
" cukup Rez tidak perlu kamu mengancamku seperti ini" teriakku
" ini bukan ancaman Key tapi ini sungguh akan aku lakukan jika kamu berani membalikkan tubuhmu untuk berjalan selangkahpun" ucapan Reza membuatku sangat bingung
" cukup hentikan semua ini aku bisa gila melihat semua kelakuan kamu selama ini Rez"
" aku juga akan lebih gila Key jika kamu berani meninggalkan aku sendiri" teriaknya
Saat ini aku sungguh tidak mempunyai nyali untuk pergi meninggalkan dia. Aku memang sudah muak dengan perbuatannya selama ini. Tapi aku akan lebih gila jika dia sampai menghabisi nyawanya sendiri. Selama ini aku sudah berusaha untuk melindungi dia dari kejahatan yang telah dia lakukan. Ini sungguh bodoh sangatlah bodoh entahlah apa yang membuatku menjadi kehilangan akal seperti ini.
" oke cukup letakkan senjata itu dari tanganmu"
" klentinggg" benda itu jatuh di bawahnya
aku menarik nafasku dalam-dalam dan langsung mengambil barang itu. Hampir saja aku memegang senjata itu
" jangan dipegang!" ucap Reza
" kenapa?"
" ini bisa mencelakakan kamu, cukup aku saja yang memegang senjata itu karena disana ada cap jariku"
" lalu untuk apa kalau sampai saat ini saja kamu tidak mau bertanggung jawab dan mengakui kesalahan itu kepada polisi? kenapa kamu tidak mau bertanggung jawab?!!" bentakku kesal
" aku akan dipenjara seumur hidupku Key dan aku tidak akan pernah sanggup jika aku tidak bisa menemui kamu setiap waktu" ucapannya benar-benar membuat aku terlena
" tapi Rez ini semua salah" ucapanku terisak karena menahan air mataku
Reza mengusap air mataku dia memeluk tubuhku.
" aku adalah orang jahat Key kamu tidak pantas mencintai orang seperti aku, tapi cintaku padamu sungguh luar biasa"
" Rez aku bingung dengan semua ini!" aku kesal dengan apa yang aku pikirkan sekarang. Tentang cinta tentang keadilan dan tentang pertanggung jawaban.
" suatu saat nanti aku akan mempertangung jawabkan ini semua Key maafin aku!"
Hari ini adalah pertemuan kita yang dibanjiri oleh air mata. Memang kebenaran telah diungkapkan sekarang. Tapi rasanya aku sudah tidak sanggup untuk menyembunyikan ini semua. Aku ingin keadilan ini semua segera dipertanggung jawabkan. Tapi apa aku kuat melihat Reza mendekam di penjara???
Aku sangat terpukul dengan kejadian ini semua.
kamu jahat Rez!!!!!
kamu adalah orang terjahat yang pernah aku kenal.
Tapi kenapa rasa cintaku masih bisa menahan kamu untuk menempatkan kamu di posisi teratas.
Aku adalah orang terbodoh yang pernah dilahirkan ke dunia ini.
Cuma aku?
iya cuma aku yang sangat bodoh.
Aku memukuli kepalaku sendiri yang kurasa sangat berat.
__ADS_1
" Key jangan lakukan itu jangan sakiti diri kamu sendiri. Kalau kamu marah pukul aku sepuas kamu asal jangan diri kamu yang kamu sakiti" ucapan Reza membuatku benar-benar hancur
" Rez pergi dari sini pergi dari hadapanku!!" ucapku marah
" tidak Key aku tidak akan pernah pergi meninggalkan kamu!"
" tapi kamu sudah pergi dari hidupku Rez kamu bukan lagi orang yang aku kenal"
" iya aku tau tapi aku tidak akan pergi dari sini, maafkan aku" dia berlutut di hadapanku
" kenapa kamu melakukan ini semua Rez? kenapa kamu tega!!" aku masih menangis
" Key maafkan aku aku benar-benar tidak tahu setan apa yang telah merasuki tubuhku"
" itu bukan setan yang merasuki tubuhmu tapi kamulah setannya!" bentakku
Sesaat aku melihat ada sosok bayangan hitam keluar dari tubuh Reza.
