Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Salah paham


__ADS_3

" tok tok tok"


Terdengar suara ketukan pintu aku membuka mataku yang masih enggan terbuka.


siapa pagi-pagi mengetuk pintu kamarku???


ah paling mereka yang sering menghantuiku..


Kuabaikan suara ketukan itu dan aku menarik selimutku kembali.


" tok tok tok"


Aku mendengar ketukan pintu kembali terulang.


" ehhmmnm" aku menggeliat mencoba membuka mataku perlahan


siapa sih?


kalian ngapain sih masih ganggu aku inikan sudah pagi!


Gumamku dalam hati


" Key Keyza bangun nak"


Terdengar suara teriakan Ibu.


" astaga" aku lupa kalau Ibu sedang berada di rumahku. Ini gara-gara efek keseringan diganggu para makhluk-makhluk halus nih sampai-sampai aku tidak bisa membedakan antara Ibu dengan mereka.


" iya Bu" kusahut suara Ibu dari dalam


Aku segera menekuk lutut dan turun dari kamar tidurku. Aku masih membuka mataku setengah-setengah. Rasanya mataku masih panas sekali aku masih ngantuk. Kulirik jam dinding yang sudah bertengger di angka 6.


" wah sudah siang juga ternyata" aku membukakan pintu dan mengambil handukku. Aku pergi ke kamar mandi dan segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Aku keluar dari kamar dan melihat di meja sudah terdapat banyak makanan. Rasanya teringat akan masa-masa di kampung. Semuanya serba siap sedia ketika aku masih tinggal bersamanya. Rasa rinduku kembali menyelimuti hatiku kepada mereka. Mungkin mereka saat ini masih ada disini aku bisa bermanja-manja dengan mereka saat ini. Tapi nanti ketika mereka sudah kembali pulang aku pasti akan sangat merindukan saat-saat seperti ini.


" Key Ibu sudah siapkan sarapan kamu"


" Ibu sudah masakin ini semua?"


" iya Key kamu gak pernah masak ya?"


" he he he" aku tersenyum kecil


" Keyza sesibuk apapun kamu, kamu adalah wanita nak. Kamu wajib bisa masak jangan sampai lupa ya?"


" iya Ibu tapi memang aku jarang sekali masak Bu. Aku lebih suka beli di kantin" jawabku sambil tersenyum


" ya sudah lain kali kalau kamu libur kerja kamu belajar masak sendiri ya?" nasehat Ibu


" iya Bu" sambil melahap makanan yang sudah disediakan


Ibu hanya melihatku makan dengan lahapnya.


" Ibu tidak makan?"


" nanti saja kan kamu mau berangkat kerja sedangkan Ibu masih di rumah terus"


" ya sudah aku berangkat dulu ya Bu Pak" aku berpamitan kepada mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" tok tok tok"


Ibu membukakan pintu rumahku


" siapa ya?" tanya Ibu


" ehm saya Kevin Bu Keyzanya ada?" tanya Kevin kepada Ibu


" baru saja berangkat"

__ADS_1


" Oh iya sudah Bu saya balik dulu"


Ibu mengawasi Kevin dengan sedikit heran.


" Pak tadi ada laki-laki kesini mencari Keyza? namanya Kevin apa dia pacarnya Keyza ya Pak?"


" ah Ibu barangkali dia cuma teman kan kita belum tau siapa pacar Keyza"


" tapi Kevin kelihatannya baik"


" iya itu kan cuma kelihatannya"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku pulangggggg"


Dengan girang aku masuk ke rumah aku melihat Ibu dan Bapak sudah menungguku.


" Key sudah pulang nak inikan masih siang?"


" iya inikan hari special jadi aku pulang lebih awal. Oh iya aku mau ngajak Ibu sama Bapak keluar aku mau ngajak makan siang"


" memangnya mau kemana Key?"


" pokoknya Ibu sama Bapak siap-siap bentar lagi kita berangkat"


Sesaat kemudian kita berangkat ke sebuah restoran termahal di tengah kota. Aku ingin mengajak mereka pertama kalinya kesini. Jujur saja ini adalah pertama kalinya aku kesini bersama orang tuaku.


