Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Reza??


__ADS_3

Reza mengejarku yang berlari keluar dari rumahnya. Akupun menahan tangisanku yang semakin terbendung dan akan terurai menjadi aliran yang sangat deras. Reza menarik tanganku dan akupun terhenti disini. Dia menarik tubuhku dia memelukku. Aku menangis di pelukannya, entahlah kenapa aku merasa sangat nyaman ketika aku berada di pelukannya.


" Key maafin aku" ucap Reza membisiki telingaku


" Rez aku butuh kamu sekarang aku kacau aku tidak tau harus kepada siapa aku bercerita"


" iya Key maaf" dia menuntunku untuk duduk di sebuah kursi di bawah pohon


" apa yang sedang terjadi denganmu?"


" Rez bersediakah kamu untuk mendengarkan suara hatiku ini? akankah kamu akan percaya dengan semua yang akan keluar dari mulutku ini?" tanyaku yang masih ragu dengannya


" stttt" dia menutupi mulutku dengan jemarinya aku menarik nafasku dalam-dalam


" Rez sekarang Kevin mulai menuduhku yang tidak-tidak. Aku tidak mengerti apakah dia percaya dengan arwah yang menjelma sebagai Mamanya. Memang dia selalu membuatku bertanya-tanya. Dia menuduhku yang tidak-tidak bahkan dia mengatakan hal buruk tentangku" aku memulai mengutarakan isi hatiku


" Key sebenarnya apa yang terjadi?"


" tadi di kantor aku sempat membuka mata batin Kevin untuk menyaksikan kejadian yang selalu membuatku gundah"


" kamu? lalu?" tanya Reza penasaran


" Kevin marah denganku karena seolah-olah akulah yang menyebabkan semua ini terjadi" ucapku


" Key sebelumnya aku tidak mengerti apa hubungannya kamu dengan Kevin?" tanya Reza semakin bingung


" Kevin adalah anak dari arwah yang selalu menerorku" ucapku


" kamu? diteror?"


" iya" aku menganggukkan kepalaku


" lalu Kevin tidak bisa terima maksud kamu?" tanya Reza yang mulai paham


" sebenarnya bukan salah dia tapi arwah itulah yang membuatnya semakin membenciku. Aku juga tidak mengerti apa yang dimaksud olehnya"


" kurang ajar" Reza mengepalkan tangannya


" Rez kamu kenapa?" tanyaku khawatir melihat dirinya sedang dikuasai oleh emosi


" aku tidak terima ini semua" ucapnya


" tapi Rez kamu jangan melakukan apapun, cukup disini saja biar aku yang akan menyelesaikannya" ucapku


" Key kamu jangan khawatir ini semua akan aku bereskan"


" please Rez kamu jangan bertindak bodoh" aku memegang pundaknya


Sesaat aku teringat bahwa hubungan antara aku dan dia sedang diambang pintu. Aku teringat ketika aku memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengannya. Aku menarik kembali tanganku dari pundaknya. Aku duduk agak berjarak dengannya. Aku bingung dengan hubungan kita saat ini.


" Key kamu kenapa?" tanya Reza yang melihatku gelisah

__ADS_1


" ehhmmnm tidak apa-apa Rez" jawabku bingung


" sudah masalah Kevin akan jadi urusanku"


" bukan masalah Kevin lagi" jawabku


" loh lah terus masalah apa?"


" masalah kita sekarang"


" kita?" tanya Reza bingung


" bukankah kemarin kita sudah memutuskan untuk...."


" sudah itu semua kamu lupakan dan satu hal yang harus kamu ingat kita akan terus bersama apapun yang akan terjadi" jawabnya


Ada sedikit rasa senang ketika aku mendengar suara jawaban itu. Tapi di sisi lain aku sudah tau siapa Reza yang sebenarnya. Mungkin cinta yang telah membutakan aku di segala hal. Aku sampai lupa bahwa aku telah mencintai orang yang sedang menjadi incaran polisi. Dia penjahat dia pembunuh tapi entah kenapa dia masih bisa bertahan di hatiku untuk menjadi yang nomor satu disana. Bahkan dia menduduki kursi yang tak pernah ada pengisinya. Mungkin aku bodoh tapi inilah yang sesungguhnya aku rasakan.


