
Malam ini aku benar-benar ketakutan dengan teror hantu anak kecil itu. Dia seakan marah kepadaku atas kematian Kakaknya. Aku berlari dan mengambil ponselku yang tergeletak di atas meja. Aku raih perlahan ponselku
" brakkkkkk"
sial ponselku terjatuh di atas lantai.
Anak kecil itu semakin mendekat ke arahku. Aku mundur dan berlari mencari perlindungan.
" tolonggggg" teriakku yang sudah mulai mengucurkan keringat dinginku. Aku sudah tidak bisa mengendalikan diriku lagi. Energinya semakin membuatku teraih oleh auranya. Aku semakin ketakutan aku bersembunyi di bawah kolong meja makan. Langkahnya semakin mendekat ke arahku. Aku berusaha menutup telinga dan mataku. Berharap ini semuanya hanyalah mimpi.
Setelah beberapa menit kemudian aku membuka mataku. Aku melihat ke sekitarku semuanya hening tanpa ada satupun yang berada disana.
ternyata mereka telah pergi.
syukurlah
Jantungku masih berdetak kencang tak berarah. Keringatku yang masih bercucuran membuatku semakin tak bisa mengontrol diriku. Aku mencoba untuk menenangkan diriku perlahan.
" tok tok tok"
" awhhhhhhhhh" aku menutup rapat-rapat telingaku.
" Keyyyy " terdengar suara Ranti yang memanggilku
Rasanya aku masih trauma dengan suara itu.
apakah benar Ranti yang datang?
bagaimana mungkin ini masih tengah malam?
Hatiku terasa sangat kacau aku tidak berani melangkahkan kakiku ke depan.
bagaimana kalau yang datang bukan Ranti???
" tidakkkkkkkk" aku berteriak menutupi telingaku.
" Keyyyy Keyyyzaaaaaa kamu tidak apa-apa kan?" terdengar lagi suara teriakan seperti suara Ranti.
Aku menarik nafasku dalam-dalam mencoba menenangkan diriku. Aku mencoba mendengar suara yang seperti suara Ranti. Aku melangkahkan kakiku perlahan dengan mengendap-endap ke arah pintu. Aku memegang gagang pintu dan akan membukakannya.
" ceklekkkk"
aku tarik gagang pintu itu hingga terbuka.
" Rantiiii Rantiiii dimana kamu" teriakku sambil mencarinya di depan
Aku mencarinya karena tidak melihatnya di depan pintu rumahku. Tidak ada satupun jejak manusia disana.
" wessshhhhhh"
aku melihat sosok yang berdiri di depanku . Dia hitam pekat dan berdiri membelakangiku. Hatiku mulai kembali deg-degan dan tak tentu arah. Aku mencoba menarik nafasku dalam-dalam. Aku tau dia bukan manusia melainkan sosok makhluk gaib yang sedang membuatku tidak nyaman.
" siapa kamu?" tanyaku dengan nada yang gemetar
Tidak ada jawaban sama sekali yang kudengar dari mulutnya. Aku mencoba menarik ujung baju yang ia kenakan sehingga dia berputar arah menghadapku.
" ahhhhhhgggg kamu kamu" aku tidak bisa melanjutkan suaraku rasanya hatiku sedang mengalami keguncangan yang menakjubkan malam ini.
" ha ha ha "
ya Tuhan bisa gila aku kalau malam ini saja sudah berapa makhluk yang mendatangiku.
" tolong jangan ganggu aku pergi kamu dari sini!" bentakku kesal aku menutup pintu rumahku
" bruakkkkk"
Aku berjalan meninggalkan makhluk itu menuju ke dalam kamarku.
" sreeettttt"
" aduhhhh" kembali aku dikagetkan oleh makhluk itu yang sudah berada di atas kamarku.
__ADS_1
astaga kenapa kamu mengikutiku sihhh!!!
Aku mencoba untuk berusaha mengendalikan diriku. aku tidak mau jika aku terpancing oleh suasana hatiku jadi kacau.
" kamu harus bertanggung jawab!"
tiba-tiba makhluk itu bicara seperti itu
" aku??? maksud kamu apa?"
