
Tepat pukul 05.00 pagi aku sudah bersiap-siap untuk mengantar Ibu dan Bapak pergi ke stasiun. Aku ditemani oleh Ranti sedangkan Ibu dan Bapak kelihatan sangat sedih. Aku juga seperti kehilangan separuh nyawaku. Setelah ini rumahku akan sepi tanpa mereka lagi.
" Key sudah jangan manyun seperti itu" ucap Ranti menyenggol bahuku
" gimana tidak sedih Ran setelah ini aku kesepian lagi"
" ya elah kan masih ada aku sih Key"
" iya sih tapi tetap saja rasanya seperti ada yang kurang"
" iya tapi mau gimana lagi kita ini ditakdirkan untuk menjadi mandiri" ucap Ranti yang jadi sok tegar
" tumben amat kamu bisa setegas ini"
" yeeee gini ini aku ini lulusan sarjana mangkanya aku pintar dan tegas"
" kalau kamu pintar harusnya yang jadi bos disini kamu bukan aku" sindirku
" yah kamu Key ketahuan deh kalau kamu lebih pintar dari aku"
" mangkanya jangan sombong!" ucapku sambil mendorong punggungnya. Dia tersenyum kecil dan menutup wajahnya.
" tok tok tok"
" Key kalian sudah siap belum?" panggil Ibu dari luar
" iya Ibu ini juga sudah mau berangkat" sambil membuka pintu kamarku
Aku dan Ranti segera keluar dari kamar dan menyiapkan mobil. Di tengah perjalanan Ibu meneteskan air matanya.
" Ibu kenapa kok nangis?" tanyaku
" Ibu khawatir sama kamu kalau disini sendirian"
" Ibu tidak usah khawatir disini Keyza sama Ranti pasti akan baik-baik saja"
" iya Bu Ranti akan jagain Keyza disini" ucap Ranti
" iya kalian baik-baik ya disini"
" Ibu sama Bapak juga harus jaga diri baik-baik di kampung, Keyza janji kalau pekerjaan Keyza disini sudah selesai pasti akan pulang menjenguk kalian" ucapku
Sesampainya di stasiun aku memeluk mereka. Sesaat kemudian aku melihat kereta telah datang dan mereka segera meninggalkan aku. Air mataku jatuh menetes di pipiku. Aku melambaikan tanganku kepadanya.
" sudah kamu jangan nangis" ucap Ranti
" iya Ran kenapa ya rasanya sedih sekali aku?"
" iya jelas lah Key namanya juga berpisah dengan orang tua"
" iya Ran ayo kita balik"
Aku menarik tangan Ranti dan kembali ke mobil. Hari masih pagi aku mengemudi mobil dengan kencang karena melihat jalanan masih sepi.
" ciiiiiittttttt"
" Keyyyy kamu apa-apaan sih?" Ranti marah kepadaku ketika aku menginjak rem dengan tiba-tiba
" Ran itu Reza bukan?" aku menunjuk ke sebuah jalan
" iya sepertinya itu Reza" jawab Ranti
Belum sempat aku mendengar ucapan Ranti selanjutnya aku sudah membuka mobil dan berjalan ke arah Reza yang sedang berdiri di tepi jalan.
" Reza kamu ngapain berada disini?" tanyaku
__ADS_1
" Loh kok kamu bisa ada disini sih?" tanyanya yang terkejut melihatku disana
" iya aku habis mengantar orang tuaku balik"
" oh"
" kenapa kamu berada di tepi jalan bukannya kamu harusnya masih bersembunyi?"
" buat apa lagi? bukannya kamu sudah tidak peduli denganku?" tanya Reza sewot
" maksud kamu apa sih?"
" Key bukannya kemarin kamu bilang kalau kamu sudah tidak mau menjadi pacarku lagi?" pertanyaan Reza menyadarkanku
" oh lalu apa hubungannya sama kamu ada disini?"
" yah buat apa lagi aku bersembunyi toh kalau aku ditangkap polisi sudah tidak ada lagi yang memperdulikanku"
" maksud kamu apa sih Rez?"
" sudahlah Key kamu pergi saja dari sini" Reza menyuruhku untuk pergi darinya. Mungkin dia masih marah dengan ucapanku kemarin malam. Aku melangkah pergi darinya dengan kesal.
