DIARI CINTA

DIARI CINTA
Chapter 27 Kantor Polisi


__ADS_3

Cinta meraih roti isi yang tadi di bawa Tina. Terpaku melihat bentuk roti yang berbentuk petak menyerupai kotak, teringat akan mimpinya tentang kotak aneh yang ia sebut kotak Pandora.


"Tina… apa dulu sebelum kehilangan ingatan aku pernah menitipkan kotak aneh padamu?" tanyanya.


"Hmm… kotak aneh? Sepertinya tidak."


"Apa kau yakin? Coba ingat-ingat lagi."


"Tina benar-benar tidak ingat, Kakak bisa mencarinya di gudang penyimpanan, jika itu barang penting pasti Tina simpan di sana."


"Aku tidak yakin apa isinya. Semalam aku bermimpi tentang kotak yang kakak sebut Pandora. Aku akan pergi mencarinya di gudang." Bangkit dari duduknya dan pergi ke gudang.


"Hmm… kotak Pandora! Namanya sedikit aneh. Apa ingatan kakak sudah mulai kembali ya?" gumam Tina.


Hingga menjelang sore hari, Cinta mencari kotak itu. Debu-debu berterbangan mengisi penuh ruangan yang mereka sebut gudang. Sudah cukup lama, terakhir kali mereka membersihkan ruangan itu.


"Uhuk uhuk… begitu banyak kotak di sini, tapi tidak satupun yang terlihat aneh," ucap Cinta yang sedang terbatuk mengusai-usai debu di hadapannya.


Banyak kotak yang tersusun rapi di rak maupun di lantai. Mencari sebuah kotak yang tidak jelas, menguras energinya hingga ia kelelahan.


Mulai timbul keraguan di hatinya. "Apa itu cuma mimpi? Aku pernah bermimpi aneh sih(teringat mimpi tidur dengan Rangga pada Chapter 13)." Wajahnya tampak memerah mengingat kembali mimpi itu.


"Tidak-tidak bukan saatnya mengingat itu." Cinta menepuk pipinya cukup keras hingga terlihat bercak kemerahan di kulitnya yang putih.


Ia berusaha mencari pada tumpukan kotak yang ada di rak sekali lagi, namun pencariannya tetap tidak membuahkan hasil apapun.

__ADS_1


"Tring." Suara hp berbunyi, pada layar tertulis ibu.


"Bisakah kalian datang ke sini? Razi bertengkar dengan anak lain," ucap ibunya santai.


"Bertengkar? Memangnya ibu di mana sekarang?"


"Kantor polisi."


"Apa! Kantor Polisi!"


"Ibu akan mengirimkan alamatnya lewat pesan." 


"Tut Tut." Suara telepon diputus.


"Firasat ku terbukti benar! Apa yang sebenarnya terjadi?" 


Razi duduk di atas bangku yang ada di ruang pengaduan, sementara seorang bocah yang wajahnya tampak merah duduk di dekat ibunya yang sedang protes pada polisi.


"Maaf Pak saya ibunya Razi, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka?" tanya Cinta pada polisi yang sedang mencoba menenangkan Hana dan Ibu itu.


"Begini Mba… Dani anak Ibu Nina mencoba merebut kalung liontin milik Razi, karena mengira barang miliknya mau dicuri, Razi memukul anak itu dengan kuat. Sementara Ibu Nina tidak terima anaknya di pukul." 


"Saran dari kami, masalah ini tidak usah di bawa ke jalur hukum. Ini hanya pertengkaran anak kecil, jadi kami harap Dani dan Razi bisa berdamai." Sambung salah satu polisi.


"Enak aja berdamai! Wajah anak ku udah bengkak gitu karena ulah anaknya!" Tegas ibu Nina.

__ADS_1


Cinta melepas kacamata hitam yang ia pakai sedari tadi, sontak mereka tercengang melihat Cinta yang merupakan seorang artis turun langsung ke kantor polisi karena masalah pertengkaran anak kecil.


Semua mata tertuju padanya. "Begini ya, Bu. Pertama… semua itu salah Dani, yang seenaknya merebut barang milik orang lain. Kedua... Razi hanya mencoba melindungi barang miliknya, jadi dia tidak sepenuhnya salah," saut Cinta


"Dani cuma mau meminjam kalungnya, bukan merebut," kata ibu Nina.


"Benarkah? Kalau begitu masalah ini kita bawa ke jalur hukum saja. Di sana pasti ada rekaman CCTV yang merekam semuanya. Kita lihat siapa yang benar dan siapa yang salah." Mereka semua terdiam mendengar perkataan Cinta.


Deg


"Waduh gawat, kalau masalah ini sampai di bawa ke jalur hukum. Mana bisa menang aku lawan anak yang punya penyokong kuat," batin ibu Nina.


"Tina hubungi pengacara kita pak Hotman untuk mengurus masalah ini!" ucap Cinta yang sengaja menakuti mereka.


"Tu-tunggu dulu! Ja-jalur damai! Masalah sepele seperti ini tidak perlu repot-repot dibawa, hingga ke jalur hukum," ucap ibu Nina ketakutan.


Cinta tersenyum karena kemenangannya. "Kalau begitu baiklah." 


Fiuh


Wajah tegang petugas polisi pun berangsur-angsur mulai menyurut.


***


Terima kasih atas doa dan dukungan para pembaca, akhirnya Aki bisa melanjutkan novel ini hingga menjelang akhir. Banyak bab yang akan update selanjutnya… kisah misteri akan terkuak satu persatu hingga bukti pembunuhan yang ada padanya terungkap.

__ADS_1


Bagaimana hubungan Rangga dan Cinta selanjutnya?


Jangan lupa tinggalkan like, dan komen di kolom komentar 👋


__ADS_2