
Aku segera menarik tangan Reza aku berteriak aku meminta tolong tapi rasanya mustahil aku tinggal disini hanya sendirian. Aku beradu dengan ank itu aku mengerahkan seluruh tenagaku. Semuanya nihil dia mendorongku sehingga aku terjatuh ke lantai.
" eggkkkkkkk eggkkkkkkk"
Kulihat Reza hampir kehabisan nafasnya. Aku menangis aku histeris aku benar-benar ketakutan sekali. Badanku gemetar melihat Reza sedang dicekik oleh anak itu. Aku menghantam anak itu dengan tasbih yang berada di dalam kamarku.
" uuhh"
Dia langsung menghilangkan jejaknya. Dia menghilang dia telah hilang. Kulihat Reza terlepas dari jeratannya.
" hukkk uhukkk uhukkk"
" Reza kamu gak apa-apa kan?"
Aku segera mengambilkan minum untuknya.
" ini kamu minum dulu"
" aku kenapa tadi Key?"
" kamu kamu .."
" ada apa Key kenapa rasanya aku tidak bisa bernafas?"
" kamu dicekik oleh sosok makhluk gaib"
" apa? makhluk gaib? yang benar saja kamu?"
" iya Rez itu benar"
Kulihat wajah Reza berubah menjadi ketakutan. Hal yang selama ini tidak dipercayainya sekarang telah membuktikan bahwa apa yang selama ini aku ceritakan padanya adalah nyata.
" aku harus segera memanggil Ranti kesini" ucapku membuat Reza heran
" Loh kenapa?"
" cuma dia yang bisa membantuku untuk mengungkap semuanya"
" jangan jangan" Reza tampak panik
" memangnya kenapa Rez?"
" gak apa-apa tapi aku takut kejadian ini akan terulang lagi " ucapnya dengan gugup
" aku harus segera mencari tau apa yang sebenarnya terjadi Rez? ini sudah kesekian kalinya anak itu terus menghantuiku" ucapku histeris
Reza mendekapku dia sedikit membuatku tenang. Aku masih saja merasa ketakutan. Aku tau Reza juga merasakan apa yang aku rasakan hanya saja dia berusaha menyembunyikan ketakutannya dariku.
...****************...
Pagi itu aku berangkat ke kantor dengan perasaan yang masih sama. Aku merasakan rasa penasaran yang selalu menghantuiku. Aku selalu saja diikuti oleh anak kecil yang tanpa aku tau asalnya. Seolah-olah dia sedang mencari bantuan ataukah akan balas dendam. Aku bisa merasakan aura kemarahannya yang sedang terpancar dari dua bola matanya yang hitam pekat. Wajahnya mungil matanya hitam dan tak ada sedikitpun senyum di bibirnya.
" Ranti tunggu aku" teriakku
Ranti berhenti dan menoleh ke arahku
" ada apa Key?"
" Ranti kamu harus bantuin aku"
" bantuin apa?"
" ini soal anak kecil yang selalu mengikutiku"
" hiiii ogah"
__ADS_1
" ayolah aku mohon cuma kamu yang bisa bantuin aku Rann" ucapku dengan memohon
" apa yang bisa aku lakukan Key? kamu tau kan aku orangnya penakut"
" iya aku tau tapi kamu harus bantuin aku untuk mengungkap misteri apa yang sebenarnya terjadi"
" aduuuhhhhh Key aku sebenarnya takut banget, aku harus gimana Key?" wajahnya ketakutan dan tegang
" aku mau kamu jadi mediatornya" ucapku lirih
" whaattt???!!! gila kamu Keyyyy?"
" ini serius Ran"
" sudah gila ya kamu?? kamu tau kan apa yang akan dilakukannya waktu itu??"
" iya tapi insyaallah kali ini tidak akan terjadi seperti dulu"
" aduuuhhhhh Keyza aku takut banget nih...."
" aku mohon sama kamu bantuin aku ya? kamu mau aku diteror terus-menerus kayak gini?" tanyaku sedih
" iya nggak juga sih Key tapi aku itu takut gak bisa mengendalikan diri sendiri"
" kamu pasti bisa Ran ini demi aku"
Ranti kelihatan masih ketakutan dan sangat gugup.
...****************...
