DIARI CINTA

DIARI CINTA
Chapter 5 Masa Lalu


__ADS_3

Di pagi hari Cinta melihat keadaan Tina, meletakkan tangan ke dahinya untuk mengecek suhu tubuh Tina. "Panasnya sudah turun," gumamnya.


Tina pun terbangun. "Kak Cinta, Kakak sudah bangun." 


"Maaf ya sudah membuatmu terbangun. Bagaimana keadaanmu apa sudah mendingan?" 


"Jauh lebih baik dari kemarin, Kak siang ini ada jadwal pemotretan. Kita harus bersiap-siap sebelum terlambat," sambil mencoba untuk bangkit, tapi di tahan oleh Cinta.


"Iya Kakak tau, kau di rumah saja istirahat dengan baik. Biar kakak yang pergi sendiri." Sambil menyelimuti Tina. "Oh iya, lebih baik Razi ikut dengan Kakak, agar kau bisa istirahat."


"Tapi Kak, siapa yang menjaganya?"


"Akhir-akhir ini dia tidak nakal, jadi tidak sulit untuk mengawasinya atau Kakak bisa minta tolong pada Daren nanti," jawab Cinta.


"Baiklah, tapi kalau ada apa-apa hubungi Tina ya Kak." 


"Iya, jangan khawatir tidak akan ada yang terjadi." Sambil beranjak pergi. Karena ia tidak tau tempatnya Cinta pun kembali untuk bertanya. "itu, Hmm… pemotretannya di mana?" 


"Perusahaan fashion milik pak Rangga," jawabnya .


"Oke," jawab Cinta lalu beranjak pergi.


Tina pun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mendesah. "Dasar kak Cinta, Kakak terlalu bergantung padaku. Bagaimana kalau Tina tidak ada, Kakak pasti kesepian" gumamnya.


Sesampainya di lokasi studio pemotretan, Cinta melakukan pekerjaannya sebagai artis, mulai dari dirias hingga memakai berbagai pakaian dan perhiasan yang akan mulai dipasarkan. Cinta meminta bantuan pada Daren untuk menjaga Razi, namun karena ia sangat sibuk hingga tidak tau kalau Rangga lah yang ada di lokasi menggantikan Daren. Sesekali Rangga bersama Razi melihat Cinta dari kejauhan.


Razi sangat ingin bertanya pada ayahnya kenapa dia tidak tinggal bersama ibu, tapi ia menahan rasa penasarannya karena takut melihat Rangga bersedih.


Rangga yang mengerti sifat anaknya pun langsung tau kalau ada sesuatu yang ingin ia tanyakan. "Razi, katakan saja apa yang ada dipikiranmu, ayah akan mencoba menjawabnya," ungkap Rangga.


Anak itu pun terdiam sejenak, "Sebenarnya Razi ingin kita bertiga tinggal bersama. Anak-anak lain tinggal bersama ayah dan ibu mereka. Kenapa ayah tidak tinggal dengan Ibu?" 

__ADS_1


Rangga pun terkejut mendengar pertanyaan Razi, mereka pun diam tanpa melanjutkan pembicaraan. Beberapa saat kemudian, Rangga mengelus kepala putranya dengan memasang wajah sedih. "Ayah tidak ingin, Razi ikut sedih," jawabnya.


"Razi akan meminta pada ibu agar mengizinkan Ayah tinggal bersama kami, ibu pasti akan mengizinkannya," ungkapnya.


"Jangan!!" teriak Rangga. Orang-orang di sekitar mulai melihat ke arah mereka, lalu memalingkan pandangan karena takut ditegur oleh Rangga. Sementara Razi sedikit terkejut dengan jawaban ayahnya. "Kenapa?" tanyanya perlahan.


"Maafkan ayah… sudah membentakmu." 


"Apa ayah membenci ibu?" 


Rangga tau jika anaknya sudah mulai bertanya dia akan terus bertanya sampai mendapatkan sebuah jawaban. "Ayah tidak membenci ibu. Ayah berusaha mencari ibumu sejak ia pergi dan baru sekarang ayah menemukannya. Dulu ayah dan ibu kuliah di Amerika, lalu di jodohkan dan tinggal bersama, karena ayah mewarisi perusahaan kakekmu di sini, makanya bisa bertemu lagi dengan ibumu. Ayah tidak tau kenapa ibumu bisa tinggal di sini dan menjadi seorang artis," jelasnya.


"Apa ayah merindukan ibu?"


"Tentu saja, dia satu-satunya wanita dalam hidup ayah. Walaupun kami di jodohkan, ayah dan ibu saling menyayangi," ungkapnya.


