Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Antara ada dan tiada


__ADS_3

" tok tok tok"


Aku mendengar ada yang mengetuk pintu rumahku. Aku segera membukakannya. Aku melihat di depan tidak ada satupun orang. Aku mencari siapa yang mengetuk pintu rumahku. Kulihat kanan dan kiri sama sekali tidak ada orang disana. Kemudian aku menutup pintu kembali dan masuk ke dalam. Belum lama aku sampai di dalam ada yang mengetuk pintu lagi. Aku mengabaikannya karena takut dikerjain lagi. Tapi lama-lama aku mendengar ada yang berteriak.


" Keyyyzaaaaaa"


Sepertinya ada suara yang memanggilku, aku melihat dari arah jendela. Aku lihat Reza sudah berdiri kesal disana aku segera membukakan pintu.


" lama sekali sih kalau buka pintu?"


" lagian salah kamu sendiri tadi dibukain gak ada orang!"


" aku baru saja datang sudah kamu omelin"


" kamu tadi ngerjain aku kan? ketuk-ketuk tapi gak ada orang?"


" enak saja aku baru saja datang kok" dia tetap mengelak


" beneran itu tadi bukan kamu? lalu?"


" siapa? hantu maksud kamu?"


Dari nada bicaranya saja aku malas sekali bahas hantu dengannya. Dia gak akan pernah percaya selama dia tidak pernah melihatnya sendiri.


" untuk apa Rez kamu datang kesini?"


" gak boleh ya?"


" bukannya gak boleh gak biasanya kamu datang ke rumah malam-malam seperti ini"


" iya aku kangen"


" tumben?"


" kamu kok jawabnya gitu sih Key?"


" iya iya maaf" aku tersenyum padanya


" Key aku boleh gak tidur disini semalam saja?"


" apa? jangan aneh-aneh kamu Rez!"


" semalam saja aku janji gak bakal ngapa-ngapain kamu kok"


" tapi apa kata orang Rez kita ini masih belum menikah"


" orang siapa Key kamu tinggal di rumah dinas dan tidak punya tetangga!" dia tetap memaksanya


" kenapa sih kamu gak pulang saja?"


" sudah malam Key aku malas"


" ah ya sudah tapi awas kamu aneh-aneh!" ancamku


" beres sayang" jawabnya sambil tersenyum


Mungkin memang ini kesempatan supaya Reza bisa melihat kejadian aneh yang sering terjadi di tempat ini. Aku mengijinkannya untuk tidur di kamar tamu. Semalaman aku tidak bisa memejamkan mataku aku menantikan kejadian makhluk yang tak terlihat.


24.00

__ADS_1


Tepat waktu biasanya mereka berkumpul. Aku segera membuka pintu kamarku aku bangunkan Reza yang masih tertidur lelap.


" Rez Reza bangun"


Dia masih terlelap dalam tidurnya


cklekkkk


Terdengar suara pintu terbuka, aku segera membangunkan Reza.


" Rez Reza"


" ada apa Key? kita belum sah gak boleh dulu"


" ngomong apa sih kamu? ayo cepat bangun!"


" ada apa Key?" dia kebingungan melihatku membangunkannya tengah malam


" kamu dengar sesuatu gak?" tanyaku


" suara apa?"


" itu...."


sreeettttt sreeettttt street


Suara itu seperti suara langkah dari makhluk misterius.


" gak ada apa-apa Key" jawab Reza


Ternyata suaranya saja Reza juga tidak bisa mendengarkannya.Aku bisa apa kalau kayak gini rasanya percuma aku menyuruh mereka merasakan apa yang aku rasakan. Mereka memang berbeda denganku. Aku hanya bisa melihat makhluk itu sendiri. Semua temanku tak ada yang bisa melihatnya. Reza kembali tertidur aku melangkahkan kakiku menuju suara itu.


wushhhhhhhh


kok bisa pintunya terbuka??


jelas-jelas aku sudah menguncinya tadi.


jangan-jangan tadi suara pintu memang benar pintunya terbuka.


Aku melongokkan kepalaku keluar, ada seorang anak kecil misterius yang masih mengikutiku kemana aku pergi. Di kantor di rumah dia selalu mengikutiku. Entahlah apa yang sebenarnya terjadi padanya yang jelas ini semua ada hubungannya dengan Reza. Aku harus cari tau apa yang sedang terjadi padanya. Rasa kasihan dan takut bercampur jadi satu di jiwaku.


