Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Kenyataan pahit


__ADS_3

Sore ini aku pergi bersama Reza lelaki yang sekaligus menjadi kekasihku. Karena cinta itu tidak dapat memilih maka dari itu aku harus ditakdirkan mencintai orang yang sebenarnya aku sendiri tidak menyukainya. Dia adalah sosok lelaki yang sangat jahat tapi dia tidak pernah berbuat jahat terhadapku. Walaupun di mata semua orang dia adalah orang buruk tapi tetap saja di mataku dia adalah pahlawan hatiku.


" sudah lama nunggunya?" tanyaku pada Reza yang berdiri di bawah pohon beringin


" ehm agak lumayan sih" jawabnya sambil membuka penutup wajahnya


" kamu masih takut ya dengan polisi? kok pakai cadar gitu?" tanyaku heran


" enggak juga sih aku lebih takut jika aku harus kehilangan kamu daripada sama polisi" jawabannya membuatku tersipu malu


" ih apa'an sih kamu ayo kita berangkat" ajakku sambil meraih tangannya


" kita mau kemana Rez?" tanyaku padanya


" aku mau ngajak kamu ke sebuah tempat dimana tempat itu gak akan pernah kamu lupain"


" emangnya kemana?" tanyaku penasaran


" nanti juga kamu bakal tau" jawabnya sambil tersenyum. Senyumannya sangat mempesona aku bisa tergila-gila ketika aku harus memperhatikan wajahnya.


" kenapa jadi liatin aku terus? ganteng ya aku?" tanya Reza membuatku spontan untuk memalingkan mukaku


" ganteng sih tapi...." ucapanku terputus ketika aku teringat akan memori tahun lalu


" tapi apa?" tanya Reza


sayangnya kamu bukan orang baik


gumamku di dalam hatiku


" Key kamu kenapa kok diam?"


" emh tidak apa-apa kok" jawabku menyembunyikan perasaanku


Sesampainya di suatu tempat aku segera turun. Aku melihat di sekelilingku pemandangan yang sangat indah. Ini adalah tempat pertama kali Reza menyatakan perasaannya dulu. Aku sangat ingat sekali ini adalah tempat dimana aku dan Reza berjanji akan tetap setia sehidup semati. Rasanya sangat konyol sekali tapi inilah kenyataannya. Aku dan dia telah bersama dalam ikatan cinta walaupun aku sudah tau siapa Reza sebenarnya. Aku selalu berpura-pura untuk tidak mengetahui apa yang telah terjadi kepadanya. Karena diapun juga tidak pernah mengatakan tentang kejujuran itu.


" Key kamu masih ingat tempat ini?" tanya Reza


" masih sangat ingat Rez" jawabku


Reza mengajakku duduk di sebuah kursi. Tidak lama kemudian dia mengeluarkan sebuah golok kecil dari dalam tasnya.


" Key hari ini aku ingin bilang sesuatu kepada kamu" ucapnya dengan wajah serius


" ada apa Rez? apa yang kamu bawa itu?" tanyaku takut


" ini adalah golok yang sangat tajam"

__ADS_1


" kamu mau apa Rez?" aku mulai ketakutan dan berdiri dari tempat itu


" tenang Key aku tidak akan pernah menyakiti kamu"


Aku kembali duduk dengan sedikit memendam rasa takutku


" Key ini adalah saksi dimana kejahatan telah aku perbuat"


" maksud kamu apa Rez?"


" aku telah melakukan kejahatan dunia, aku telah membunuh orang yang tidak aku kenal"


tidak kusangka hari ini Reza telah mengakui perbuatannya, walaupun sebenarnya aku telah mengetahui bahwa dia adalah pembunuh anak kecil itu. Aku berpura-pura untuk tidak mengetahuinya.


" siapa yang telah kamu bunuh Rez?" perlahan aku mendesaknya


" anak kecil yang menyusup ke dalam rumahku"


" anak kecil maksud kamu anak yang meninggal secara mutilasi dulu?"


