
" Loh kenapa Bi? aku cuma mau ngecek di belakang Bi" ucapku
" Jangan Non disana gak ada siapa-siapa" ucap Bi Siti ketakutan
" Bibi kenapa sih? apa ada yang Bibi rahasiakan dariku ya? Bibi jangan takut aku gak bakalan bilang sama Reza" ucapku merayunya
Firasatku semakin yakin ada banyak hal yang terselubung di rumah ini. Aku melihat wajah Bibi yang terlihat sangat pucat.
" Bi coba jujur sama aku?" aku mendongakkan kepalanya yang tertunduk
" ayo Bi jangan takut aku akan bantu Bibi"
" eh Non sebaiknya Non jangan ikut campur nanti Non kena marah sama Reza" ucapnya sambil ketakutan
" Bi aku akan coba bantu Bibi sebenarnya aku yakin ada yang sedang disembunyikan dari Reza"
" tapi Non Bibi takut"
Aku pegang tangannya aku mencoba untuk meyakinkannya. Dia menatap ke wajahku dia meneteskan air matanya.
" Bi coba Bibi jujur sama aku, aku akan bantu Bibi siapa tau dengan Bibi cerita sama aku Bibi akan lebih lega" ucapku menenangkannya
" tapi janji ya Non jangan pernah ceritakan hal ini kepada siapapun"
" iya Bi aku janji"
Kemudian Bibi membisikkan sesuatu yang membuatku benar-benar terkejut. Rasa tidak percaya menyelimuti seluruh hatiku. Aku benar-benar tidak percaya ini bisa terjadi. Ternyata benar Reza adalah dalang dibalik ini semua. Aku melangkahkan kakiku melihat Reza yang sedang tertidur. Kemudian aku menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Aku melangkahkan kakiku ke arah taman belakang. Aku mencari sesuatu yang terdapat disana. Perlahan aku melangkah ke sebuah gudang di belakang rumah Reza. Gudang itu terlihat sudah rapuh. Aku memberanikan diri untuk melihat kesana.
" hati-hati Non" ucap Bibi lirih
Tubuhku rasanya gemetar tanganku mulai dingin. Aku benar-benar ragu untuk melihat ke arah gudang itu. Banyak kelambu-kelambu yang bergelantungan.
" ihhhhh serem sekali" gumamku dalam hati
" kriiieekkkkk" aku menginjak plastik bekas apa aku juga tidak tau itu apa.
Tiba-tiba Reza keluar dari kamarnya dan sudah melihatku berada di depan gudang itu.
" Key kamu ngapain disana?" ucap Reza dengan nada tinggi dia juga langsung menyeretku.
" aduh tunggu Rez aku cuma.."
" cuma apa?" dia kelihatan sangat marah
" aku tadi cuma mau lihat doang"
" gak perlu dan kamu ingat kamu gak boleh kesana lagi, awas kamu kalau kesana lagi" ancamnya kepadaku
" tapi emangnya kenapa sih Rez?" aku tambah penasaran melihat dia semakin marah
" gak ada apa-apa dan awas ya kalau kamu nekat pergi kesana"
__ADS_1
Aku terdiam melihat kemarahannya aku mencoba untuk membuat dia tenang.
" iya Rez aku minta maaf aku cuma ingin tau saja" ucapku manja
" janji ya gak bakal kesana lagi, kalau tadi bukan kamu pasti sudah aku hajar. Untung saja tadi kamu" ucapnya membelai rambutku
Di dalam hatiku aku masih sangat penasaran dengan apa yang sedang disembunyikan dari Reza dariku. Tapi aku sudah berjanji kepada Bi Siti agar aku merahasiakan ini semua. Aku berpura-pura tidak tau apa-apa.
" iya Rez" jawabku mencoba untuk merayunya.
Padahal aku takut sekali dengannya. Tapi jujur saja aku menyimpan sebuah perasaan kepadanya. Kita sudah menjalin hubungan cukup lama. Tapi aku benar-benar tidak tau siapa Reza sebenarnya. Semuanya seperti tanda tanya di hatiku yang masih belum terjawab.
" Rez kamu kok tiba-tiba ada di belakang bukannya tadi kamu tidur ya?"
" iya aku tadi mendengar suara lalu aku pergi ke belakang" ucapnya kesal
" ya sudah kamu istirahat lagi ya aku akan jagain kamu disini"
" kamu janji ya tetap disini jangan kemana-mana"
" iya iya"
huft *sepertinya misiku kali ini tidak aku lanjutkan dulu. Reza sudah mencurigaiku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
Malam ini Ranti menginap di rumahku lagi. Dia masih takut untuk tinggal sendiri di rumahnya apalagi dia sering dirasuki oleh arwah-arwah nyasar.
