
Saat Cinta dan Tina memutuskan keluar dari rumah, sosok Rangga sudah menghilang dari tempatnya tadi.
Rasa sedih dan kecewa terbesit di hatinya karena rasa cinta yang ia miliki begitu egois, berharap tetap dicintai, berharap hubungan mereka tidak hancur, dan berharap pria itu mau menerimanya.
Sejak awal ia memutuskan hubungan dengannya bukan karena egonya, namun rasa bersalahnya terhadap Rangga terus menghantui pikirannya. Ia tau kalau dialah penyebab Zira menghilang atau mungkin lebih tepatnya dialah penyebab Zira meninggal.
Karena ketidak hati-hatiannya, kecelakaan tabrak lari menimpa Zira hingga merenggut nyawanya, namun satu hal yang tidak ia ketahui kecelakaan itu sebenarnya adalah percobaan pembunuhan oleh Mr X. Pria yang masih bersembunyi hingga akhir.
***
Pada hari ini jadwal syuting yang ia miliki begitu padat dari pagi hingga siang lalu dilanjutkan di malam harinya. Karena klinik dokter Ryan cukup jauh, ia hanya memiliki sedikit waktu untuk bisa bertemu dengannya.
Jam 2 siang Cinta bergegas seorang diri menuju tempat Ryan. Saat di perjalanan tanpa di sadari sebuah mobil mengikuti mobilnya dari belakang.
Ia berhenti di minimarket untuk membeli cemilan sebagai makan siangnya, namun setelah keluar ia terkejut mengetahui mobilnya menghilang begitu saja yang terparkir tidak jauh dari sana.
"Siapa yang mencuri mobil ku? Apa semua ini cuma kebetulan?"
Cinta tertunduk berusaha keras memikirkan semua kemungkinan yang ada. Keanehan yang ia rasakan membuat jantungnya berdebar dengan kencang. Hingga akhirnya ia menyakini sebuah jawaban.
"Bu-bukan, tidak mungkin cuma kebetulan. Sepertinya pencarian ku semakin dekat. Aku tidak boleh menundanya lagi!" Batinnya.
__ADS_1
Sambil menutupi wajahnya dengan masker dan topi, Cinta memanggil sebuah taksi dan segera pergi dari sana.
Sesampainya Cinta di klinik jam 15:30 WIB. Ryan duduk di ruangannya sambil menunggu kedatangan Cinta.
"Permisi," ucapnya sambil berjalan masuk ke ruang itu.
Ryan tersenyum dan langsung mempersilakan Cinta untuk berbaring di kursi hipnoterapi. "Baik saya akan menjelaskannya sekali lagi."
Kata hipnosis berasal dari kata hipnos, yaitu dewa tidur pada mitologi Yunani. Hipnosis adalah ilmunya, dalam kamus psikologi kata hipnosis adalah ilmu atau metode komunikasi untuk menjangkau pikiran bawah sadar.
Sebenarnya banyak macam-macam hipnosis dalam ilmu psikologi, namun yang akan kita lakukan adalah Forensic Hypnosis. Hipnosis jenis ini biasa di gunakan sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori.
Cinta terdiam sejenak, menyiapkan tekad dan juga perasaannya, dari akhir cerita yang selama ini dia cari-cari mengenai kakaknya. "Aku siap," sahutnya.
"Baiklah mari kita lakukan."
Di sisi lain.
Tin nong suara bel pintu rumah Rangga berbunyi.
"Ya tunggu sebentar," sahut wanita yang cukup berumur dari dalam rumah.
__ADS_1
Pintu itupun terbuka.
"Saya dari pos, mengantarkan paket," sahut seorang wanita misterius yang menyembunyikan wajahnya dengan masker dan topi.
"Oh ternyata paket, tuan rumah sedang pergi bekerja. Saya asisten rumah ini, nanti akan saya berikan pada tuan."
"Baik terimakasih."
Setelah mengantarkan paket wanita itu segera pergi dari rumah Rangga dengan terburu-buru. Sementara Razi berlari keluar berusaha mengejar langkahnya.
"Ibu! Apa kau ibu ku?" tanyanya ragu.
Langkah wanita itu sempat terhenti. Ia membalikkan sedikit wajahnya yang tertutup ke arah samping. Tidak lama kemudian ia kembali melangkahkan kakinya dan pergi dari sana.
Razi hanya terdiam kebingungan dengan sosok wanita itu dan asisten rumah tangga tadi mengejar Razi hingga keluar.
"Tuan muda, Anda tidak boleh sembarangan menyebut orang asing sebagai ibu… ayo kita masuk ke dalam rumah."
Saat di bawa masuk, berulang kali ia paling kan wajahnya ke belakang, berusaha melihat wanita misterius yang terasa familiar.
Siapa wanita itu dan apa tujuan dia yang sebenarnya?
__ADS_1