" iya Key tapi aku punya alasan kenapa aku sampai tega menghabisinya"


Aku meneteskan air mataku


" Key tolong kamu jangan benci aku, aku melakukan itu semua karena dia telah mencoba untuk melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadap Bi Siti"


" apa? maksud kamu anak itu mau memperkosa Bi Siti? dia masih kecil mana mungkin dia melakukan itu semua?" tanyaku heran


" benarkah ini semua Rez?"


" inilah kenyataannya Key, lalu...


" lalu apa Rez? apa lagi yang sudah kamu lakukan?"


" aku juga telah menghabisi nyawa seseorang"


" apa????"


" maafin aku Key tapi aku tidak ingin melihat kamu dalam masalah apapun"


" maksud kamu apa Rez? siapa?"


" dia adalah....


" cukup jangan-jangan kamulah pembunuh dari Kevin" ucapku


Reza menganggukkan kepalanya saat itupun aku langsung berteriak histeris.

__ADS_1


" Rezaaaaa kamu jahat!!" aku menampar wajahnya dengan keras, aku menangis histeris.


" Key maafkan aku, kalau yang ini aku mengaku aku salah aku khilaf!"


" kamu tega sekali menghabisi nyawa seseorang demi masalah yang tidak ada apa-apanya. Ini masalah nyawa Rez bukan mainan. Dan nyawa hanya ada satu kamu tidak akan pernah bisa menghidupkan dia lagi?"


" iya Key aku menyesal"


" penyesalan kamu tidak akan pernah bisa mengembalikan ini semua, kamu jahaat!"


Reza memegang tanganku dia meneteskan air matanya. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku. Rasanya aku ingin sekali menangis sejadi-jadinya. Aku kecewa aku terluka aku hancur dan hampir semua perasaan sedih ini menyelimuti hatiku.


" Key berjanjilah hanya kamu orang yang tau tentang semua ini"


Aku masih tidak bisa menahan tangisanku. Air mataku jatuh berderai dengan derasnya. Aku tidak mengerti apa yang akan aku lakukan setelah ini. Kekasihku telah membunuh temanku sendiri. Bagaimana jika semua orang tau tentang hal ini. Satu masalah saja masih membuatku bingung ditambah masalah yang baru.


" kamu tau Rez anak kecil yang kamu bunuh itu adalah adik kandung dari Kevin, dan sekarang kamu juga yang telah menghabisi nyawa kakak kandungnya. Sekarang aku mengerti kenapa para makhluk itu selalu membuatku terpojok. Itu semua gara-gara kamu Rez. Gara-gara aku telah dekat dan berpacaran dengan kamu yang tidak lain adalah seorang pembunuh!" bentakku kesal dengan. penuh amarah


" Key maaf" ucapnya sambil bersujud di depanku


" maaf saja tidak akan mengembalikan nyawa mereka!"


" tapi Key aku benar-benar khilaf aku tidak sadar setan apa yang telah merasuki tubuh dan pikiranku"


Aku merasa tubuhku sudah tidak berdaya lagi. Otak dan pikiranku tidak bisa berpikir dengan jernih. Ibarat air yang tidak bisa mengalir karena tidak punya haluan. Aku benar-benar kecewa dengan perbuatan Reza kali ini.


" aku benci sama kamu Rez" ucapku


" Key tolong jangan pernah kamu membenciku aku tidak akan pernah sanggup berada di dalam kebencian kamu"


" sudahlah semuanya sudah menjadi bubur aku sudah tidak punya waktu untuk mengagumi kamu di dalam hidupku"


" Key tolong jangan benci aku seperti ini"


" lalu apa aku harus mengasihi pembunuh seperti kamu?"


" aku memang tidak pantas untuk dikasihi Key tapi asal kamu tau aku sangat mencintaimu"


" cinta tidak butuh ditukar dengan nyawa orang"


Aku beranjak dari tempat dudukku dan berlari meninggalkannya


" Key kalau kamu pergi aku yang akan menghabisi nyawaku sendiri kali ini!"


ucapan Reza menghentikan langkahku


" apa-apaan kamu?" tanyaku

__ADS_1


" iya percuma aku hidup jika kamu akan meninggalkan aku"


Aku membalikkan tubuhku dan berusaha untuk menenangkannya. Golok yang sudah diarahkan ke arah nadinya membuatku gemetar.


__ADS_2