
Setelah beberapa hari berlalu, ibunya memilih tinggal di rumah Cinta untuk sementara. Sesekali ia melakukan pendekatan secara halus dengan Rangga dan Razi. Hingga suatu hari ibunya datang ke kantor Rangga dengan alasan berkunjung, namun hal itu membuat para harimau yang selama ini sedang tertidur, terbangun sambil menunjukkan taringnya yang tajam.
Saat Cinta melakukan pemotretan di perusahaan Rangga, muncul desas-desus yang tidak enak di dengar tentang hubungan mereka berdua. Bahkan ada beberapa karyawan yang menggosipkan Cinta dari belakang, menuduhnya sebagai pelakor yang membuat istri sah Rangga pergi.
Ketika jam istirahat makan siang, Cinta sedang berada di toilet perusahaan itu. Dari balik pintu terdengar dengan jelas percakapan di antara dua orang karyawan wanita yang sedang asyik merias diri.
"Itu-tu pelakor berkedok artis, siapa ya namanya? Hm … si Cinta! Iya benar, si Serigala Bebulu Domba."
"Sst jangan sebut merek, nanti ada yang dengar!" saut temannya.
"Biarin aja! Biar satu perusahaan tau akal licik wanita itu!"
"Gue tau lo suka sama pak Rangga, tapi jangan sampai dia tau kalau tunangannya digosipin karyawannya sendiri. Bisa-bisa kita kena pecat cuma karena itu!"
"Ini kan di antara kita berdua aja, lagi pula hampir semua karyawan sudah dengar tentang gosip ini," ucapnya.
"Gosip apa?"
"Is kamu tu, kudet amet sih jadi orang! Dengar-dengar dia itu orang ketiga di antara pak Rangga dan istrinya. Dia juga yang menyebabkan istrinya pergi."
"Ah masa, sih?"
"Iya, dan katanya pak Rangga suka sama dia, karena wajahnya mirip dengan istrinya. Dia tu cuma pengganti di matanya."
__ADS_1
"Kasian juga ya…," ucap temannya.
"Orang jahat ya selalu berakhir buruk."
"Ah udah lah, gak penting juga kita ngurusi itu. Waktu istirahat sebentar, aku gak mau sia-siain waktuku untuknya!"
"Tumben lo ada benarnya, wkwk." Ia pun menyikut lengan temannya untuk menggodanya, lalu mereka saling tertawa.
Cinta yang mendengar semua itu awalnya kesal mendengar ejekan mereka, namun setelah mendengar kata pengganti, amarahnya pun berubah. Hatinya berkecamuk tidak karuan, merasa tak ingin dikatain sebagai pengganti wanita lain, hanya karena wajahnya yang mirip.
"Dari mana sebenarnya gosip-gosip ini muncul? Begitu banyak orang yang sangat membenciku, hingga melibatkan orang lain."
Ia membuka pintu dan keluar dari sana, niat awal ingin meluruskan masalah itu, dan menanyakan asal muasal gosip yang terdengar tanpa dasar yang jelas.
Di tatapnya ke depan, terdapat cermin wastafel yang berukuran cukup besar di sana. Pantulan wajahnya menjadi sorotan bola matanya, ia tertegun cukup lama memandangi parasnya yang elok. Kulit putih, bibir merah merona, rambut panjang nan halus, serta bulu mata yang lentik.
Terlintas dipikirannya semua gosipan dua wanita tadi, yang tak ia kenal sebelumnya. Keningnya berkerut mengingat setiap orang disekitar Rangga yang ia temui, selalu membahas tentang parasnya yang mirip dengan istrinya.
Ingin rasanya ia menjerit, sambil mengucapkan namanya dengan suara lantang di hadapan mereka semua, yang menganggapnya sebagai pengganti.
Namun apalah daya seorang wanita, yang lebih mementingkan karier dan imagenya di depan publik, ketimbang hanyut dalam perasaan yang tidak jelas.
Seorang wanita membuka pintu yang tidak jauh dari posisinya berdiri, kedua matanya terperanjat melihat pantulan sosok wanita seksi yang terlihat tidak asing. Wanita itu masuk sambil tersenyum manis padanya.
__ADS_1
"Hai nama mu Cinta, kan?" ucap Seli.
"Iya benar, kamu yang kemarin-" Belum selesai ia berbicara, perkataannya langsung dipotong oleh Seli.
"Nama ku Seli, adiknya Daren dan juga temannya Rangga. Sebenarnya kami sudah saling kenal sejak kecil." Wajahnya tersipu malu mengucap nama pria itu.
"Iya, Rangga sudah menceritakan tentang kalian padaku."
"Benarkah? Apa yang dia ceritakan tentang ku?" Wajahnya tampak sumringah mendengar ucapan Cinta.
"Dia cuma bilang kalau kalian berteman."
"Oh begitu." Raut wajahnya berubah seketika, kekecewaan tersembunyi dari balik senyumnya.
Cinta mengalihkan pandangannya dari wanita itu, ia membasuh tangannya dengan air yang mengalir dari kran wastafel. Mengambil beberapa lembar tisu yang tersedia, tepat berada di dekat ia berdiri.
Sedangkan Seli sibuk dengan dunianya sendiri. Mengoles lipstik berwarna merah yang masih terlihat sangat jelas, lalu mengusai rambut pendeknya dan tersenyum mengangumi wajah cantiknya. Sementara Cinta pergi meninggalkannya yang sedang asyik seorang diri.
🌺🌺
Halo sobat salam dari Aki Chan 😃
ini adalah novel perdanaku, Aki harap para pembaca memberi kritik, dan saran yang membangun untuk karya ini.
__ADS_1
Jika berkenan silahkan di vote.💐