"Jadi kenapa ibu meninggalkan kita, apa ibu tidak sayang pada Razi?"


"Ibumu pasti sangat menyayangimu. Sebenarnya Ayah juga ingin tau kenapa ibumu pergi. Untuk sekarang rahasiakan ini dari ibumu, ayah tidak ingin dia pergi lagi," ungkapnya.


"Bagus, Razi anak ayah yang cerdas." 


"Maukah Ayah menceritakan lebih banyak tentang ibu?"


"Ibumu, dia itu wanita yang baik dan penyayang. Saat itu ibumu baru masuk kuliah, sedangkan ayah di tahun ke 3. Ayah dan Ibu berada di jurusan yang sama, kami di jodohkan dan tidak lama kemudian langsung menikah. Awalnya kami hanya menganggap pernikahan itu hanya sebatas pertemanan, namun lama kelamaan kami pun saling menyukai."


Tidak lama kemudian, pemotretan Cinta akhirnya selesai ia melihat Razi bersama seorang pria. "Dari gayanya seperti bukan Daren" pikirnya.


"Razi!" panggil Cinta. Mereka berdua langsung berbalik melihat ke arahnya.


"Oh ternyata Pak Rangga. Maaf sudah merepotkan bapak," katanya.

__ADS_1


"Tidak perlu sungkan. Saya yang harusnya minta maaf karena sudah banyak merepotkan. Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Kali ini saya yang bayar untuk membalas makan malam kemarin," ungkapnya sambil tersenyum.


"Baiklah, saya rasa tidak sopan jika menolak kebaikan orang lain," jawab Cinta.


Mereka bertiga pergi bersama, tanpa di sadari ada seseorang yang mengikuti dan memotret kedekatan mereka dari kejauhan.


Malam harinya di rumah. Cinta, Tina dan Razi makan malam bersama. Tina sudah kembali sehat seperti biasanya, ia pun menggantikan Cinta untuk menemani Razi di malam hari.


Cinta berbaring di atas kasur. "Hari ini cukup melelahkan, tapi bisa melihat Pak Rangga tersenyum nampaknya cukup bagus…" gumamnya.


"Eh… ada apa denganku, kenapa malah memikirkan pria yang sudah memiliki seorang anak." Sambil menutupi wajahnya dengan selimut.


Cinta pun kembali menurunkan selimutnya yang menutupi wajah. "Tapi saat baru pertama kali bertemu dengan Razi, kenapa anak itu langsung memanggilku ibu. Apa jangan-jangan…." Berpikir sejenak. "Seperti di artikel yang pernah ku baca kalau di dunia ini ada yang terlihat sama persis, padahal ia anak tunggal. Apa Mungkin itu penyebabnya…,"  pikirnya.


"Lain kali akan ku tanyakan padanya, sekarang saatnya tidur," gumamnya.


Beberapa saat kemudian, Cinta Tidak bisa tidur dia pun memilih untuk membaca diarinya. " Ketika aku pulang sekolah, aku melihat ada seorang anak kecil yang menangis disebuah gang, ia ketakutan karena seekor anjing mendekatinya lalu kakaknya datang untuk mengusir anjing itu dan menjaga adiknya, mereka pun saling tersenyum dan pulang bersama."


"Aku merasa sedikit iri pada mereka. Setiap anak punya keluarga yang menyayangi dan menjaga mereka, tapi kenapa aku tidak pernah memiliki seseorang yang menyayangi ku bahkan ibuku sendiri tidak peduli padaku…." Sambil menutup diarinya.


"Apa ini sudah terlalu lama, sehingga aku tidak merasakan apapun akan hal ini. Aku sudah tidak peduli, bagaimana ibu menganggap ku sekarang. Aku hanya peduli pada orang-orang yang ada di sekitar ku, bahkan jika ada netizens yang mengumpat penampilanku, aku hanya akan menganggap itu seperti angin lalu."


"Diari ini berisi tentang perasaan ku dari kecil hingga aku berumur 15 tahun, apa setelah itu aku berhenti menulis diari ya? Aku sudah tidak ingat lagi," pikirnya


"Bagaimanapun biarlah waktu yang akan menjawab semuanya."


Cinta pun mengantuk dan secara perlahan-lahan tertidur dengan lelap sambil memeluk buku diarinya.


 🌺🌺


Halo sobat salam dari Aki Chan 😃

__ADS_1


ini adalah novel perdanaku, Aki harap para pembaca memberi kritik, dan saran yang membangun untuk karya ini.


Jika berkenan silahkan di vote.💐


__ADS_2