
Malam itu Ranti menginap di rumahku. Hari sudah malam dia tidak berani jika harus pulang sendirian. Begitu juga sebaliknya jika aku yang mengantar yang ada malah aku tidak berani balik. Aku memang bisa melihat sosok mereka yang sering berkeliaran pada malam hari khususnya. Para gadis-gadis cantik yang sukanya pergi pada waktu malam hari dan pulang menjelang pagi anehnya mereka tidak naik mobil atau sepeda tetapi mereka melayang di udara. Hiiii merinding jika membayangkannya. Alhasil Ranti harus memutuskan untuk menginap di rumahku. Malam tepat jam 24.00 malam aku terbangun dari tidurku. Aku melihat Ranti terlelap dalam tidurnya. Aku turun dari tempat tidur hendak mengambil wudhu dan sholat malam. Sampai di dapur aku melihat banyak orang di dapur. Eitttz bukan orang sih tapi dia makhluk halus yang sedang berkumpul disana. Mereka berkerumun seolah sedang membicarakan sesuatu. Aku menghentikan langkahku aku merapatkan telingaku tapi mereka semua terdiam. Rupanya mereka berhenti karena sudah menyadari bahwa aku berada disana. Upsss gagal deh mau dengerin pembicaraan mereka. Aku melanjutkan ke kamar mandi dan wudhu . Setelah wudhu aku melihat kerumunan mereka sudah bubar.
Syukurlah
Aku kembali ke kamar dan melaksanakan sholat. Selesai sholat aku melihat Ranti terbangun dari tidurnya.
" Ran kamu gak sholat?" tanyaku padanya
Ranti tetap diam tak menjawab pertanyaanku. Aku melihat ada yang aneh dengannya. Aku memanggilnya sekali lagi.
"Ran kamu tidak apa-apa kan?"
Dia masih tidak menjawab pertanyaanku. Matanya melirik kepadaku matanya berubah menjadi memerah dia melotot ke arahku. Aku mulai sadar bahwa dia bukanlah Ranti. Ada arwah yang sedang merasukinya. Dekat... dekat...semakin dia mendekat ke arahku. Aku cepat-cepat melepas mukenaku. Aku melangkah mundur karena melihat wajahnya yang sekarang berubah menjadi seperti berapi-api.
" Ran sadar Ran..." teriakku yang tak dihiraukannya
" Rantiiii aku mohon sadar kuasai dirimu kendalikan dirimu" teriakku masih tetap tidak dihiraukannya
Dia semakin mendekati tubuhku, aku berlari keluar dari kamarku. Aku menjauh darinya aku mencari tempat persembunyian.
" hssttt hsss hsss" nafasku terengah-engah
Aku berhasil sembunyi di balik lemari. Dia mencariku sambil mengangkat kedua tangannya. Seakan-akan dia akan mencekikku. Aku sangat ketakutan saat itu. Ranti telah dikuasai oleh roh jahat yang sedang merasukinya. Dia semakin mendekat ke arahku entahlah apa dia sudah mengetahui keberadaanku.
Tuhannnnn
tolong aku aku takut sekali
Air mataku menetes di pipiku, keringat dingin mulai mengucur di sela-sela poriku. Badanku gemetar aku takut jika dia menemukanku.
" brakkkkkk"
Dia menggulingkan lemari yang menjadi tempat persembunyianku. Aku telah berada di depan matanya. Tubuhku gemetar tanganku berkeringat dingin mulutku serasa tertutup rapat dan tak bisa berteriak.
" tolonggggg apa mau kamu???"
" pergi dari sini keluar dari tubuh temanku?!"
__ADS_1
Dia masih saja menegakkan tangannya. Dia mendekatkan kedua tangannya tepat di leherku. Dia akan mencekikku, aku tak bisa lari darinya aku terjebak disini. Tidak ada pintu keluar akupun semakin menjerit ketakutan.
" tidakkk tidak jangannnn " aku menjerit ketakutan
Kini tangannya berhasil menangkap leherku, dia mencekikku.
" aggggkkkk" nafasku tersengal
Aku hampir kehilangan nafasku, aku berusaha menahan tangannya. Tetapi tenaganya terlalu kuat sehingga aku harus berpasrah dan ....
