
Setelah acara itu selesai aku selalu teringat dengan ucapan arwah yang masih menghantuiku. Dia adalah arwah dari Mama Kevin yang pernah aku berikan janji palsu. Janji yang menurutku hanya sekedar ucapan dengan anggukan kepala. Tapi sayangnya semuanya melebihi dari dugaanku. Semua itu menjadi momok bagiku sekarang. Dia merasuki tubuh Ranti dan menerorku dengan kejam. Aku semakin takut dengannya. Sepertinya hari-hariku tidak akan pernah bisa tenang dari terorannya.
" Key lagi mikir apa?" tanya Ranti yang melihatku sedih
" Ran aku lagi kepikiran sama janjiku"
" janji kamu sama Mamanya Kevin?"
Aku menganggukkan kepalaku
" yaelah Key Kevin itu sudah menikah sama Vika"
" iya tapi Ran" ucapanku terhenti ketika sesaat aku melihat sosok yang lewat di depan mataku.
" tapi apa Key?"
" ehm ya sudahlah gak usah dibahas lagi Ran" ucapku menghentikan rasa penasaran Anda akan masih tersimpan di benak Ranti
Aku menyandarkan kepalaku di atas sofa. Kulihat Ranti juga sudah mulai lelah dia terdiam dan kemudian berdiri menghampiri Ibu di dapur yang sedang memasak.
" Bu kok masaknya banyak sekali?" tanya Ranti
" iya Ran besok Ibu mau balik ke kampung halaman makanya Ibu sengaja masak banyak biar bisa dimakan Keyza beberapa hari ke depan"
" apa? Ibu kok sudah mau balik sih?" tanya Ranti manja
" iya di kampung Ibu sama Bapak masih punya ladang yang harus diurus"
" sepi dong kalau Ibu balik" ucap Ranti sedih
" kamu masih bisa kan main kesini tiap hari"
" iya sih Bu tapi gak seru saja kalau gak rame"
Ibu dan Ranti menuju ruang depan dimana aku masih berselonjor disana. Bapak yang dari tadi menemaniku dan berbincang-bincang denganku juga masih berada disana.
" Key besok Ibu sama Bapak berangkat pagi sekali"
" Bu Pak Keyza pasti akan kangen sekali sama kalian" isakku sedih sambil memeluk mereka yang berada disampingku
" Key kamu tenang saja aku pasti akan temani kamu" ucap Ranti sambil mengelus pundakku.
Aku menganggukkan kepalaku kemudian aku mengambil sebuah ponselku. Kulihat Reza mengirimkan pesan kepadaku.
' aku sudah di depan rumah kamu'
Pesan singkat itu membuatku terkejut. Bagaimana jika orang tuaku tau siapa dia. Aku segera berlari ke arah teras rumahku. Aku mencari disekelilingnya tapi aku tidak menemukan keberadaannya.
dimana sih Reza?
Kemudian mataku tertutup oleh tangan yang dingin. Aku bisa merasakan bahwa itu adalah tangan Reza. Aku berusaha memutarkan badanku dan kulihat dia sudah berdiri di depanku.
" Rez jangan masuk ke rumah di dalam ada Ibu sama Bapakku" ucapku pelan
" loh emangnya kenapa bagus dong" jawab Reza
__ADS_1
" bukan gitu tapi aku tidak mau kalau mereka tau kalau kamu..."
" maksud kamu apa? apa kamu tidak mau kalau mereka tau kalau aku adalah pacar kamu?"
" bukan begitu tapi aku takut kalau mereka tau kalau...
" kalau aku adalah buronan maksud kamu?"
" ehm aku bingung Rez"
" yasudah kalau itu mau kamu aku akan turuti kemauan kamu" dia berjalan menuju pagar rumahku.
Rasanya tidak tega aku melihat dia pulang dalam keadaan kecewa seperti ini. Aku segera menahan tangannya
" tunggu" aku menarik tangannya dia terhenti sejenak
" Keyyyy" panggil Ibuku dari dalam
Aku segera menyembunyikan Reza dari sana aku mengajak Reza lari dan bersembunyi di belakang pohon besar di halaman rumahku. Reza menuruti saja apa yang aku suruh kemudian aku menghampiri Ibu.
