DIARI CINTA

DIARI CINTA
Chapter 6 Syuting Film Ke Eropa


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, alarm digital yang terletak tepat di atas meja di samping tempat tidur Cinta, berbunyi dengan keras. Cinta yang masih merasa mengantuk mencoba meraih jam itu untuk mematikannya, sekilas terlihat pada jam itu pukul 8 pagi.


Sontak ia terkejut dan langsung beranjak bangkit. "What… jam 8, waduh Tina bisa ngomel berjam-jam, jika terlambat ke lokasi syuting karena ketiduran." Sambil berjalan mencari Tina. 


Dia pun terdiam karena tersadar sesuatu. "Tunggu dulu, bukannya aku selalu buat alarm jam 5 pagi, kenapa jadi jam 8, tidak mungkin jam yang masih baru bisa rusak," gumamnya.


Tina dan Razi datang menghampiri Cinta. "Kak Cinta! Kakak sudah bangun," panggilnya.


"Maaf kakak ketiduran… entah kenapa jam di kamar berbunyi pukul 8 pagi. Kenapa kau tidak membangunkan ku?" tanya Cinta.


Tina pun mendesah. "Hah kak Cinta, kakak lupa ya, apa yang Tina sampaikan kemarin malam, saat kita makan," ungkapnya.


"Saat makan? Bukannya di antara kita tidak ada yang mengatakan sesuatu."


"Kakakk!" panggil Tina dengan kesal.


"Oh biar ku ingat lagi," sambil berusaha mengingat. Tina menunggu jawaban Cinta, dan setelah beberapa saat. " Kakak tidak ingat…," sambungnya.


"Sudahlah biar Tina jelaskan lagi. Karena insiden yang di sebabkan Willi, film yang tertunda kemarin sudah mulai dikerjakan lagi, agar tidak semakin tertunda, sutradara bilang kita mulai dari bagian yang paling penting. Jadi kita semua besok akan pergi ke Eropa," ungkapnya.


"Eropa?" tanya Cinta.


"Iya, Eropa kak!" 


"Wah… baru pertama kalinya kita akan ke Eropa untuk syuting film. Jantung kakak rasanya seperti mau copot karena tidak sabar." Sambil kegirangan.


"Makanya Tina sengaja mengganti alarm kakak, supaya kakak bisa istirahat."


"Oh karena itu. Kalau begitu kita harus bersiap-siap, berbelanja dan membawa perlengkapan. Sepertinya di sana sedang turun salju, jadi kita harus bawa mantel yang banyak," saut Cinta.


"Iya kakak tenang saja, kita masih punya banyak waktu untuk menyiapkannya karena jadwal penerbangan kita ada di malam hari." 


"Bagaimana dengan Razi? Apa kita juga akan membawanya?" tanya Cinta.


Razi yang tadinya hanya mendengar percakapan mereka, tiba-tiba langsung memeluk Cinta. "Razi ikut, kemanapun ibu pergi Razi harus ikut!" ucapnya.

__ADS_1


"Tina sudah meminta izin pada Pak Rangga. Dia di izinkan ikut bersama kita asalkan kakak setuju," sambung Tina.


Sambil memandangi Razi dengan rasa kasihan. "Ya sudah, tidak mungkin kita menitipkannya pada orang lain."


Cinta tersenyum pada Razi. "Ayo kita pergi berbelanja dan memilih pakaian yang mau kita bawa."


Razi pun membalas senyumannya. "Baik, Bu," sautnya. "Bagus… aku akan menepati janjiku dengan ayah, untuk menjaga ibu," pikirnya.


Mereka pun pergi berbelanja ke Mall bersama, seperti biasa Cinta memakai masker untuk menutupi sebagian wajahnya, tapi beberapa fans fanatiknya tetap bisa mengenalinya dengan mudah. Pada akhirnya butuh waktu cukup lama untuk bisa lepas dari pandangan orang-orang.


Mereka pun sampai di stan pakaian.


"Huh ternyata berbelanja bagi seorang artis lebih melelahkan dari pada mencari pekerjaan," kata Cinta.


"Fiuh… benar kak, bagi manager artis juga begitu," saut Tina sambil menggendong Razi.


"Rambutmu terlihat berantakan Tin."


"Haha kakak juga. Kemarin kakak dan Razi berbelanja, katanya tidak ada satupun fans yang menghampiri, bagaimana cara kakak menghindarinya waktu itu?" 