Langkahku serasa gemetar menuju anak itu. Dia melirikku dengan matanya yang merah aku merinding melihatnya.


" apa yang sedang terjadi kepadamu? kenapa kamu mengikuti aku?"


jauhi Reza


" apa? mana mungkin? dia kekasihku dan kamu tau itu?"


demi keselamatanmu


" maksud kamu apa?"


Dia marah kepadaku dia tidak menjelaskan apapun dan aku semakin penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi kepada Reza???


Dia semakin mendekat ke arahku aku berteriak sekencang kencangnya.


" tolonggggg!"

__ADS_1


Reza terbangun dan menghampiriku.


" Keyyyy kamu dimana?"


Kemudian dia menemukanku di belakang rumah dalam keadaan histeris. Aku benar-benar ketakutan ketika dia selalu mengancamku untuk menjauhi Reza. Aku benar-benar tidak tau apa-apa. Apakah yang terjadi dengan mereka. Apa ada dendam di antara mereka berdua. Sehingga anak itu benar-benar benci kepada Reza. Tapi tentang keselamatanku??? apa makna dari omongan anak itu.


Reza segera membawaku ke dalam kamar.


" kamu ngapain disana???"


Aku bingung menjawab pertanyaan Reza. Kalau aku jujur jelas dia tidak mempercayai aku. Lalu apa yang harus aku katakan padanya??


" Key??? aku sedang bertanya padamu?"


" aku aku tadi melihat sosok anak kecil yang selalu menghantuiku Rez"


" hantu lagi hantu lagi"


" ini beneran Rez"


" kamu itu gak usah terlalu banyak pikiran makanya kamu jadi begini!" Reza membentakku


" kamu yang harus aku tanya kenapa? anak itu selalu menyebut namamu'


Reza tersentak kaget mendengar penjelasanku. Wajahnya berubah menjadi merah seperti terbakar. Matanya memandangku dengan tatapan yang menakutkan.


" hentikan omong kosongmu Key!"


" ini bukan omong kosong kamu yang harusnya jelaskan padaku apa yang sedang kamu sembunyikan dariku??!"


Hampir saja Reza menampar wajahku. Dia benar-benar marah kepadaku. Dia mengira aku berbohong dan mengada-ada. Aku menangis aku sangat ketakutan melihatnya seperti kerasukan setan.


" pyyyiiiiiaaaarrrr"


Terdengar suara yang sangat keras dari belakang. Kali ini Reza juga bisa mendengarnya. Dia segera berlari melihat ke arah sumbernya. Dia tidak menemukan apa-apa disana. Dia kembali dengan wajah kebingungan.


" kenapa Rez? apa yang pecah?"


Dia tetap terdiam tidak menjawab pertanyaanku. Mungkin dia sedang berpikir kalau itu adalah setan atau dia berpikir yang lain.


" apa yang kamu pikirkan?"


" tidak itu pasti kucing atau tikus" jawabnya mengelak.


" apa ada pecahannya?"


" tidak ada apa-apa disana"


Aku tidak melanjutkan pertanyaanku. Aku tidak mau disebut sebagai wanita aneh. Cukup Ranti yang menyebut aku aneh. Tapi meskipun dia menyebut aku aneh dia masih percaya bahwa apa yang aku lihat selama ini adalah nyata. Dia tidak mematahkan semangat yang aku punya seperti Reza.


" ya sudah Key kamu tidur aja lagi biar aku yang jagain kamu disini"


" tapi aku gak bisa tidur Rez"


" kamu jangan mikir yang aneh-aneh supaya kamu gak seperti ini lagi!"


Belum berhenti Reza menasehatiku tubuhku tiba-tiba gemetar. Tanganku dingin wajahku pucat karena aku melihat anak itu sudah berada di belakang Reza. Dia akan mencekik Reza aku berteriak sekencang kencangnya. Reza kebingungan melihat aku berteriak. Sampai akhirnya Reza sudah merasakan lehernya kaku dan terjerat oleh tangan anak kecil itu.


" agggghhhhhkkkkk"

__ADS_1


Aku berusaha menyelamatkannya tapi aku tak mampu. Kekuatanku tidak sekuat tenaga anak itu.


" toolonnnnggggg jangan""


__ADS_2