana.
Rangga sengaja berbohong pada Cinta, karena ia takut akan reaksinya jika mendengar alasan yang sebenarnya.
__ADS_1
Setelah mendengar cerita Rangga, Cinta terdiam cukup lama. Ia terdiam bukan karena tidak memaafkan Rangga, tapi karena teringat perkataan pria yang menculiknya kemarin.
Cinta menyadari dirinya diincar oleh seseorang yang tidak dia kenal, yang bahkan lebih kejam dari pria kemarin, ia sedikit curiga dengan Rangga tapi kecurigaan itu hilang, karena tau dialah yang menyelamatkannya.
Melihat Cinta terdiam ia semakin merasa bersalah. "Aku harus bagaimana, agar kau mau memaafkan ku?" tanya Rangga.
"Ini bukan salahmu. Ini terjadi karena kebodohanku, yang mudah percaya pada orang lain," ungkapnya.
"Dia sama sekali tidak berubah. Tidak mau menyalahkan orang lain dan selalu membebankan semuanya pada diri sendiri," pikir Rangga.
"Apa yang terjadi pada pria itu?" tanya Cinta.
"Dia sudah berada di penjara, tapi polisi di sana tidak mengizinkannya kembali ke sini. Dia akan berada di balik jeruji besi di Eropa selama 10 tahun!" jelas Rangga.
"Apa tidak ada cara agar dia kembali ke sini?" tanya Cinta.
"Tidak ada, tapi jika pemerintah yang turun tangan mungkin bisa. Apa kau tidak puas dengan itu?" tanyanya sedikit kesal.
"Ini bukan tentang puas atau tidak, ada yang ingin ku tanyakan padanya dan sepertinya hanya pria itu yang tau jawabannya."
"Mungkin saja aku tau, tidak bisakah kau bertanya padaku?"
"Maaf, ini tidak ada kaitannya denganmu."
Entah kenapa mendengar jawaban Cinta, Rangga merasa sedikit kecewa. Dia hanya ingin agar Cinta bisa sedikit bergantung padanya.
"Apa yang sebenarnya pria itu katakan padamu? aku akan melakukan apapun untuk bisa membantumu," ungkap Rangga.
"Baiklah aku akan meminta bantuan mu jika butuh sesuatu, tapi untuk sekarang tidak perlu, karena aku masih belum yakin benar atau tidak perkataannya," jawab Cinta.
Tanpa mereka sadari setelah kejadian itu, hubungan Cinta dan Rangga semakin dekat, tak ada lagi panggilan formal di setiap percakapan seperti sebelumnya.
🌺🌺
Halo sobat salam dari Aki Chan 😃
ini adalah novel perdanaku, Aki harap para pembaca memberi kritik, dan saran yang membangun untuk karya ini.
Jika berkenan silahkan di vote.💐
__ADS_1