
naik kereta api
Tut Tut Tut
siapa hendak turut
ke Bandung Surabaya
bolehlah naik dengan percuma
Aku mendengar nyanyian kecil yang merdu. Aku segera melihat ke arah jendela kamarku. Rasanya suara itu berasal dari sana. Tapi setelah aku melihatnya kenapa tak ada satupun anak yang bermain. Aku tidak salah dengar kan???
Mungkin mereka sudah pergi dari sini. Aku menutup jendela kamarku lagi. Aku membaca buku yang akan aku presentasikan besok.
Ayo kawanku lekas naik
keretaku tak berhenti lama
Terdengar lagi suara nyanyian anak kecil itu. Kenapa akhir-akhir ini aku dihantui terus oleh anak kecil itu.
" halo Ranti kamu dimana?"
" ada di rumah kenapa Key?"
" kamu bisa ke rumahku gak?"
" ehhmmm iya bentar lagi aku kesana, ada apaan sih?"
" sudah kamu cepetan kesini ya"
" iya iya tunggu sebentar ya"
Tak lama kemudian Ranti sudah sampai di rumah. Aku segera menyuruhnya untuk mendengarkan suara nyanyian anak kecil itu.
" apaan sih kamu menyuruhku untuk mendengarkan nyanyian hantu, tau gitu aku gak mau kesini!" ucap Ranti sebal
Aku menanyakan kepastian darinya apakah dia juga bisa mendengar suara itu. Tetapi ketika aku mendengar dengan jelas Ranti tidak mendengar suara apapun. Ya Tuhan kenapa hanya aku yang bisa mendengarkan suara nyanyian anak kecil itu. Ranti sama sekali tidak bisa mendengar suara itu.
" eh Key itu artinya cuma kamu yang diteror hantu itu, lagian kamu itu aneh jelas-jelas aku tidak bisa melihat mereka apalagi suara mereka"
" tapi masak iya kamu gak dengar suara itu?!!!!" tanyaku heran
" iya aku itu gak dengar apa-apa"
Aku sangat mendengarnya dengan jelas semakin keras dan keras. Kemudian Reza juga datang ke rumah aku segera menyuruhnya untuk mendengarkan suara alunan musik itu. tetapi tetap nihil dia juga berkata
" suara apa sih Key? aku gak dengar apa-apa emangnya kamu dengar apa?"
__ADS_1
"deg"
Hatiku bertambah panik ketika Reza juga berkata hal yang sama dengan Ranti. Apa yang harus aku lakukan?
Aku menyeret tangan mereka berdua untuk mendekatkan ke arah sumber suara itu. Mereka seperti orang kebingungan dengan sikapku yang aneh. Aku memang aneh tapi aku tidak bisa menjelaskan apapun tentang diriku. Entahlah kenapa aku bisa menjadi seperti ini. Rasanya memang tak adil ketika aku menjadi orang yang tak sama dengan temanku. Ketika aku harus melihat bahkan mendengar ocehan dari para hantu. Sedangkan mereka semua tidak pernah ada yang mendengar dan melihatnya.
" blaaakkkkkk"
" kriiieeekkkk"
" suara apa itu Key?" tiba-tiba Ranti mendengar suara yang sangat keras
Kita segera melihat ke arah sumber suara itu. Ternyata pintu belakang rumahku terbuka dengan keras. Padahal pintu tadi sudah terkunci. Kenapa bisa dia terbuka dengan sekeras itu.
" Key kamu gak menutup pintunya ya?" tanya Reza
" sudah tadi sudah aku kunci kok Rez" jawabku
" kok bisa terbuka?" tanya Ranti mulai ketakutan
Aku menggelengkan kepalaku kulihat Ranti mendekat ke arahku. Aku memegang tangannya yang sudah dingin. Wajahnya pucat dia sangat ketakutan sesaat aku melihat bayangan hitam menerobos pintu dan masuk ke rumahku. Aku juga mulai keluar keringat dingin. Entahlah kenapa aku juga merasakan takut saat ini. Kulihat wajah Ranti yang semakin pucat. Tiba-tiba dia pingsan
" grubak"
Ranti terjatuh dan aku segera menolongnya. Reza memindahkannya ke kamarku ketika Reza menggendongnya matanya yang tadinya terpejam langsung terbuka.