" kamu kenapa sih Ran? tumben amat?" ucapku
" iya aku takut Key"
" ihhhhh dasar penakut" ucapku meledeknya
" boleh ya Key?"
" iya iya tapi kamu harus bantuin aku Ran"
" bantu apa lagi Key? tapi jangan yang aneh-aneh ya"
" iya aku mau kamu sekarang ikut aku ke rumah Reza"
" loh bukannya tadi sore kamu sudah dari sana ya?"
" iya aku tadi gagal jadi sekarang aku mau coba lagi"
" gagal gimana maksudnya?"
" sudah ayo ikut aku nanti aku jelasin di mobil" ucapku sambil menyeret tangannya
Di dalam mobil Ranti bertanya padaku tujuanku ke rumah Reza. Aku menceritakan semuanya kepada Ranti . Wajahnya semakin ketakutan mendengarnya.
__ADS_1
" pokoknya tugas kamu adalah mengalihkan perhatian Reza supaya aku bisa masuk ke dalam gudang itu"
" tapi Key aku takut kamu tau kan rumah Reza itu serem banget"
" disana kan ada Bu Siti Ran"
" tapi sama saja disana itu serem banget"
" sudah kamu nurut sama aku ya, cuma kamu Ran yang bisa bantuin aku" ucapku sambil memohon
" iya tapi jangan lama-lama ya aku takut"
Aku tersenyum kepadanya dengan mencibirkan bibirku. Sesampainya disana aku melihat Bi Siti membukakan pintu pelan-pelan.
" sstttt Non pelan-pelan ya Den Reza lagi tidur" ucapnya dengan bisik-bisik
" iya Bi" ucapku pelan
Ini adalah kesempatan untukku karena Reza sedang tertidur. Aku menyuruh Ranti mengawasi dari sini. Sementara itu aku langsung menuju ke gudang. Aku berjalan pelan-pelan aku melihat sekitar terlihat gelap gulita.
" hiiii merinding juga" ucapku dalam hati
Aku telah sampai di depan gudang itu pintunya dikunci aku melihat ke jendela yang sudah reot.
" sial aku gak bawa senter"
Akhirnya aku menyalakan ponselku kusenter sekelilingnya. Aku mengintip dari jendela. Aku melihat bermacam-macam setan disana dengan berbagai macam. Tapi aku tak menemukan jejak dari anak yang selalu mengikutiku. Aku memutar arah sepertinya ada pintu lagi di seberang. Aku harus masuk ke dalam lubang kecil aliran air.
ih jorok nih
Tapi ini adalah satu-satunya cara aku untuk masuk ke dalam gudang itu. Aku melompat ke bawah melewati lubang air itu. Aku berhasil masuk kesana tapi aku masih belum menemukan apa-apa disana. Aku mengacak-acak di dalam sana. Aku menemukan sebuah pisau, pisau itu penuh darah yang sudah mengering.
" astaga bekas apa ini"
Aku menaruhnya di dalam tasku. Aku mencari benda lain yang terdapat disana. Gudang itu penuh dengan makhluk gaib. Aku semakin merinding berada disana. Aku melewati satu persatu dari mereka. Aku tak menemukan ank itu disana. Aku melihat ada sebuah lemari rusak disana. Aku membuka pintu lemari itu. Tapi lemari itu dikunci rapat. Aku mendongkrak lemari itu dengan kayu. Kemudian lemari itu terbuka sedikit demi sedikit. ketika lemari itu terbuka penuh.
" aduuuhhhhh " aku terkejut ketika aku melihat sosok di dalam sana
Aku membalikkan tubuhnya
" aaaaaaaaaaaaaaaaaaa" aku berusaha menutupi mulutku sendiri
Badanku gemetar ketika aku melihat tubuh itu adalah milik anak kecil itu. Tubuhnya terbelah menjadi dua. Aku benar-benar terkejut melihatnya. Aku mulai dihinggapi rasa takut, aku mundur selangkah dari tubuh itu. Keringat dinginku mulai tercucur. Itu adalah potongan tubuh yang sudah membusuk disana. Bau yang tersengat di hidungku sudah tak bisa dihindarkan lagi. Aku segera keluar dari tempat itu. Nafasku tersengal dan berlari dari sana.
Ya Tuhan ternyata benar
anak itu telah mati
dia terbunuh disana.
Lalu apa benar Rezalah yang telah membunuhnya??
__ADS_1