" wessshhhhhh"
dia menghilang dari hadapanku
Ucapannya meninggalkan sejuta pertanyaan di dalam hatiku. Kenapa harus aku yang bertanggung jawab apa sebenarnya yang telah terjadi. Aku bahkan tidak mengerti apapun soal mereka. Aku merebahkan tubuhku dengan kegundahan hatiku yang masih diperdaya oleh sosok itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Keyyyy Keyyzaaaa"
Terdengar suara keras yang mengetuk pintu rumahku. Aku melirik ke arah jam dinding yang telah menunjukkan pukul 07.00 pagi.
astaga aku kesiangan
Aku langsung melompat dari tempat tidurku membukakan pintu rumahku. Aku melihat Ranti sudah berteriak kencang di depan rumah.
" hahhhh? kamu belum siap-siap Key? jam berapa ini"
" sebentar aku kesiangan Ran semalam aku tidak bisa tidur" jawabku sambil mengusap mataku
" kenapa?" tanya Ranti
" biasa Ran" jawabku
" hantu lagi? kamu diteror lagi?" tanya Ranti
Aku menganggukkan kepalaku
" jelas aku penasaran Ran"
" lalu kamu tidak mencari tau apa alasannya?" tanya Ranti lagi
" Ran sudah berkali-kali aku merasa kebingungan untuk mencari jawabannya"
" lalu?"
" lalu apa lagi? mangkanya kamu bantuin aku!" ucapku
" ogah ah aku malas kalau aku yang kamu jadiin alatnya"
" terus bagaimana aku bisa tau alasan mereka kalau kamu tidak mau bantuin aku"
" ah ogah ah gak mau!" jawab Ranti
Aku langsung meninggalkannya dan masuk ke dalam untuk berpikir bersiap-siap. Sesaat kemudian aku telah selesai dan berangkat menuju kantor.
" kita kesiangan ya ini? kantornya pada sepi!" ucap Ranti yang ngomel-ngomel dari tadi
" kamu kalau ngomel-ngomel terus sana gak usah bareng sama aku berangkatnya"
" iya iya gitu saja ngambek efek semalem diteror nenek lampir ya?"
" ihhhhhhhgggggg"
Aku meninggalkan Ranti ke dalam ruanganku.
" wuahhhhh" aku menguap dan masih ngantuk
Tiba-tiba Reza meneleponku
" Key kamu lagi apa?"
__ADS_1
" lagi di kantor Rez kamu apa kabar? kamu tau kan kalau Kevin sudah meninggal?" ucapku
" iya jelas tau lah sayang" jawab Reza seperti tidak biasanya
" kamu kenapa Rez kok sepertinya happy sekali?"
" ehm enggak aku cuma kangen sama kamu"
" beneran tidak kenapa-kenapa?"
" iya sayang nanti ketemu yuk aku jemput kamu ya?"
" apa kamu mau jemput aku? bukannya kamu masih bersembunyi dari polisi ya?"
" ehm tidak masalah Key, aku sudah lelah dikejar polisi" jawabnya benar-benar aneh
" ya sudahlah terserah kamu" ucapku sambil menutup teleponnya
Aku melanjutkan pekerjaanku dengan cepat.
" tok tok tok"
" masuk"
" Bu ini ada berkas yang masih belum ditandatangani" ucap Sinta sambil menaruh berkas di atas meja
" iya Sin"
" Bu Keyza kenapa sepertinya sangat lelah? apa Bu Keyza sakit?" tanya Sinta
" ehm enggak Sin cuma kurang tidur saja" jawabku
" yasudah aku tinggal dulu ya Bu" Sinta meninggalkan ruanganku
Kemudian Ranti masuk tanpa mengetuk pintu
" taraaaaa"
" ihhhhh kamu ngagetin saja!"
" ha ha ha ha gitu saja marah belum selesai ya? aku mau ajakin kamu ke kantin Key"
" kamu duluan saja aku lagi banyak kerjaan"
" ya elah Key sebentar saja mana mungkin aku makan sendirian"
" ihhhhh ya sudah kamu tunggu bentar"
Aku menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat. Setelah itu aku menemani Ranti untuk pergi ke kantin. Ranti makan dengan lahapnya sementara aku melihat dia makan saja rasanya sudah kenyang sekali.
" kamu tidak makan?" tanya Ranti
" tidak"
" kamu nanti pulang dari sini mau kemana?"
" aku mau ketemu sama Reza"
" apa? ughhh huk huk" Ranti tersedak makanannya
" kenapa sih kamu?" tanyaku heran
" kamu mau ketemu sama pacar kamu itu?"
" memangnya tidak boleh?"
" iya boleh sih tapi gimana ya"
" terserah kamu" ucapku
" dasar bucin!" kata Ranti meledekku
__ADS_1