" Key kamu tenang ya" lagi-lagi dia menenangkanku


Aku hanya menganggukkan kepalaku yang sedang tersandar di bahunya. Aku berpamitan untuk kembali pulang ke rumah. Sementara di tengah perjalanan aku mendengar ponselku berdering. Ranti meneleponku segera aku angkat telepon itu.


" iya Ran ada apa?" tanyaku


" Key kamu darimana?"


" aku aku dari....


" memangnya kenapa?"


" jangan bodoh kamu Key kamu tau kan Reza itu orangnya gimana?"


Aku sedikit takut dengan ucapan Ranti sejenak aku berpikir tentang apa yang sudah aku lakukan.


" Key kamu benar sudah cerita kepadanya?" Ranti yang kedengaran khawatir


" i iya Ran aku tadi tidak bisa mengendalikan emosiku" ucapku terbata-bata


" aghhhhhkkk Keyza kamu tau kan Reza itu orangnya gimana? apa kamu tidak takut jika akan terjadi hal yang lebih buruk lagi?" Ranti benar-benar menyadarkanku dari apa yang sudah aku lakukan barusan.


Aku menutup teleponnya dan berpikir tentang ucapan Ranti. Aku memang bodoh seharusnya aku tidak menceritakan ini semua kepadanya. Tapi apa boleh buat semuanya telah menjadi bubur. Aku sekarang sudah tidak berdaya semuanya telah memenuhi otakku. Aku sadar bahwa apa yang sudah aku lakukan adalah hal yang salah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku merebahkan tubuhku di atas kasur sesaat aku mendengar Ranti yang sudah berada di depan rumahku.


" tok tok tok Keyyyy" teriak Ranti


Aku segera beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu.


" Ran kamu darimana?" tanyaku

__ADS_1


" aku dari rumah Kevin"


" apa? ngapain kamu dari sana?"


" aku mencoba untuk membujuknya agar....." belum sempat Ranti menjelaskannya padaku


" agar apa Ran? percuma dia juga tidak akan pernah mengerti apa yang sedang aku rasakan"


" dia pasti akan mengerti Key aku tau siapa Kevin" bantah Ranti


" kamu masih mencintainya?" tanyaku


" kamu sudah gila ya? Kevin sudah menikahi Vika mana mungkin aku mencintai dia"


" kamu yakin? terkadang cinta itu tidak bisa dielakkan begitu saja" jawabku


" Key tolong deh kamu jangan bahas masalah ini"


" aku tau kamu masih memendam perasaan terhadapnya"


" Key please deh hentikan omong kosong ini"


" Ranti ini bukan omong kosong tapi aku tau hatimu masih untuk dia"


" cukup Key kamu tidak berhak menghakimi aku seperti ini" ucap Ranti mulai kesal kepadaku


" sekarang yang terpenting adalah masalah kamu" ucapnya


" oke oke" jawabku sambil merebahkan tubuhku di sofa


Ranti duduk di sampingku sambil memegang kepalanya. Dia adalah sahabatku yang mengerti bagaimana diriku. Dia ibarat saudaraku satu-satunya.


" Key memangnya kesalahan apa sih yang pernah kamu bikin sampai-sampai kamu dituduh seperti itu sama arwah itu?" tanya Ranti


" Ran kalau saja aku tau apa sebenarnya salahku mungkin aku tak segila ini Ran" jawabku


" iya sih tapi apa kamu gak bisa cari tau alasannya?"


" memangnya kamu pikir semudah itu bertanya dengan makhluk gaib yang jelas-jelas beda alam sama kita?"


" ehm susah ya key? terus gimana dong?"


" iya coba kamu bantuin aku jadi mediatornya"


" aku lagi Key???" Ranti melotot ke arahku


" lalu siapa lagi Rannnnnnti? yang bisa bantuin aku itu cuma kamu Ran" sambil memohon kepadanya


" bisa gila aku kalau gini terus Key!"


" yang akan jadi orang gila nomor satu itu aku bukan kamu!"

__ADS_1


" Keyyyzaaaaaa" Ranti mengejarku yang berlari ke dalam kamar


__ADS_2