"Oh jadi the power of emak-emak, sayang sekali kemarin Tina gak bisa lihat kakak begitu wkwk," ungkapnya sambil tertawa.


"Siapa dulu dong, artis profesional…," saut Cinta sambil bergaya manis.


"Ibu memang yang paling keren," sambung Razi.


"Dan Razi adalah putra ibu yang paling tampan" balasnya." Bersama mereka, membuatku merasakan hangatnya sebuah keluarga," pikir Cinta.


Setelah selesai berbelanja mereka pun kembali menyiapkan pakaian. Malam pun tiba, jadwal keberangkatan pesawat pukul 8 malam. Seluruh kru, sutradara dan para artis berkumpul di Bandara untuk berangkat bersama. Tanpa sepengetahuan Cinta, ternyata Rangga juga menaiki pesawat dengan tujuan yang sama, namun Rangga berada di kelas yang berbeda dengannya.


Rangga sengaja pergi sendirian tanpa memberitahukan pada mereka, awalnya tujuannya hanya untuk mengawasi Cinta dari kejauhan, tapi siapa sangka kehadirannya malah menimbulkan masalah baru nantinya.


Penerbangan mereka memakan waktu kurang lebih 15 jam. Setelah sampai mereka langsung menuju hotel yang telah di sewa. Rangga juga berada di hotel yang sama dengannya, sesekali Rangga melihat Cinta dan putranya bersama.


Di malam hari Cinta latihan menghafal dialognya sedangkan di pagi hari mereka semua mulai menjalankan proses syuting. Karena Willi sudah dikeluarkan dari projek film ini, pemeran pria pun di ganti dengan aktor papan atas yaitu Aliando Syafur(sengaja diplesetkan).

__ADS_1


Beberapa kali ada adegan di mana mereka saling bergandengan tangan dan berpelukan. Rangga yang melihat semua itu dari kejauhan menahan amarahnya karena tidak bisa berbuat apa-apa.


"Berani-beraninya aktor jelek sepertinya memeluk istriku," kata Rangga. "Kau beruntung jadi seorang aktor, kalau tidak akan kupatahkan kedua tangannya yang berani menyentuh istriku." 


Karena banyaknya orang di sekitar mereka ketika proses pengambilan gambar, ada seorang pria berpakaian serba hitam dan memakai topi, mengawasi seluruh kegiatan Cinta dan Tina.


Proses syuting pun selesai, sutradara, kru dan para artis makan malam bersama untuk merayakan keberhasilan kerjasama mereka.


Sutradara memberikan mereka semua hadiah, berupa kebebasan melakukan aktivitas apapun sebelum kembali pulang. Jadwal kepulangan mereka semua yaitu besok malam, namun siapa sangka nantinya Cinta tidak bisa pulang dengan mereka karena terlibat masalah yang di sebabkan Rangga dan Razi.


Di malam hari, Tina sedang merapikan semua pakaian mereka dan memasukkannya ke dalam koper, untuk mempersiapkan keberangkatan besok. Sedangkan Cinta rebahan di tempat tidur bersama Razi. "Bisa bermain film dengan Aliando di Eropa merupakan pengalaman yang tak terlupakan, luar biasa," ungkap Cinta.


"Ada untungnya juga perbuatan Willi sebelumnya," saut Tina.


"Hus… ada untung ada rugi. Mending tu orang gak usah kita bahas lagi. Besok kita main kemana?" tanya Cinta untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Kalau nanti kita malah tersesat, jadi buat masalah. Menurut Tina kita jalan-jalan di sekitar hotel aja kak, setelah itu kita cari oleh-oleh untuk ibu kakak." 


"Oh iya, ibu bisa marah kalau kita ke Eropa gak bawa oleh-oleh."


"Betul tu kak, kita ke Mall terdekat aja buat beli tas bermerek, pasti ibu kakak bakalan suka."


"Iya," saut Cinta. "Kalau Razi, maunya kita kemana?"


"Terserah ibu, asalkan ada ibu kemanapun Razi mau," jawabnya.


"Baiklah, karena kita sudah sepakat ayo segera istirahat." 


"Baik," jawab Tina dan Razi bersamaan.


 🌺🌺


Halo sobat salam dari Aki Chan 😃


ini adalah novel perdanaku, Aki harap para pembaca memberi kritik, dan saran yang membangun untuk karya ini.

__ADS_1


Jika berkenan silahkan di vote.💐


__ADS_2