DIARI CINTA

DIARI CINTA
Chapter 40 Zira dan Cinta


__ADS_3

Sepucuk surat 


^^^Aku… selalu berada di balik punggung seseorang. Aku tidak mengerti, kenapa mereka bersedia menyerahkan hidupnya demi diriku.^^^


^^^Aku hanya bisa melihat, saat-saat mereka kesakitan meregang nyawa, tanpa bisa melakukan apapun…^^^


^^^Aku tau, aku tidak berhak meminta apapun darimu, aku juga tau nyawamu dalam bahaya karena aku. Tolong bantu aku, aku akan membalas dendam ibu padanya.^^^


^^^Dari Zira untuk Cinta.^^^


***


Di siang hari seorang wanita mengenakan jaket, masker dan topi berwarna hitam sedang berdiri di sebrang jalan mengawasi Rangga yang sedang menggendong Razi keluar dari mobilnya, di ikuti oleh Daren yang terburu-buru mengejar mereka.


Mereka berdua masuk ke sebuah bangunan yang menjulang tinggi miliknya. Perusahaan itu bernama Azura, perusahaan dalam bidang fashion. Perusahaan besar yang tersebar dalam skala internasional.


Dari kejauhan pandangan mata wanita itu hanya terfokus pada mereka berdua, hingga bayangan mereka sirna tak bersisa.

__ADS_1


Di balik matanya terpancar kesedihan yang begitu dalam, terasa sakit di dada namun tak menimbulkan bekas fisik. 


Ia jatuh terduduk lemas sambil menahan rasa sakitnya. Orang-orang yang ada di sekitar mulai memperhatikannya dan berbisik, "ada apa dengannya?" Bisik yang lain, "apa dia sakit?"


Namun tak satu pun dari mereka yang berani menyapa atau berbicara padanya. Mereka semua hanya lalu lalang di depan dan di belakang, berjalan melaluinya begitu saja.


Hingga seorang wanita yang mirip dengannya dan mengenakan pakaian yang juga sama, berjalan menghampirinya. Ia menunduk kan badannya sambil menjulurkan tangan, berusaha membantu wanita yang terduduk tadi. 


"Raih lah tangan ku… aku akan membantu mu balas dendam atas kematian ibu. Seperti empat tahun yang lalu, aku bersedia menolong mu tanpa paksaan siapapun, Kakak…" lirihnya.


Wanita itu meraih tangannya, lalu berdiri dan langsung memeluknya dengan erat. "Cinta! Maaf… maafkan aku…" Air mata ikut menetes membasahi pipinya.


Zira dan Cinta adalah saudara kembar identik. Zira adalah sang kakak, sementara Cinta adalah sang adik.


Di klinik Dokter Ryan.


Mereka berdua sedang berdiri menghadap Ryan. "Apa kau bisa membedakan kami yang kembar identik?" tanya salah satunya.

__ADS_1


Ryan memandangi mereka dengan seksama. Ia memegang dagunya berpura-pura sedang berpikir keras, " dari ujung kaki hingga ujung kepala, kalian memang tidak bisa di bedakan, tapi… dari sorotan mata aku bisa langsung tau. Kalau kau adalah sayangku!" Ucapnya sambil menunjuk ke arah sang adik.


Mendengar ucapan Ryan, sang adik tersenyum. "Hebat juga kau," sahutnya.


"Hei hei tunggu dulu, apa cuma aku yang merasa aneh di sini?" tanya sang kakak.


"Izinkan aku memperkenalkan diri sekali lagi, namaku Ryan Hidayat. Aku kekasihnya Cinta, jadi aku harus memanggil mu apa, Kakak ipar?" Jawabnya sambil tersenyum.


Sang kakak hanya terdiam kebingungan mendengar ucapan Ryan.


Sang adik menjewer telinga Ryan dengan kuat. "Jangan ganggu Kakak ku!"


"Iya maaf. Kejam amat sama pacar sendiri," sahut Ryan dengan wajah cemberut.


Sang kakak tertawa kecil melihat tingkah mereka. "Haha kalian ini."


"Tuh kan aku jadi malu diketawain sama Kakak ipar," sambung Ryan.

__ADS_1


Raut wajah sang kakak berubah drastis seketika, kesedihan kembali menyelimuti sorot matanya. Ryan dan sang adik sadar akan kondisinya dan segera menghentikan candaan di antara mereka.


Bab-bab selanjutnya akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Kenapa sang kakak(Zira) mengambil identitas adiknya dan kenapa sang adik(Cinta) menghilang.


__ADS_2