
^^^Dear Diari...^^^
^^^Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku bertemu dengannya, orang yang terlihat sama persis dengan ku. ^^^
^^^Awalnya aku menolak untuk mengakuinya dan kami pun akhirnya bertengkar, tapi seiring berjalannya waktu aku menerimanya. ^^^
^^^Aku benci padanya dan ibu, karena mereka tidak pernah berada di samping ku, di saat aku membutuhkan mereka.^^^
^^^Tapi aku tidak ingin menyesal… aku tidak ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan. Sudah cukup kehilangan seorang ayah di depan mata, dan seorang ibu yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Aku tidak ingin merasa kehilangan lagi, terutama satu-satunya kakak ku yang sangat berharga…^^^
Ryan memberikan ruang untuk mereka saling berdiskusi, ia pergi meninggalkan ruangannya.
Zira merogoh dari dalam sakunya dan mengeluarkan buku Diari milik Cinta. "Maaf sudah merebut apa yang seharusnya menjadi milik mu," lirihnya sambil memberikan buku itu.
Cinta menepuk bahu Zira dan sedikit menganggukkan kepalanya. "Sudah sewajarnya kakak beradik saling membantu. Milik ku adalah milik mu dan berlaku juga sebaliknya."
Cinta mendorong pelan tangan Zira, "kembalikan di saat semuanya sudah selesai," sambungnya.
"Baik, aku berjanji akan segera mengembalikan nya." Jawab Zira percaya diri.
__ADS_1
"Jadi apa yang akan Kakak lakukan pada Rangga?"
"Aku tidak tau… untuk sementara aku ingin menghindari mereka agar dia tidak terpancing."
"Kakak aku punya rencana, lebih baik kita memancingnya keluar dan menggunakan tangan orang lain untuk menghancurkan pria itu."
"Orang lain? Maksud mu Rangga."
Cinta menganggukkan kepalanya.
"Entah la aku tidak yakin, dulu aku memilih meninggalkan nya karena takut pria itu akan menyakiti mereka."
Zira terdiam sesaat memikirkan semua perkataan Cinta. "Tapi…" sahutnya yang masih merasa khawatir.
"Kakak hanya perlu meyakinkannya."
"Aku tau, tapi kurasa saat ini dia sangat membenci ku." Masih merasa takut.
Cinta menggenggam tangan Zira untuk meyakinkannya. "Jangan khawatir, serahkan semuanya padaku. Aku punya rencana dan aku yakin akan berjalan lancar. Hari ini adalah harinya, hari dimana kita mengawali segalanya. Semua hasil tergantung pada hari ini!"
__ADS_1
Zira akhirnya setuju dengan rencana Cinta, untuk mengalahkan pria itu dengan bantuan Rangga.
***
Cerita sampingan, kenapa Zira dan Cinta hidup terpisah satu sama lain.
Kedua orang tua mereka saling mencintai layaknya pasangan lain, namun nenek mereka atau ibu dari ayahnya yang kaya raya tidak setuju pernikahan antara ibu dan ayahnya.
Hal itu di sebabkan karena perbedaan status perekonomian keluarga mereka. Ayahnya berasal dari keluarga hebat yang kaya dan ibunya seorang yatim piatu yang hidup mandiri.
Neneknya memaksa ayahnya bercerai dan menikah dengan wanita pilihannya yaitu Hanna. Awalnya ayahnya menolak mentah-mentah, tapi dengan berbagai ancaman dan bahaya yang timbul ia pun akhirnya setuju.
Ibunya melahirkan anak kembar yang cantik, ia hanya bisa merelakan suami dan satu anaknya sebagai penerus keturunan keluarga suaminya.
Saat itu suaminya berjanji hanya mencintai sang istri seorang. Janji itu ia pegang hingga akhir hayatnya, sedangkan sang istri tinggal dengan anak pertamanya dan pergi jauh keluar negeri, hingga kematian menjemputnya demi melindungi nyawa putrinya.
Pernikahan kedua ayahnya dengan Hana tidak di dasari oleh rasa cinta, jadi mereka hidup layaknya orang lain. Hana menghamburkan uang peninggalan ibu mertuanya dan bisnis suaminya.
Karena ulahnya, Suaminya meninggal karena penyakit jantung dan Cinta hidup layaknya tulang punggung keluarga semenjak itu.
__ADS_1
Semua yang Cinta alami membuatnya dewasa sebelum waktunya.