Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Yakin


__ADS_3

" Rez aku tau aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi sama kamu. Tapi aku seperti kehilangan jati diri kamu Rez"


" Key suatu saat nanti kamu pasti bisa mengerti di posisiku"


" aku sedih Rez harus sembunyi terus dari kejaran polisi, rasanya aku capek aku ingin mengakhiri semuanya"


" apa? maksud kamu apa? kamu tidak mau menjadi pacarku?" tanya Reza membendung amarahnya


" entahlah Rez aku bingung" ucapku


Entahlah apa yang sedang berada di benakku sekarang. Ketika aku merasa lelah seperti ini. Aku bisa kehilangan akal sehatku.


" Key aku pamit dulu ya aku harap kamu bisa memikirkan apa yang telah kamu ucapkan barusan!" Reza dengan nada marah meninggalkan aku yang sedang duduk sendiri.


Aku bingung dengan apa yang telah aku ucapkan kepadanya. Aku masih ragu dengan keputusan ini. Tapi kenapa aku tidak bisa mengendalikan emosiku.


" aooowwwww aowwww"


Aku mendengar suara Ranti yang sedang berteriak. Aku berlari melihatnya yang sedang berada di dalam kamarku. Aku melihat Ranti seperti orang ketakutan aku menghampirinya dan menepuk pundaknya.


" kamu kenapa Ran?" tanyaku pelan


" pergi kamu pergi!" bentaknya kepadaku


Seketika itu aku langsung mundur beberapa langkah. Aku baru sadar bahwa Ranti mulai dirasuki oleh sesuatu lagi.


" Ran sadar Ran ini aku Keyza"


Dia masih saja melotot ke arahku dan berdiri seolah-olah dia ingin memakanku. Matanya yang tajam membuatku tidak bisa berpaling darinya. Di dalam hatiku mungkin ada rasa takut yang menyelimutinya. Tapi aku berusaha menahan ketakutan itu bagaimanapun juga aku harus bisa berusaha kuat di depannya.


" pergi dari sini" dia menudingku dan mendorong tubuhku


" siapa kamu?" aku berusaha menahan dorongannya


" ha ha ha ha ha kamu tidak akan tau siapa aku. Tapi aku tidak suka kamu ada disini. Kamu pembohong!!!"


Astaga mendengar suaranya aku jadi merinding.


" Kamu tidak pantas hidup di dunia ini. Kamu adalah pembohong!!!!"


" maksud kamu apa? pembohong apa?" aku bertanya padanya dengan gugup


" kamu harusnya tidak berada disini saat ini" ucapnya lagi-lagi membuatku bingung


" apa maksud kamu? kamu siapa?" tanyaku mulai panik


" ha ha ha ha" dia tertawa lepas


Kemudian Ibu dan Bapak menghampiriku ketakutan.


" Key Ranti kenapa nak?" tanya Ibu mendekap tubuhku


" Ranti sepertinya berada dalam pengaruh roh yang sedang merasuki tubuhnya Bu" jawabku


" Ranti kerasukan?" tanya Bapak


" iya Pak dia tidak bisa mengontrol dirinya sekarang"


" astagfirullah" ucap Ibu bersamaan dengan Bapak

__ADS_1


Aku yang mulai kehilangan akal juga panik melihat Ranti yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Dia benar-benar seperti dalam keadaan yang tersakiti dalam amarahnya.


" cepat kamu keluar dari tubuh Ranti!" bentakku


" ha ha ha ha"


" siapa kamu?" tanyaku


" aku adalah orang yang telah kamu bohongi! kamu adalah pembohong!"


" aku? aku telah bohong apa sama kamu?"


" kamu lupa kalau kamu pernah berjanji kepadaku?"


" janji?"


" iya janji adalah hutang!" jawabnya sambil meninggalkan tubuh Ranti.


Dia melepaskan tubuh Ranti dan pergi begitu saja. Aku terkejut seketika melihat arwah itu telah terbelah dan terpisah dari raga Ranti. Sepertinya aku sedang melihat atraksi antara manusia dengan makhluk gaib.


