
Setelah semua kejadian yang terjadi, Rangga pergi dari rumah Cinta dengan terburu-buru. Wajahnya yang dipenuhi kebingungan, seakan tak bisa menerima kenyataan pahit yang ada.
Sementara Cinta yang tidak mengerti jalan pikiran pria itu, hanya diam seribu bahasa, menunggu kesempatan untuk membahas masalah di antara mereka berdua.
Hingga keesokan harinya, kabar pertunangannya dengan Rangga yang sudah menyebar luas hingga ke setiap sudut penjuru kota, terdengar oleh ibunya yang sebenarnya hanya menginginkan uang lebih.
Sifat licik Ibunya yang selalu memanfaatkan Cinta sebagai budak penghasil uang, begitu memuncak menggebu-gebu mendengar kabar yang begitu heboh.
Sebuah pesan masuk di pagi hari yang cerah, siap menghancurkan segala hal yang sudah disusun dengan matang.
"Ibu terkejut mendengar kabar pertunangan kalian dari orang lain, jadi ibu akan berkunjung, untuk melihat calon mantu ibu yang kaya raya. Ku dengar dia seorang pemimpin perusahaan besar, kenapa kau tidak pernah mengatakannya! Ibu dari bandara naik taksi dan sudah mau sampai di rumahmu!" Begitulah isi pesan itu.
Pesan yang menggemparkan semua orang, lupa akan sosok ibu yang tidak pernah muncul dalam hidupnya saat dibutuhkan. Ia memilih untuk segera membawa Razi pulang ke rumah Rangga.
Janjinya pada Rangga yang menitipkan Razi padanya, pada awalnya hanyalah sebulan, namun sejak saat itu, waktu cepat berlalu hingga hampir mencapai dua bulan lamanya.
Kebersamaan di antara mereka terasa singkat, kebersamaan itu seperti sebuah keluarga kecil bahagia. Keinginan terpendam yang pernah ia idam-idamkan, untuk mempunya keluarga utuh yang saling menyayangi.
Karena Rangga sedang sibuk bekerja, Cinta membawa pulang Razi seorang diri dengan mobilnya. Ia memacu mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
__ADS_1
Sesampainya ia di sana, seorang pria yang terlihat familiar menunggu di depan rumah, sambil berdiri memunggungi mobilnya. Daren yang berpakaian rapi dengan setelan jas lengkap, berulangkali mengangkat tangannya untuk melihat jam yang sedang ia kenakan.
Cinta sedang menghentikan mobilnya tidak jauh dari mobil Daren, dari balik kaca mobilnya, ia melihat pria itu berulang kali melihat jam, seolah tak sabar menunggu kedatangannya.
"Sejak pertama kali kami bertemu perilakunya sedikit aneh, tenang seperti orang normal, tapi saat di belakang perilakunya seperti takut akan sesuatu" gumam Cinta.
"Jangan bilang dia seperti Rangga, punya penyakit bipolar?" Pikirnya.
"Ibu kenapa kita berhenti di sini?" tanya Razi yang sedang asyik bermain dengan mainan yang ada di tanganya.
"Ibu sedang melihat Paman Daren! Lihat dia sedang menunggu kita di sana. Jika Razi tidak nakal, beberapa hari lagi ibu akan datang menjemput mu."
"Tapi saat pertama kali kita bertemu, Bagaimana Razi bisa mengenali Ibu?" tanya Cinta.
"Ayah memajang foto pernikahannya di kamar, ketika rindu dengan ibu, Razi masuk diam-diam untuk melihatnya."
"Sebenarnya seberapa mirip aku dengannya?" Pikir Cinta yang tertegun mendengarnya.
Seorang wanita keluar dari pintu mobil Daren, wanita itu adalah Seli adiknya. Sontak Razi yang melihat dari dalam mobil, tiba-tiba bersikap agresif, mencoba meraih tangan Cinta yang masih memegang setir mobil sambil memohon padanya.
__ADS_1
"Ibu… Razi tidak mau ke sana. Razi tidak suka pada tante Seli, dia itu jahat!" Ucapnya.
Cinta yang masih tertegun, terkejut dengan ucapan dan perilaku anak itu. "Bukannya Razi sudah janji tidak akan nakal" sautnya dengan irama lembut.
Dengan wajah yang hampir menangis ia memohon sekali lagi, "Ibu… Razi tidak mau sama tante Seli. Razi mohon… jangan tinggalkan Razi dengannya!"
Kebingungan dengan sikap Razi yang begitu tiba-tiba, Cinta memutuskan untuk membawa Razi kembali bersamanya. Saat di perjalanan pulang, ia menelpon Rangga untuk menjelaskan apa yang terjadi.
Rangga tentunya setuju, jika putranya tetap tinggal di rumah wanita yang ia sukai. Hal itu bisa ia jadikan alasan, ketika ingin bertemu dengannya.
Sementara Cinta masih mencoba memikirkan berbagai alasan yang tepat, jika ibunya bertanya tentang Razi. Yang ia takutkan, jika ibunya malah memanfaatkan kesempatan itu, untuk memeras uang Rangga demi keuntungan pribadinya.
🌺🌺
Halo sobat salam dari Aki Chan 😃
ini adalah novel perdanaku, Aki harap para pembaca memberi kritik, dan saran yang membangun untuk karya ini.
Jika berkenan silahkan di vote.💐
__ADS_1