" leeebbbbbb"
Bayangan apa itu?
kenapa bayangan itu keluar dari tubuh Reza?
sebenarnya siapakah yang telah mempengaruhi tubuh Reza?
apa benar ada pengaruh jahat yang telah membuatnya menjadi kehilangan akal seperti ini!!!?
" aghkkkkk"
" aku bisa gila melihat ini semua Rez!" jawabku
" kamu melihat apa?"
" aku melihat ada bayangan hitam keluar dari tubuh kamu" bisikku
" apa? bayangan hitam? siapa Key?"
" entahlah" aku menggelengkan kepalaku
Aku menarik tangan Reza untuk pergi meninggalkan tempat ini. Aku sengaja mengajak Reza untuk pergi ke rumahku. Disana kita masih dalam suasana yang penuh keheningan. Antara pikiran yang memaksa aku untuk membencinya dan hati yang selalu merebutnya lagi untuk tetap tinggal disini. Reza menatapku dengan tatapan yang penuh dengan penyesalan.
" Key Sampai kapan kamu akan berdiam diri seperti ini?" tanya Reza
" Rez kematian Kevin membuat Vika menjadi stres dia depresi, ini yang membuatku semakin membenci kamu"
" iya aku tau tapi ini semua sudah terjadi lalu aku harus bagaimana?"
" kamu harus bisa mengembalikan Vika seperti semula. Jika kamu bisa membuat Vika kembali normal aku akan memaafkan kamu" ucapku
" Key apa tidak terlalu berat permintaan kamu ini?"
" tidak" jawabku sambil meninggalkannya
__ADS_1
Kulihat Reza berpikir dengan keras akhirnya dia menganggukkan kepalanya. Aku mengajaknya untuk menemui Vika di rumahnya.
Sesampainya disana aku melihat Bi Ira sedang menyuapinya.
" Bi biar aku saja yang menyuapinya" ucapku sambil mengambil mangkuk sup itu
" Vika kamu apa kabar?" tanyaku pelan
Tidak ada jawaban sama sekali yang kudengar dari mulutnya. Reza mendekat ke arahku
" Vika maafkan aku" ucap Reza
Tetap saja Vika masih dalam lamunannya dan memeluk foto Kevin. Air mataku menetes di pipiku rasanya aku tidak sanggup melihat keadaan Vika seperti ini. Dia sangat cantik tapi sekarang dia menjadi seperti ini gara-gara ulah Reza.
" Vika makan dulu ya?" ucapku sambil menyuapinya
Dia membuka mulutnya tapi tidak sama sekali menghiraukan kehadiran kita disini.
" Bi bagaimana keadaan Vika?"
" masih sama Non belum ada perkembangan" ucap Bi Ira
" kasihan sekali kamu Vik"
Mata Vika mengarah kepada Reza dan dia tersenyum. Reza langsung mengajaknya untuk berbicara.
" Vika kamu masih ingat saya?" tanya Reza
Vika tersenyum kepada Reza
" sayang" ucap Vika kepada Reza
apa sayang????
kenapa dia bisa memanggil sayang kepada Reza
gumamku di dalam hati
" sayang kamu kemana saja?" Vika kembali bertanya Reza
" ehm ini aku Reza Vik" jawab Reza berusaha menyadarkannya
" sayang kamu tidak kangen sama aku beberapa hari ini kamu tidak pulang"
Vika benar-benar sakit dia tidak bisa mengingat siapa Reza.
" Reza anggap saja itu benar ajaklah dia berbicara" bisikku
Vika langsung berlari ke arah Reza dan memeluknya. Spontan aku terkejut melihat sikap Vika. Mungkin saja Vika menganggap Reza adalah Kevin. Itu bisa jadi karena sekarang jiwanya sedang terganggu. Aku membiarkan pelukan Vika itu mendarat di tubuh Reza. Walaupun sebenarnya ada sedikit gejolak di hatiku yang saat ini ingin berontak. Aku memalingkan pandanganku dari pelukan mereka.
" Key bagaimana ini?" tanya Reza kepadaku
Vika tidak mau melepaskan pelukannya
__ADS_1
" turuti saja Rez mungkin dengan hal itu dia bisa sedikit tenang" ucapku dengan menarik nafas dalam-dalam