" Key kenapa kamu jadi kayak orang gila gitu ngomel-ngomel sendiri?" tanya Ranti
" siapa yang gak kesal coba? aku sudah baik-baik tanya sama dia tapi jawaban dia sama sekali tidak menghargaiku"
" kamu berantem ya sama Reza?"
" tak tau lah!" jawabku sewot
" kamu itu cinta gak sih sama dia?"
" gak tau!"
" biarin daripada kamu gak pernah pacaran!" jawabku
" eh eh ini sama sekali tidak ada urusannya ya sama hidupku. Lebih baik aku tidak pernah pacaran daripada kamu pacaran sama pembunuh hiiii!"
" apa kamu bilang???"
" iya iya ampunnnnn"
Aku hampir saja memukulnya tapi dia menutupi dirinya dengan tangannya.
" gitu bilangnya gak cinta padahal kalau aku bicara jelek tentangnya kamu langsung sewot"
" bukan urusan kamu!" ucapku kesal
" iya ini urusan pak presiden bukan aku"
" Rantiiii"
" iya iya Key maaf" jawabnya membuatku diam
Sesampainya di rumah kulihat Ranti langsung masuk ke dalam kamarku.
" eh eh Ran kamu mau kemana?"
" tidur lah" jawabnya sambil merebahkan tubuhnya
" eh enggak boleh"
" kenapa sih?"
" kita harus berangkat pagi"
__ADS_1
" loh ngapain?"
" sudah ayo kita berangkat"
" huft iya Bos" jawabnya
Aku tersenyum melihat dia manyun. Aku mengambil tasku dan segera bergegas ke mobil. Sementara Ranti yang masih berada di dalam kamarku berlari mengikutiku.
" Keyyyy tunggu dong" teriaknya
Aku yang menyalakan mobil sedikit memajukan mobilku dia semakin berlari kencang dan segera masuk ke dalam mobil.
" Kenapa sih Key pagi amat ke kantornya?"
" ada tugas mendadak dari kantornya Kevin"
" tugas? memangnya Bos bisa kena tugas ya?"
" enak saja itu nanti juga akan jadi tugas kamu"
" ya ampun Key masak iya harus aku yang ngerjain?"
" lalu siapa lagi yang akan mengerjakan kalau bukan kamu" ucapku
" Iya harusnya kamu itu cari orang buat gantikan posisi Reza" ucap Ranti menyadarkanku
" ehm benar juga sih apa kata kamu, tapi tidak semudah itu mencari orang yang punya wawasan luas apalagi kalau dia tidak berpengalaman"
" iya juga sih tapi setidaknya ada yang membantuku kalau disaat kayak gini"
" sudah kamu jangan rewel"
Sesampainya di kantor aku melihat pintunya masih tertutup rapat. Pak Satpam segera berlari membukakan pintu ketika dia melihatku sudah di depan pintu.
" selamat pagi Bu kok tumben sekali Ibu datangnya pagi sekali?" tanya Satpam tersebut
" iya Pak ada kepentingan mendadak" jawabku sambil meninggalkannya
Aku menyuruh Ranti untuk masuk ke dalam ruanganku. Aku memberinya beberapa lembar berkas yang harus dia kerjakan pagi ini.
" apa?? sebanyak ini? hari ini Key?" tanya Ranti terkejut
" kalau tidak mau ya sudah"
" iya Bos" jawabnya sewot dan meninggalkan ruanganku
Sesaat kemudian aku melihat Kevin sudah menungguku di ruang tunggu. Aku menyuruhnya untuk masuk ke ruanganku.
" Selamat pagi Bu Keyza" ucapnya sambil tersenyum
Aku benar-benar melihat wajah Kevin tersenyum bahagia. Maklum lah dia kan pengantin baru yang baru saja pulang dari honey moonnya.
" silahkan duduk Pak Kevin" ucapku
" bagaimana bulan madunya lancar?"
" ehm kamu Key yang ditanyakan malah itunya malu ah" jawabnya
Aku tersenyum melihatnya tersipu malu.
" Kevin sebenarnya diluar pekerjaan ada hal yang ingin aku sampaikan sama kamu" ucapku
" hal lain? apa Key kok kayaknya serius sekali?"
Aku menganggukkan kepalaku dan mulai bercerita tentang hal yang akhir-akhir ini menghantuiku.
__ADS_1