" Ranti kamu tidak apa-apa?" tanyaku panik sambil memegang tubuhnya


" Key aku kenapa? apa yang telah terjadi denganku?" Ranti membuka matanya dan benar-benar tidak sadar bahwa dia baru saja terlepas dari arwah jahat yang telah merasukinya


" Ran kamu baik-baik saja?" tanyaku lagi


" Key kamu belum menjawab pertanyaanku" tanya Ranti sambil memandang wajahku. Aku melirik ke arah Ibu dia juga tidak bicara sepatah katapun.


" Ran kamu minum dulu ya" ucap Ibu


" Key jawab pertanyaanku!"


" aku kenapa Key? apa aku ? apa aku kerasukan lagi Key?"


" i. iya Ran" jawabku sambil menganggukkan kepalaku


" astaga Key maafin aku Key" dia menangis histeris ketika dia tau bahwa dia telah kerasukan oleh makhluk gaib.


" sudahlah Ran yang penting kamu sekarang baik-baik saja Ran" aku memeluk tubuhnya dan membendung air mataku


jujur aku masih kepikiran sama omongan makhluk itu.


janji????


iya dia menagih sebuah janji yang pernah aku ucapkan


aku memang telah berjanji walaupun sebenarnya itu adalah janji palsu.


janji palsu yang telah aku palsukan di depan mendiang Mama Kevin.


Rasanya aku telah bersalah


padahal sebenarnya niatku adalah untuk membantunya


tapi kenapa semuanya malah menyerang aku?


kenapa?


" Key kamu kepikiran sama aku ya?" tanya Ranti padaku yang membuyarkan lamunanku

__ADS_1


" Ran enggak kok" aku berusaha untuk menutupinya


" Key memangnya siapa yang telah masuk ke dalam tubuhku?"


" Ran kenapa harus aku yang dipersalahkan seperti ini?"


" maksud kamu apa Key?"


" kenapa aku selalu dihantui rasa bersalahku?"


" kamu salah apa Key?"


" kamu masih ingat kan? tentang janji yang pernah aku ucapkan?"


" iya Key"


" dia selalu menagih janji itu Ran sekarang, sedangkan aku bingung aku memang telah mengucapkan janji itu padanya. Tapi bukankan arti janji itu hanyalah sekedar membantu Kevin"


" Key mungkin lebih baik kita bicarakan semuanya dengan Kevin"


" mana mungkin Ran sementara dia sudah menikah dengan Vika"


" tapi dia juga harus tau bagaimana keadaan kamu sekarang setelah saat itu"


" tapi Ran aku takut kalau Vika akan marah "


" Vika bukan tipe orang yang seperti itu Key, aku tau aku juga sakit hati melihat mereka tapi sakit itu hilang dengan sendirinya ketika aku tau Vika adalah orang yang baik " ucap Ranti


" Vika memang orang yang baik Ran tapi bagaimana jika kita membicarakan ini semua dengannya?"


" dia pasti bisa mengerti Key, kalau begini terus kasihan kamu Key"


" sudahlah Ran ini memang sudah menjadi takdirku. Aku dilahirkan ke dunia ini dengan mata yang telanjang. Sehingga sangat sulit bagiku untuk menutup mataku dari hal-hal yang tidak selayaknya aku saksikan"


" sabar ya Key aku bisa mengerti posisi kamu "


" iya Ran insyaallah aku siap menjalani hidupku seperti ini"


" kamu adalah wanita yang kuat Key, kamu adalah wanita yang hebat"


" sudahlah Ran jangan terlalu memujiku, memangnya kamu tidak sadar ya kalau kamu juga dilahirkan ke dunia ini dengan jiwa yang telanjang?"


" ih kamu Key"


Aku tersenyum melihat wajahnya yang memerah karena malu dengan ucapanku.


" sudah kalian adalah wanita yang kuat" ucap Ibu menghibur kita


" Bu besok pagi Ranti ikut mengantar ke stasiun ya Bu" pinta Ranti


" boleh kalau tidak merepotkan"


" iya jelas enggak lah Bu, malah aku senang sekali dibolehin mengantar kesana"


" iya Ibu titip Keyza sama kamu ya Ran, kalian kan sama-sama dari desa jadi mungkin lebih baik kalau kalian sama-sama terus" ucap Ibu


" iya Bu siap aku akan selalu jagain Keyza" ucap Ranti.


" yasudah ayo kita tidur dulu sudah malam besok kita akan berangkat pagi-pagi sekali" ucapnya sambil menutup pintu kamarku

__ADS_1


__ADS_2