" Key ini tempatnya elit sekali?"


" iya Bu Keyza juga baru pertama kali datang kesini?"


" apa ini gak terlalu mahal?"


" semahal apapun makanan disini tak semahal kasih sayang Ibu sama aku"


" ihhhhhhhgggggg"


Selera makanku tiba-tiba menghilang dengan jijik yang aku rasakan. Wajahku menjadi pucat perutku terasa mual. Kepalaku tiba-tiba menjadi pusing yang tak tertahankan.


" Key kamu kenapa?"


" Bu Keyza minta maaf Keyza tidak bisa makan disini"


" Loh kamu kenapa lalu bagaimana nasib makanan ini?"


" aduh Ibu perutku rasanya mual sekali kepalaku pusing melihat semua ini Bu"


" oh iya sudah ayo kita balik"


" iya Bu sebentar aku ke kasir dulu ya"


Dengan menahan pusing aku berjalan ke arah kasir. Di kasirpun aku terhalang oleh makhluk besar hitam tak berwajah. Entahlah apa itu namanya aku menundukkan wajahku. Setelah itu aku setengah berlari menuju mobil.


" Key kamu bisa bawa mobil kamu kan lagi sakit?"


" aku tidak punya siapa-siapa lagi disini Bu"


" kamu kan punya teman Kevin"


" Ibu tau darimana?"


" tadi dia ke rumah ketika kamu sudah berangkat kerja"


masak aku harus minta tolong dia sih?


lalu kalau Ranti tau dia bisa tambah marah lagi sama aku.


Masalah yang kemarin saja belum selesai.

__ADS_1


" kamu mikirin apa?"


" ehm tapi Bu"


" Key kamu bisa membahayakan nyawa kamu sendiri jika kamu memaksakan kehendak"


iya aku tidak mungkin minta tolong kepada Ranti.


Dia sudah tidak menganggapku teman


Tapi apa mungkin aku minta tolong sama Kevin.


Bagaimana jika Ranti mengetahuinya.


Agggghhhhhkkkkk


mana mungkin Ranti tau dia kan lagi kerja.


Gumamku di dalam hati


Aku mengambil ponselku di dalam tas aku cari kontak Kevin dan segera meneleponnya.


" halo Key" terdengar suara Kevin


" ehm Kevin kamu lagi sibuk gak? boleh minta tolong?"


" iya kenapa?"


" ini aku lagi di depan Restauran dekat kantor kamu tapi kepalaku pusing takutnya kalau aku bawa mobil malah fatal lebih-lebih aku bawa kedua orang tuaku"


" oh iya sebentar ya kamu tunggu disana aku segera datang" ucap Kevin sambil menutup teleponnya


Beberapa menit kemudian Kevin sudah datang ke tempat parkiran.


" Key sini biar aku yang bawa mobilnya" dia mengambil kunci mobil yang masih di dalam genggamanku


" makasih ya Vin aku bingung mau minta tolong sama siapa"


gak mungkin juga kan kalau aku minta tolong Reza


Aku juga tidak tau dimana dia sekarang


Apa kabar kamu Reza??


Apa kamu baik-baik saja di tempat barumu?


Bahkan aku tidak tau tempat kamu yang sekarang Rez.


Aku sangat merindukan kamu Rez.


Tapi ....


Rasanya mustahil jika aku bertemu denganmu


Mungkin nanti jika Tuhan menakdirkannya untuk bertemu.


Apa mungkin kamu selamat dari kejaran para polisi itu Rez?


Atau jangan-jangan kamu sudah tertangkap oleh mereka?


Tiba-tiba aku teringat akan Reza yang sudah terbiasa menemaniku. Aku membendung air mataku yang hampir saja terpecahkan oleh rasa ini.


" Key kamu kenapa?" tanya Kevin melirikku


" engg enggak apa-apa Vin cuma sedikit pusing saja" jawabku


" nak Kevin makasih ya sudah menolong kita" ucap Ibu kemudian


" iya sama-sama Bu" ucap Kevin dengan senyumannya yang manis.

__ADS_1


__ADS_2