
Pandangan gelap, dan tubuh terasa kaku, terdengar suara Rangga samar-samar memanggil berulangkali. "Zira! Zira bangunlah!"
Cinta terbangun di pagi hari yang cerah, melihat ke segala arah untuk memastikan kalau ia berada di dalam kamarnya.
Teringat akan kejadian kemarin malam, saat ia kesal pada Rangga, dan saat ia seorang diri ketakutan menangis di dalam mobilnya.
"Bagaimana aku bisa sampai di rumah?"
Cinta bangkit dari tidurnya sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Zira? Sudah berapa kali aku mendengar mereka memanggilku dengan nama itu?"
Ia tau kalau "Zira" adalah nama istri Rangga yang pergi meninggalkannya.
"Hanya karena kami memiliki sedikit kemiripan, tidak seharusnya mereka semua memanggilku dengan nama itu!" kesalnya.
"Tok tok" suara pintu diketuk. Rangga masuk membawa nampan dengan mangkuk berisi bubur. Ia khawatir melihat Cinta yang masih memegangi kepalanya.
Cinta langsung kembali tidur sambil menyelimuti dirinya untuk menghindari pria itu, ia tidak melihat ada balutan perban putih, di tangan kanan Rangga.
"Sedang apa kau di rumahku?!" tanya Cinta dengan kesal.
Rangga meletakkan nampan yang dibawanya ke atas meja. "Bagaimana keadaan mu? Apa masih terasa pusing?"
__ADS_1
"Itu bukan urusanmu!"
"Cinta kau sudah salah paham padaku, izinkan aku menjelaskannya."
"Aku tidak peduli, pergilah!"
Rangga terkejut mendengar jawabannya. "Baiklah aku akan pergi, jangan lupa untuk memakan bubur ini selagi hangat." Ia pun pergi meninggalkannya seorang diri.
"Aku terlalu bodoh untuk percaya padanya!"
Tidak lama kemudian, Tina masuk ke kamar Cinta untuk melihat keadaannya. "Tina sebenarnya gak tau, alasan Kakak marah pada pak Rangga. Apa yang terjadi tadi malam dan kenapa Kakak diam-diam pergi seorang diri?"
"Semalam Pak Rangga menggendong Kakak pulang saat hujan. Kakak pingsan, sedangkan pak Rangga basah kuyup, tangannya penuh dengan luka. Apa Kakak tau, Tina sangat mengkhawatirkan Kakak!" kesalnya.
Mendengar omelan Tina, Ia tersadar kalau sikap seenaknya membuat orang lain mengkhawatirkan dirinya.
"Kak lain kali, jika terjadi sesuatu ceritakan dulu pada Tina. Tina tau, kalau Tina tidak bisa banyak membantu, tapi Tina siap jika kakak membutuhkan sesuatu," ungkapnya.
Mereka pun melepaskan pelukannya, "Baik. Hmm… tentang Rangga, kakak butuh waktu untuk menenangkan diri. Sebenarnya…."
Setelah itu Cinta menceritakan pada Tina, dari saat pertunangan mereka, hingga saat ia terluka melihatnya bersama wanita lain.
"Ternyata begitu, menurut Tina setidaknya Kakak mau mendengar penjelasan dari Pak Rangga."
__ADS_1
Ia sedikit menganggukkan kepalanya, lalu menunduk sedih tenggelam dalam pemikirannya sendiri.
"Di matanya aku hanyalah seorang pengganti. Dia banyak membantuku, karena wajahku yang mirip dengan mantan istrinya, rasa cintanya bukanlah untukku."
Hatinya terasa semakin sakit, ketika ia mengetahui fakta, kalau ia hanyalah seorang pengganti bagi Rangga.
Walaupun di dalam hatinya ingin menjauh dari Rangga, tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, kalau ternyata ia sudah menyukai pria itu.
Pria tampan bertubuh gagah, berumur 28 tahun. Seorang pengusaha sukses yang kaya raya, sekaligus duda beranak satu. Disukai banyak wanita dan dijuluki sebagai hot daddy.
Meski sudah memiliki anak, gayanya yang trendi sukses bikin cewek-cewek salah tingkah kalau lewat di depannya. Tidak sedikit para karyawan wanita yang mengincarnya sebagai suami idaman.
Namun sifat dan sikapnya yang dingin terhadap wanita lain, membuat mereka menyerah untuk mengambil hatinya.
Para wanita yang menyukainya merasa cemburu, melihat Cinta dengan mudah mengambil hati pria itu.
Cinta sangat tau semua itu, namun ia selama ini menutup matanya karena tidak ingin terlibat dalam hubungan asmara dengan pria manapun.
Tapi sekarang kehampaan ia rasakan di hatinya, ketika sosok pria itu tidak hadir untuk mengisi waktunya yang senggang.
🌺🌺
Halo sobat salam dari Aki Chan 😃
__ADS_1
ini adalah novel perdanaku, Aki harap para pembaca memberi kritik, dan saran yang membangun untuk karya ini.
Jika berkenan silahkan di vote.💐