Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Janji


__ADS_3

Hari ini aku berniat untuk menemui Reza karena ada hal yang ingin aku bicarakan dengannya. Aku memakai baju dengan cadar sehingga tidak ada yang mengenaliku. Mengingat Polisi masih mengincar keberadaan Reza. Aku berangkat ke rumahnya tengah malam agar tidak ada yang curiga terhadapku.


" tok tok tok"


Tidak ada yang membukakan pintu. Kuulangi lagi hingga ada yang sedang mengintipku dari jendela. Terlihat sekilas ada yang membuka kelambu. Kemudian kulihat pintunya terbuka hanya separuh saja Reza segera menarikku untuk masuk ke dalam rumahnya.


" cepat masuk" bisiknya


Aku sedikit ketakutan dan masuk ke dalam rumahnya.


" kamu kangen ya sama aku?" tanya Reza menggodaku


" apaan sih kamu, jangan GR ada yang ingin aku bicarakan sama kamu"


" apa?" tanyanya panik


" ini tentang ...


" tentang apa?" tanya Reza mulai penasaran


" ehm Rez kemarin aku ke Rumah Sakit, Mamanya Kevin sakit ......." aku menceritakan semuanya yang telah terjadi kepadaku


" lalu kamu mau menikah sama Kevin?" tanya Reza marah


" kamu tenang dulu kita gak akan pernah menikah. Kevin sudah punya calon istri dan dia akan menikah"


" terus maksud kamu apa?"


" aku cuma ingin cerita sama kamu" ucapku


" ya sudah kalau begitu kamu tidak boleh menikah dengan siapapun karena aku sangat mencintaimu" ucap Reza menatap wajahku dengan penuh cinta.


" apa kita akan menikah?" tanyaku pelan


" iya kita pasti akan menikah akun akan menikahi kamu tapi kamu sabar dulu ya sampai keberadaanku aman"


" iya Rez"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Key ini ada titipan undangan dari Kevin" ucap Ranti sambil membendung air matanya


" Kevin? mereka benar-benar mau menikah secepat ini?" tanyaku


" iya buktinya ini undangannya sudah tersebar"

__ADS_1


" sabar ya Ran aku tau kamu pasti kecewa. Tapi aku yakin Tuhan pasti merencanakan sesuatu yang lebih indah. Jadi kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan ini"


" sudahlah Key mungkin sudah menjadi takdirku mencintai tanpa dicintai"


" Rannnnnnti jangan gitu dong jadi ikut sedih nih"


" iya iya santai saja" kulihat dia mengusap air matanya


Aku memeluk tubuhnya aku berusaha untuk mencoba untuk menenangkannya.


" kamu hadir gak nih?" tanyaku mencairkan suasana


" iya hadirlah aku pasti kuat" ucapnya sok tegar


" yakin? entar kamu pingsan lagi"


" yeeee gak lah aku pasti kuat" ucap Ranti yang merasa dirinya tegar. Walaupun aku tau sebenarnya dia sangat hancur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Key mau kemana kamu nak?" tanya Ibu yang melihatku sudah mengenakan gaun


" ehm Ibu hari ini adalah hari pernikahan Kevin" ucapku sedikit pelan


" apa? Kevin menikah?" tanya Ibu terkejut


" Ibu pikir dia masih belum punya pacar Key, maafin Ibu ya"


" gak apa-apa Bu Keyza ngerti, ya sudah Keyza jalan dulu ya Bu"


Aku melihat wajah Ibu yang tampak sedih mendengar bahwa Kevin sudah mempunyai pasangan. Aku meninggalkannya dan segera menjemput Ranti di rumahnya. Kulihat Ranti di depan rumahnya sudah menungguku.


" kamu sudah siap Ran?"


" iya Key" jawabnya


" heyyyy kamu tampak sedih gini"


" ah enggak apa-apa Key"


" kamu jangan bohong sama aku, aku sudah tau kalau kamu sedih. Kamu yakin mau menghadiri pernikahan dia?"


" iya Key"


" aku jadi ragu deh sama kamu Ran aku takut terjadi sesuatu sama kamu kalau kamu gak fokus gini"

__ADS_1


" Key aku tidak apa-apa sudah kita berangkat sekarang"


Dia merebut kunci mobilku dan mengambil alih dia yang menyetir. Aku kembali mengambilnya karena aku takut dia tidak fokus untuk menyetir.


