
Di pagi hari yang cerah Cinta dan Tina kaget mendapat sebuah pesan dari Hana, ibu Cinta.
"Ibu akan mampir ke rumah mu dan menginap selama beberapa hari," tulisnya.
"Oh iya ibu akan tiba di rumah saat makan malam, jadi tidak akan mengganggu pekerjaan kalian," pesan keduanya.
Tina dan Cinta sedang sibuk memikirkan cara agar ibunya tidak datang ke rumah. Kehadiran ibunya hanya akan menambah masalah baru baginya. Apalagi dengan adanya Razi yang tinggal bersama mereka.
"Begini saja, bilang kalau kita sedang syuting di luar kota, lalu kirimkan sejumlah uang padanya," saut Cinta.
"Baik kak, Tina akan mencobanya." Tina dengan sigap melakukan apa yang di suruh Cinta, tidak lama kemudian pesan balasan dari ibunya datang.
"Kalian sibuk ya… lain kali aja deh ibu datang. Bibimu tiba-tiba sakit dan minta di antarkan ke rumah sakit. Ibu sayang kamu," tulisnya.
Melihat jawaban ibunya yang tidak jadi datang, mereka lega dengan itu. "Fiuh… seharusnya kemarin aku tidak memprovokasi ibu di saat seperti ini."
"Ibu kakak sangat licik! Meminta sesuatu sesuka hati, saat kemauannya sudah tepenuhi, ada aja alasanya."
~~
Siang hari Randi datang ke rumah Cinta untuk menawarkan bantuannya. Randi bekerja di bidang industri perfilman sebagai sutradara. Lima tahun yang lalu Randi adalah orang yang mendukungnya untuk menjadi seorang artis.
Perjuangan Randi untuk mendukungnya waktu itu, membuat Cinta mulai terbuka padanya dan menganggapnya sebagai seorang teman.
Randi sudah menyukai Cinta sejak kecil, namun ia memendam perasaannya hingga sekarang. Randi menawarkan pada Cinta untuk menaikkan popularitasnya kembali, dengan cara membuat pertunangan settingan dengannya.
Rangga yang dari luar sudah menguping cukup lama, tiba-tiba langsung mendobrak masuk. "Dia tidak akan mau melakukan itu, kalaupun Cinta mau, akulah yang paling pantas untuk menaikkan popularitasnya!" tegas Rangga.
Cinta dan Randi sontak terkejut melihat Rangga yang tiba-tiba datang.
"Kurasa apa yang di katakan Rangga ada benarnya, iya kan Randi?" tanya Cinta.
"Kurasa," jawab Randi sambil memaksa senyumannya.
Randi sebenarnya tidak setuju dengan itu, tapi ia tidak bisa mengelak dengan fakta yang ada.
Dikalahkan dengan popularitas seorang CEO perusahaan besar. Jika dibandingkan dengannya, yang hanya seorang sutradara, sangatlah jauh berbeda.
Setelah beberapa hari muncullah kabar yang menggemparkan publik, kabar pertunangan Cinta seorang artis tanah air yang sedang hangat di bicarakan, dan Rangga seorang CEO perusahaan fashion terbesar.
__ADS_1
Walaupun pertunangan settingan, mereka sengaja membuat acara tersebut terlihat nyata di mata publik. Mengundang para tamu dari kalangan artis, pengusaha sukses serta beberapa sutradara terkenal.
Pertunangan mereka di gelar secara besar-besaran, agar mudah menaikkan popularitas Cinta yang menurun drastis akibat kejadian waktu itu.
Dengan kabar pertunangannya dengan Rangga, mereka tidak tau kalau ada orang yang semakin membenci hubungan mereka.
Orang tersebut yang selama ini hanya diam dan bersembunyi. Mulai memunculkan taringnya sedikit demi sedikit.
Malam pertunangan tiba, rembulan yang bersinar cerah bersama bintang menyinari sosok Cinta yang menjadi bintang utama malam itu.
Kulit putih di balut gaun berwarna merah yang di hiasa pernak pernik. Pakaian Cinta dirancang oleh Maggie Hutauruk Eddy, seorang desainer terkenal asal Indonesia yang pernah tinggal di Amerika.
Maggie dan Rangga sudah saling kenal sejak ia masih kuliah di Amerika, bahkan sejak ia masih remaja almarhum ibunya sering memesan pakaian pada Maggie.