" Ibu manggil Keyza?" tanyaku sambil berpura-pura memegang bunga di depan pagar rumahku
" kamu ngapain disini sendiri?" tanya Ibu heran melihat tingkahku yang sedikit aneh
" ehhm ini Bu lagi nyiram bunga" sambil segera mengambil gayung yang berada di sampingku
" kamu beneran tidak sama siapa-siapa disini?" pertanyaan Ibu membuatku lupa jika Ibu memang mempunyai filling yang tidak bisa dibohongi
" Ting Ting Ting Ting Ting"
aduh itu pasti suara ponsel Reza
Aku segera memegang ponselku dan mengalihkan perhatian Ibu dengan menganggap bahwa itu adalah bunyi dari ponselku.
" itu suara ponsel siapa?" tanya Ibu padaku
" ehm punyaku Bu"
" tapi sepertinya bunyinya berasal dari sana" sambil menunjuk ke arah pohon tempat persembunyian Reza.
" ehm tapi Bu tunggu-tunggu" aku melihat Ibu yang berjalan ke arah pohon tersebut. Aku berusaha untuk membuat Ibu menghentikan langkahnya tapi gagal. Ibu tetap berjalan ke arah pohon itu.
" kamu siapa?" tanya Ibu yang melihat Reza sedang bersembunyi di balik pohon itu
" maling malingggggg" teriak Ibu
Aku segera menutup rapat-rapat mulut Ibu.
" Ibu dia bukan maling Bu" jelasku sambil ketakutan
" bukan maling??? lalu dia siapa?" tanya Ibu penasaran
" dia dia ..."
" saya Reza Tante saya temannya Keyza" jawab Reza menghentikan suaraku
__ADS_1
" Loh kamu temannya Keyza? kok ada disini ngapain?"
" saya malu Tante" jawabnya
maafin aku Rez yang membuatmu jadi salah seperti ini
" ayo masuk" Ibu menyuruh Reza untuk masuk ke dalam rumah.
Entahlah apa yang akan aku katakan kepada Ibu. Aku bingung sekali bila harus menjelaskan semuanya. Aku tidak ingin mereka tau kalau sebenarnya dia tau kalau dia adalah kekasihku. Aku melihat Reza berjalan di belakang Ibu dengan pelan sambil melirik ke arahku. Aku hanya mengernyitkan keningku tanda bahwa aku sedang kebingungan.
" sini kamu duduk disini" ajak Ibu
Reza menurut saja dan duduk disampingku.
" kamu temannya Keyza? sejak kapan?" tanya Ibu sambil mengintrogasi
" ehm kita dulu teman kantor Tante" jawab Reza
" lalu sekarang?" tanya Ibu lagi
Aku bisa melihat wajah Reza yang terlihat sangat kebingungan.
" ehm sekarang dia sudah tidak kerja di tempat kerjaku Bu, dia sekarang sedang membuka usaha baru" jawabku untuk membantunya
Reza menginjak kakiku tanda bahwa dia tidak setuju dengan ucapanku. Tetapi aku tetap saja menutupinya.
" kalau begitu kalian sudah kenal lama ya?" Ibu yang masih saja penasaran dengan hubungan kita
" iya lumayan Tante"
" ya sudah Ibu tinggal dulu ya kalian lanjutkan lagi percakapan kalian" Ibu meninggalkan kami berdua di depan
" Key kenapa kamu gak bilang kalau aku sekarang tidak punya pekerjaan?" tanya Reza
" jangan gila kamu Rez yang ada Ibu malah berpikir yang aneh-aneh sama kamu kalau dia tau kamu pengangguran"
" terus? sampai kapan kamu akan menutupi identitasku?"
" Rez kamu tau kan sekarang keadaan kamu bagaimana? aku juga bingung dengan semua ini" ucapku
" ya sudah jangan terlalu dipikirkan"
" maaf ya Rez" ucapku
Dia hanya menganggukkan kepalanya dia juga melihat ke arahku yang sedang kebingungan.
" Key kamu jangan sedih ya aku akan selalu memantau kamu dari jauh walaupun kita gak bisa seperti dulu"
" aku rindu saat-saat dimana kita tidak terpisah seperti ini"
" sama Key aku juga tapi untuk saat ini aku masih dalam kejaran polisi"
" sampai kapan Rez? kenapa kamu tidak menyerahkan diri saja?"
" apa kamu mau kalau aku berada di dalam penjara?"
__ADS_1
" aku tidak mau tapi kalau begini terus aku capek"