" sudah aku saja yang bawa mobilnya" ucapku sambil mendahuluinya.


Ranti berpasrah dan duduk di sebelahku. Aku tau dia sangat sedih walaupun dia selalu menutupi semuanya dariku. Tapi aku yakin dia menyembunyikan rasa sedihnya dariku. Beberapa lama kemudian kita telah sampai di sebuah gedung. Gedungnya sangat besar dan megah. Acaranya memang sangat mewah. Kevin adalah anak dari pengusaha besar yang kaya raya. Pantas saja jika pernikahan dia sangat mewah. Aku membuka mobilku dan turun dari mobil. Kututup pintu mobil dan kulihat Ranti masih tetap saja terdiam di dalam mobil. Aku ketuk pintu mobil dan kupanggilnya. Kulihat dia segera mengusap air matanya dan berpaling dariku.


" Ran are you okay?"


Dia hanya menganggukkan kepalanya


" Ran kamu beneran mau masuk kesana?" tanyaku karena aku meragukannya


" iya Key aku yakin"


Aku segera menggandeng tangannya dan berjalan masuk kesana. Tampak dari depan pasangan pengantin yang sangat gagah dan sangat cantik. Ini adalah pertama kalinya aku melihat Vika calon pengantin Kevin yang selama ini berada di luar negeri. Dia memang gadis yang sangat cantik dan anggun. Dia terlihat sangat cantik mengenakan gaun yang mewah. Kulirik Ranti menundukkan kepalanya aku tau dia pasti tidak akan sanggup melihat orang yang dia cintai bersanding dengan wanita lain di depannya.


" Rannnnnnti jangan nangis" bisikku pelan


Dia segera mengusap air matanya. Dia berlari ke depan gedung. Aku segera mengejarnya dan menarik tangannya.


" tunggu Ran katanya tadi kamu bilang kalau kamu akan kuat melihatnya"


" tapi Key"


" ya sudah kita balik saja kalau kamu tidak kuat" ucapku sambil menarik tangannya. Tetapi Ranti menghentikan langkahku. Aku terhenti sejenak dan melihat ke arahnya dia menganggukkan kepalanya. Dia menarik tanganku dan masuk ke dalam lagi.


" Kamu yakin?" tanyaku lagi


" iya" jawabnya penuh dengan keraguan


Akhirnya kita berjalan ke dalam gedung itu lagi. Sekarang kita telah berada tepat di depan mereka. Pengantin yang sangat serasi sekali. Aku melihat Ranti benar-benar menatap wajah Kevin dengan tajam. Entahlah apa yang sedang dia sembunyikan dari depanku. Tiba-tiba aku melihat wajah Ranti sangat pucat dia pingsan di depan Kevin. Kevin segera menangkap tubuh Ranti yang terguling di depannya. Ranti jatuh pingsan Kevin segera membawanya ke bawah di sebuah kursi.


" Rannntiiiiii"


" Key Ranti sakit?" tanya Kevin kepadaku. Aku menggelengkan kepalaku. Aku memberikan minyak kepadanya agar dia cepat sadar dari pingsannya. Tapi setelah dia membuka matanya ada arwah masuk ke dalam tubuh Ranti. Aku melihatnya dengan sangat jelas. Matanya terbuka dan dia marah kepadaku.


Mana janjimu???!!!!!


Dia mengucapkan kata itu di depanku. Aku bingung sekali mendengarnya.


"apa maksud kamu? siapa kamu?" tanyaku panik


kamu telah berjanji kepadaku kalau kamu yang akan duduk disana bukan wanita itu!!!

__ADS_1


Dia menunjuk ke arah Vika. Aku kemudian tersadar arwah yang telah masuk ke dalam tubuh Ranti adalah Mama Kevin. Dia sedang menagih janjiku kemarin. Kenapa semuanya ini bisa terjadi tepat di hari pernikahan Kevin. Aku melangkah mundur beberapa langkah. Wajahku kemudian pucat dan ketakutan. Aku berlari ke arah luar dari gedung tersebut. Rasanya aku ingin berlari dari kenyataan ini.


" tiiiiiiiiiitttttttttttt tiiiiidaaaakkkkk"


__ADS_2