Sebenarnya Maggie jugalah yang dulunya merancang pakaian pernikahan Rangga dan Zira. Zira adalah nama istri Rangga.
Saat Maggie datang untuk bertemu dengan Cinta, ia bahkan sempat salah memanggil namanya, namun Cinta mengabaikan hal itu tanpa bertanya lebih lanjut.
Randi juga menghadiri acara pertunangan mereka, ia menghibur dirinya sendiri dengan mengatakan dalam hatinya. "Itu hanyalah settingan".
Berulang kali ia mengulang kalimat itu dan menahan amarahnya demi Cinta orang yang dia cintai.
Acara puncakpun akhirnya tiba, pertukaran cincin tunangan di mulai. Rangga memasang cincin emas, secara perlahan di jari manis tangan kiri Cinta, dan ia pun melakukan hal yang sama pada Rangga.
Para tamu riuh bertepuk tangan, menyambut hangat pasangan baru yang sedang viral. Seorang artis cantik, bertunangan dengan seorang pengusaha sukses berstatus duda.
Beberapa pengusaha lainnya merasa iri dengan Rangga karena bisa mendapatkan calon istri seorang artis yang masih muda.
Wartawan sewaan, turut mereka undang untuk memotret saat-saat seperti itu. Kehadiran mereka sebagai pion yang akan membantu, untuk menaikkan popularitasnya.
Sesi pemotretan berlangsung cukup lama, awalnya Rangga mengambil keuntungan sepihak darinya.
Ia sengaja memeluknya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Cinta, lalu perlahan berbisik di telinganya. "Mari kita berakting."
Cintapun akhirnya mengikuti ajakan pria itu. Ia membalas pelukannya lalu melingkarkan tangannya hingga kebelakang leher Rangga, berhadapan satu sama lain dan saling menatap sambil tersenyum hangat.
Pelukan yang begitu intim dan penuh perasaan satu sama lain, hingga membuat siapapun yang melihat akan merasa cemburu.
"Aktingmu tidak buruk," saut Cinta.
__ADS_1
"Apa kau pikir, ini semua hanyalah akting?" tanya Rangga.
"Tentu, kalau bukan memangnya sungguhan?" sindir Cinta.
"Apa selama ini kau pura-pura tidak tau, kalau aku sudah menyukaimu sejak awal atau mungkin kau sengaja menutup matamu."
Cinta mencoba melepas pelukan pria itu, namun Rangga tidak sedikitpun merenggangkan pelukannya, ia malah semakin mempererat pelukan itu.
Cinta tidak bisa banyak berkutik, karena orang-orang sedang memandang ke arah mereka.
"Bisakah kau melepaskan pelukan ini?"
"Tidak! Jawab dulu pertanyaanku dengan jujur," tegas Rangga.
"A aku tidak tau," jawab Cinta sambil membuang pandangannya.
"Baiklah kita akan seperti ini terus, jika kau tidak jujur pada dirimu sendiri."
Rangga semakin mempererat pelukannya hingga tubuh mereka menempel satu sama lain, hingga ia merasakan kehangatan tubuh Cinta. Sedangkan Cinta bisa merasakan nafas hangat pria itu.
Hati Cinta berdegup kencang, tidak karuan. Ia tidak bisa berpikir jernih, tujuannya hanya ingin agar Rangga segera melepaskannya.
"Aku tidak menyukaimu! Hubungan kita hanya saling memanfaatkan, satu sama lain," jawab Cinta.
Mendengar jawaban Cinta, Rangga merasa sedikit kecewa, karena ketidakjujurannya. "Ternyata begitu. Baiklah aku mengerti."
Rangga segera melepas pelukannya dan pergi meninggalkan Cinta. Sedangkan Cinta hanya bisa tersenyum pada orang-orang yang melihatnya, untuk menutupi apa yang sudah terjadi di antara mereka.
Cinta sadar kalau ia sudah keterlaluan, dengan membohongi diri sendiri, dan menyakiti hati pria yang ia sukai.
Namun entah kenapa hatinya merasa tenang, setelah ia melakukan hal itu. Cinta merasa jika ia menerima Rangga, suatu saat ia akan menyesali keputusannya itu.
🌺🌺
Halo sobat salam dari Aki Chan 😃
ini adalah novel perdanaku, Aki harap para pembaca memberi kritik, dan saran yang membangun untuk karya ini.
Jika berkenan silahkan di vote.💐
__ADS_1