
Mengambil kunci mobilnya, lalu diam-diam beranjak pergi seorang diri tanpa di ketahui Tina dan Razi.
Sebenarnya ia tidak tau alamat yang akan ditujunya, namun Rangga yang termasuk pengusaha muda yang sukses, tidak sulit untuk mencarinya di internet. Benar saja, tidak lama kemudian ia pun menemukan alamat rumah pribadi yang di tinggali pria itu.
Sekitar pukul jam 10 malam, ia sampai di rumah Rangga. Mengetuk pintu rumahnya dan memanggil namanya, namun tak seorangpun yang keluar dari sana.
Setelah 1 jam menunggu, duduk di depan pintu rumah Rangga, ia mulai merasa putus asa dan memutuskan akan kembali di lain hari.
Tidak lama kemudian muncul sebuah mobil, mobil itu yang biasa di kendarai oleh Rangga.

Tidak ingin kembali dengan tangan kosong, ia menunggu Rangga keluar dari mobilnya, namun ternyata bukan Rangga yang keluar melainkan seorang wanita berparas cantik nan langsing yang berpakaian seksi.
Wanita itu segera keluar, lalu membukakan pintu mobil yang ada di sebelahnya. Terlihat Rangga yang berpakaian compang-camping, beberapa kancing baju terbuka dan rambutnya acak-acakan. Wanita itu merangkulnya dan memapahnya berjalan.
Pria itu sedang tidak berdaya dan terlihat lemas, dari kejauhan tercium bau tak sedap di sekujur tubuhnya.
"Ini seperti bau alkohol," pikir Cinta.
Mereka berdua berhenti dan memandangi Cinta yang berada tepat di depan pintu.
Sedangkan wanita yang bersama Rangga, ia terkejut melihat sosok Cinta yang sangat mirip dengan istri pria itu, "Zira! Apa itu kau?"
__ADS_1
"Ternyata kau selama ini masih hidup…," sambungnya.
Rangga tersenyum sinis. "Sedang apa kau di sini?"
"Sebenarnya aku datang ke sini untuk meminta maaf padamu, tapi sekarang kelihatannya itu tidak penting lagi. Aku permisi dulu, maaf sudah mengganggu kalian."
Cinta kesal dan segera pergi meninggalkan mereka, namun Rangga menghentikan langkahnya dengan memegangi tangan Cinta.
Cinta semakin kesal, karena Rangga menahannya. Dia menarik tangannya dengan kuat, hingga meninggalkan bekas kemerahan di pergelangan tangannya.
Kesadaran pria itu kembali, saat bayangan Cinta sudah menghilang dari pandangan matanya.
Sontak ia marah dan mendorong wanita itu. "Pergilah! Aku tidak membutuhkan mu!"
Wanita itu sedikit terdorong kebelakang, "Rangga! Ada apa denganmu?" tanyanya.
Rangga mengambil sejumlah uang dari dalam dompetnya, lalu memberikannya pada wanita itu.
Di sisi lain, Cinta memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi dan hampir menabrak pembatas jalan. Hujan lebat di sertai petir memaksanya harus berhenti di pinggir jalan.
Seorang diri menangis di dalam mobil, tubuhnya mulai gemetaran, menahan rasa takut akan cuaca yang seperti itu.
Merasa menyesal karena sudah memilih mengikuti egonya, dari pada mengikuti kata hatinya untuk menolak Rangga.
__ADS_1
Di sisi lain Rangga memandang keluar jendela, hatinya mulai merasa gelisah karena mengkhawatirkan Cinta.
Berulang kali ia coba menghubungi hp Cinta, namun tidak kunjung diangkat. Sebenarnya karena terburu-buru, Cinta tidak membawa hp bersamanya, itulah alasan kenapa ia memilih menunggu Rangga.
Rangga semakin diliputi perasaan bersalah, ia khawatir pada kondisi Cinta yang takut dengan hujan lebat disertai petir.
Ia memutuskan untuk menyusul Cinta. Perlahan ia mencari dan melihat setiap mobil berwarna putih yang melintas. Angin dan hujan lebat yang mengganggu pandangan, membuat pencariannya memakan waktu cukup lama.
Hingga matanya tertuju pada sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan. Ia keluar dari mobil tanpa memakai payung, dan air hujanpun membasahi seluruh tubuhnya.
Terlihat seorang wanita dengan wajah tertunduk bersandar di balik setir mobilnya, Rangga mencoba mengetuk berulangkali pintu mobil itu.
Dia mencoba mengingat pakaian yang dikenakan Cinta saat di depan rumahnya. Pakaian dan proporsi tubuh wanita itu sama seperti Cinta, ia pun langsung yakin untuk segera mengambil tindakan lanjut.
Ia memecahkan pintu kaca mobil, dengan sebuah batu. Seiring pecahan kaca itu, air dan darah bercampur menjadi satu menggenang di atas aspal yang basah.
"Zira! Zira bangunlah!"
Berulangkali Rangga memanggil, namun Cinta tidak merespon sedikitpun. Cinta pingsan di dalam mobilnya.
🌺🌺
Halo sobat salam dari Aki Chan 😃
__ADS_1
ini adalah novel perdanaku, Aki harap para pembaca memberi kritik, dan saran yang membangun untuk karya ini.
Jika berkenan silahkan di vote.💐