" agggghhhhhkkkkk"
" eggggg eggggg"
nafasku hampir berhenti
" grubyaaakkk" Ranti jatuh tersungkur dia telah kembali arwah roh jahat yang merasukinya telah keluar dari tubuhnya.
" huggg uhukkk hukkk"
Aku yang hampir saja kehilangan nafasku sekarang aku menjadi lemas. Tubuhku lemah nafasku masih tersengal-sengal. Aku merangkak mengambil minum di meja. Tetapi rasanya tubuhku tak kuat, aku melirik Ranti sudah terbangun dia kebingungan dengan keadaannya yang berada di lantai.
" ah aku ak aku" rasanya dadaku masih sesak aku tak bisa menjawab pertanyaan Ranti. Tubuhku masih lemas dan
" brakkkkkk"
Aku sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Tubuhku jatuh dan tidak sadarkan diri. Ranti kebingungan melihatku dalam keadaan pingsan.
" Key Keyza bangun kamu kenapa Key?"
Ranti sangat kebingungan dan memberikan aku percikan air. Sesaat aku langsung membuka mataku kembali.
" Key kamu tidak apa-apa kan? kamu kenapa Key aku takut" ucap Ranti
" mi mi minum" ucapku masih terbata-bata
" oh kamu mau minum ini minum Key ayo kamu minum dulu" Ranti memberiku minum
__ADS_1
Rasanya nafasku sudah mulai kembali normal.
" Ran kamu gak apa-apa kan?" tanyaku padanya
" aku?? aku gak apa-apa Key harusnya aku yang tanya sama kamu? kamu kenapa Key?" tanya Ranti sambil menangis
Ranti sangat kebingungan melihat semuanya seperti ini. Bagaimana cara aku untuk jelasinnya ke dia. Aku hanya tersenyum melihatnya yang sedang panik. Aku memegang tangan Ranti tangannya sangat dingin. Aku juga merasakan hal yang sama. Sebenarnya aku juga masih sangat ketakutan sekali. Tapi bagaimana aku bisa menghindari ini semua. Sedangkan mereka saja selalu menghantuiku. Aku sudah berkali-kali dihantui seperti ini. Tetapi aku belum pernah mengalami hal yang seperti ini. Ini hal terburuk yang pernah ada di dalam hidupku. Mengapa mereka semua menghantuiku dan seakan-akan aku pernah melakukan salah dengannya.
" Key???" Ranti memanggilku
" iya Ran" jawabku pelan
" kamu gak apa-apa kan?" tanya dia masih mengkhawatirkan aku
" aku gak apa-apa kok Ran cuma aku mengkhawatirkan keadaan kamu"
" aku??? aku kenapa?" Ranti kebingungan
" akhir-akhir ini kamu sering dirasuki roh jahat, kejadian semalam adalah ulah dari salah satunya" jelasku
" hah? astaga? beneran?" wajahnya mendadak pucat
" hemmm iya Ran dan semalam kamu hampir membunuhku kamu mencekik leherku Ran"
" astaga Keyza maafkan aku, aku benar-benar takut Key aku takut mencelakakan kamu" dia menangis mendengar penjelasan dariku
" gak apa-apa Ran ini bukan salah kamu, kamu kan dikendalikan roh jahat itu"
" tapi Key bagaimana kalau aku sampai membunuhmu? gimana kalau aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diri" dia masih menangis
" sudah Ran itu semua bukan ulah kamu. Aku juga ngerti kalau tubuhnya hanya dijadikan sebagai mediator dan itu bukan kamu"
Ranti menangis tersedu-sedu mendengar penjelasan dariku. Dia menjadi sangat ketakutan. Wajahnya pucat tangannya dingin. Bahkan keringat dingin telah mengucur di tubuhnya. Aku menarik tangannya untuk menenangkannya.
" Ranti kamu yang tenang ya kamu jangan terlalu panik ini semua sudah berlalu. Yang aku minta sama kamu adalah kamu harus benar-benar kuatkan iman kamu biar kamu bisa melawan itu semua"
" tapi emang bisa ya Key? aku kan sudah terlalu sering kerasukan" ucapnya
__ADS_1
" bisa insyaallah kamu harus kuat"