Astaga ternyata Ranti dirasuki oleh setan. Aku segera menyuruh Reza untuk tidak memindahkannya.
" siapa kamu kenapa kamu menganggu kami?" tanyaku sambil gugup
aku adalah penunggu rumah ini
" keluar dari tubuh temanku"
aku tidak mau
" apa mau kamu?"
aku menginginkan sesuatu yang bisa aku makan
" makan??? kamu mau makan apa?"
manusia
" apa????" aku tersontak kaget mendengar jawaban dari roh halus tersebut.
Kemudian Ranti sudah sadar dan roh halus itu telah keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
" Ranti kamu gak apa-apa?" tanyaku
" aku sedikit pusing Key" jawabnya aku segera mengambilkan minum untuknya
Aku masih memikirkan permintaan dari roh halus tadi. Kenapa dia bisa meminta makanan manusia?? apa dia makan manusia? apa dia makan bangkai manusia? aku merinding membayangkan permintaan darinya. Aku segera cepat-cepat memberikan minum ke Ranti. Reza yang juga mendengar suara tadi sangat pucat. Aku segera menghampirinya.
" Rez kenapa? kamu gak sedang memikirkan perkataan dari hantu itu kan?"
Reza menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pembicaraan kita. Sebenarnya aku tahu dia yang dulu tidak pernah percaya dengan hal ghaib sekarang dia melihat sendiri dengan mata kepalanya sendiri. Dia bertanya-tanya tentang sesuatu mengenai hal tersebut.
" key maafin aku ya"
" kenapa minta maaf?"
" selama ini aku tidak pernah percaya dengan apa yang sering kamu ceritakan kepadaku"
Aku menganggukkan kepalaku aku senang akhirnya dia bisa percaya dengan apa yang selama ini aku rasakan. Ini adalah kejadian yang penuh dengan hikmah. Sekarang Reza tidak mengganggapku seperti orang gila. Dia sekarang benar-benar percaya bahwa mereka itu ada. Mereka itu hidup berdampingan dengan kita. Hanya saja orang-orang tertentu yang bisa melihatnya, termasuk aku. Aku tersenyum melihat Reza yang masih menatapku. Dia mendekatiku dan memelukku. Rasanya senang sekali aku berada di pelukannya. Aku tarik tangannya dan kusandarkan kepalaku di bahunya.
" eh kalian enak-enak mesra disini, masih ada aku yang disini!" ucap Ranti sewot melihatku semesra ini
" makanya cari cowok sana biar bisa mesra kayak kita" jawab Reza
" enak saja lihat saja bentar lagi aku akan dapat cowok yang jelas dia akan lebih ganteng dari kamu" ejek Ranti
" ha ha ha ha enak saja ayo cepat buktikan" tantangku
Aku tahu Ranti adalah orang yang alergi cowok. Dia belum pernah dekat dengan laki-laki manapun. Dia orangnya parnoan. Makanya sampai sekarang dia belum pernah pacaran. Aku gak yakin saja kalau dia mau pacaran. Dia jutek banget orangnya mana mungkin ada yang mau sama cewek galak kayak dia.
Aku menggerutu sendiri di dalam hatiku. Sesekali aku melirik ke arahnya.
" kamu kenapa sih?" tanya Ranti
" aku? aku cuma ragu saja kamu bisa dapat cowok! ha ha ha " aku sedikit meledeknya
Di tengah-tengah candaan kita tiba-tiba terdengar suara sangat keras.
" pyaar"
Aku kaget mendengar suara itu dan berlari ke belakang. Piringku terjatuh dan pecah ke lantai. Aku sempat heran karena tidak ada yang menyenggol piring itu. Rasanya ada yang tidak beres dengan rumah ini. Ranti mendekatiku dan melihatnya.
" kok bisa pecah?" tanya Ranti
" iya tadi aku lupa naruhnya di pinggir" jawabku terpaksa berbohong aku tidak mau Ranti ketakutan lagi
" oh kamu sih" ucapnya sambil mengambil sapu dia menyapu pecahan piring dan membersihkannya.
Aku terpaksa berbohong kepada Ranti tapi sebenarnya aku juga takut kenapa akhir-akhir ini aku merasa ada keanehan disini???
__ADS_1