Malam itu aku mengajak Ranti menginap di rumahku. Dia masih saja sangat ketakutan dan panik. Aku mencoba untuk meyakinkannya.
" kamu harus tenang Ran jangan panik kayak gini dong"
" insyaallah Ran setelah aku tau apa yang sebenarnya terjadi aku akan berusaha mengeluarkan dia dari tubuhmu"
" tapiiiii Keyyyy" dia meronta-ronta ketakutan
" cuma kamu Ran yang bisa membantuku"
" tapiiiii Keyyyy"
" sudah sudah kamu diam jangan merengek terus. Aku bisa gak fokus kalau kamu ketakutan kayak gini"
Menanti jam 12 malam sangatlah lama sekali. Kita menonton TV sambil menunggu waktu yang tepat. Aku mencari-cari anak itu tapi masih belum menampakkan diri.
kemana anak itu ya giliran gak dicari muncul terus!!
Aku melirik ke arah Ranti yang hampir ketiduran di sofa.
" heyyyy" aku menyenggolnya sehingga dia terbangun dari tidurnya
" aduh kamu ini bikin kaget saja" dia memukul tanganku
" ha ha ha lagian kamu sih mata kamu merem" ucapku
" aku ngantuk banget Key, masih lama gak sih"
" bentar lagi kurang 2jam lagi"
" harus ya nunggu jam 12 malam"
" iya iya dia biasanya jam segitu nongolnya" jelasku
" aduuuhhhhh" Ranti mengeluh lagi sambil menggaruk-garuk kepalanya
__ADS_1
24.00
" Ran ini saat yang tepat ayo kamu ikutin aku" kataku sambil menarik tangannya
" aduhh aku takut sekali Key" dia berjalan menyeret ketakutan
Aku mendongakkan kepalaku ke luar jendela aku masih belum menemukan sosok anak itu.
siallll
Aku masih tidak putus asa dan tetap mencarinya. Disana aku hanya menemukan sosok sosok makhluk yang sedang berkerumun di dekat gudang tua. Entahlah apa yang sedang mereka bicarakan saat ini. Aneh sekali anak itu sampai sekarang masih belum muncul. Aku membalikkan badanku dan aku tersontak kaget melihat dia sudah berdiri di depanku.
" aaaaaduuuuhhhhhhhhh bisa gak sih kamu nongolnya pelan-pelan!"
Dia masih melotot ke arahku, Ranti malah kebingungan saat aku berbicara dengan anak itu.
" aduh Key gila kamu marah-marah sama hantu hiiii"
" Ran kamu mundur selangkah ya dan kamu pejamin mata kamu" dia menuruti apa yang aku katakan walaupun aku tau tubuhnya sangat gugup ketakutan.
Aku melangkah ke arah anak itu dan aku berusaha memasukkan tubuhnya ke dalam tubuh Ranti. Berat sangat berat rasanya ternyata dia cukup kuat untuk melawannya.
" leeeppppp"
Sesaat aku melihat tubuh Ranti sudah diisi dengan tubuh anak itu. Dia masih menundukkan kepalanya. Kududukkan dia di sebuah kursi. Aku mencoba untuk mengintrogasinya.
" apa yang sedang kamu sembunyikan dariku? apa yang sedang kamu cari dari hidupku? kenapa kamu selalu mengikutiku??"
aku mau kamu jauhi Reza
" kenapa ada apa dengan Reza? apa masalahmu dengannya?"
dia orang jahat kamu harus pergi dari kehidupannya
" apa? jahat bagaimana maksud kamu?"
dia yang sudah membuat aku seperti ini
" maksud kamu apa? apa yang sudah terjadi denganmu?"
dia telah membuat aku mati
" apa? maksud kamu apa?"
Reza adalah seorang pembunuh
" apa? pembunuh? maksud kamu apa?"
Reza telah membunuhku
" dia membunuh kamu? bagaimana caranya???"
dia mencekikku di sebuah gudang tua itu
" hah??? apa???"
ya Tuhan apa yang sebenarnya terjadi
kenapa dia bisa bilang seperti itu???
apa semua yang diucapkan anak itu benar???
apa benar Reza telah membunuhnya???
Hatiku serasa tidak percaya mendengarnya. Apa benar apa yang dikatakan anak itu semuanya benar. Lalu kenapa Reza melakukan itu semua???
__ADS_1