DIARI CINTA

DIARI CINTA
Chapter 30 Berkunjung


__ADS_3

Rangga yang melihat Cinta dan Randi, kembali ke dalam mobilnya dengan keadaan kesal dan menahan amarahnya.


"Sial!" Sambil memukulkan tangannya ke stir mobil.


"Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Mengabaikan ku dan sekarang berduaan dengan laki-laki lain! Memangnya, aku ini apa di matanya!"


"Aku tidak mengerti dengannya, dulu meninggalkan ku dan Razi yang masih bayi tanpa sepatah katapun. Dan sekarang… kenapa keluarga yang kumiliki hancur! Apa salah ku…" Amarahnya memuncak, kesedihan di hati yang begitu dalam membuatnya amat menderita dengan kenyataan yang ada.


Tringg sebuah pesan masuk ke handphonenya. Rangga merogoh ke dalam saku dan mengeluarkannya.


Pada layar tertulis "Istri ku". Rangga sengaja menyimpan nomor Cinta seperti itu, karena egonya yang begitu besar menyakini kalau Cinta adalah istrinya.


Isi pesan dari Cinta. "Maaf sudah mengabaikan mu, malam ini aku akan mampir ke rumah bersama Razi."


Terlihat senyuman tipis di bibirnya setelah membaca pesan dari Cinta. Suasana hatinya sedikit terobati, hanya dengan sebuah kata maaf dari pesannya.


***


Di dalam mobil tepat di depan rumah Rangga. Cinta terlihat tidak tenang, dengan keputusan yang telah ia buat. Ia memainkan jari jemarinya yang masih memegang stir mobil.


"Ibu kenapa?" tanya Razi.

__ADS_1


Cinta memandang Razi dengan rasa simpati. "Dengar Razi… jika Ibu tidak ada di sisi mu, ingatlah kalau Ibu selalu menyayangi mu," ungkapnya.


"Apa Ibu bertengkar dengan ayah?"


"Hubungan Ibu dan ayah sulit untuk di terima."


Razi kebingungan dengan maksud perkataannya. "Apa Ibu akan meninggalkan Razi dan ayah lagi?"


Cinta terdiam mendengar perkataannya. Bibirnya mengerucut menahan rasa sedih yang tiba-tiba mengalir di lubuk hatinya. "Hmm tidak… jika Razi rindu pada Ibu, Razi bisa datang untuk bermain kapanpun yang kamu mau."


"Baik, Bu." Razi tertunduk seolah-olah paham dengan maksud Cinta membawanya pulang.


Ia berjongkok menghadap Razi, lalu memeluknya dengan erat. "Anak yang masih berumur 5 tahun, sudah mengerti masalah orang dewasa… kesedihan yang ia rasakan karena orang tuanya, pasti tidaklah sedikit," batin Cinta.


"Ibu sangat menyayangi mu," ucapnya lirih sambil menahan air matanya untuk tidak menetes keluar.


"Razi juga sangat menyayangi Ibu melebihi apapun…" 


Tidak lama kemudian Rangga membuka pintunya, dan mempersilakan mereka untuk masuk. 


Cinta segera melepaskan pelukannya dan bangkit sambil menyeka mata yang sedikit terasa lembab.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya, Cinta melangkahkan kakinya, masuk ke dalam rumah Rangga. Aroma yang khas tercium menyengat, hingga menusuk hidungnya.


Wangi yang tersebar begitu kuat, seolah-olah sedang menari di udara, menggoda setiap orang yang ada di sekitarnya.


"Wangi apa ini?"


"Ah ini… bunga iris," sahut Rangga.


"Bunga iris? Bukannya itu bahan parfum atau pewangi yang sangat langka dan terkenal sangat mahal."


"Tidak semahal itu… ini wangi yang sangat di sukai istriku." 


"Oh begitu," ucap Cinta datar. Gelora api cemburu terasa di hatinya begitu mendengar kata istri.


***


Terima kasih atas doa dan dukungan dari para pembaca, Aki sempat merasa jenuh saat menulis novel ini, namun sekarang sudah merasa sedikit lega dan bisa untuk melanjutkannya. 


Bagaimana hubungan Rangga dan Cinta selanjutnya?


Jangan lupa tinggalkan like, dan komen di kolom komentar 👋

__ADS_1


__ADS_2