Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Ragu


__ADS_3

Sepulang dari Rumah Sakit aku masih terngiang perkataan Mamanya Kevin. Rasanya aku telah berjanji dengan orang yang justru baru aku kenal. Aku sangat takut sekali dengan janji-janji yang pernah aku iyakan sementara aku tidak mempunyai hubungan apapun dengannya.


" tok tok tok"


Aku membukakan pintu kamarku kulihat Ibu masuk dengan membawa selimut.


" Ibu kenapa? gak bisa tidur?"


" Key aku kok seperti terbayang sesuatu sih di kamar sana" ucap Ibu membuatku penasaran


" sesuatu apa Bu? dimana?" tanyaku sambil melongokkan kepalaku keluar


" di kamar depan Bapak kamu sudah pulas aku bangunin gak bangun-bangun" ucap Ibu dengan wajah pucat


Aku berjalan ke kamar depan sambil melihat apa yang ada disana.


" Kamu lihat apa disana? di sebelah kelambu?" bisik Ibu di telingaku


" oh anak itu lagi hhhhhmmm"


" anak siapa?"


" Bu dia anak ....."


Kuhentikan ucapanku sejenak aku teringat bahwa dia adalah adik dari Kevin. Berarti Mamanya tadi yang barusan meninggal. Astaga kasihan sekali dia, kulihat wajahnya tampak sedih dan marah. Dia melihat ke arahku dan menganggukkan kepalanya. Entahlah apa yang sedang dia isyaratkan padaku. Aku kembali ke kamarku dengan Ibuku.


" Key dia siapa?" tanya Ibu panik


" ehhmmnm aku juga tidak tau Bu" aku menyembunyikannya


" tapi kenapa sepertinya kamu sudah mengenalnya?"


" aku gak tau Bu yasudah Ibu tidur dulu ya "


kenapa anak itu juga menampakkan dirinya kepada Ibuku??


Pertanyaan tanpa jawaban pun masih terngiang di benakku. Aku mengambil ponselku dan menghubungi Kevin. Aku juga tidak mengerti kenapa aku mengkhawatirkan keadaannya saat ini.


" Halo Vin kamu baik-baik saja kan?" tanyaku


" iya Key" jawabannya sangat singkat


" kamu lagi dimana?"


" habis dari pemakaman Ibu aku langsung pulang ke rumah"


" kamu yang sabar ya maaf tadi aku tidak ikut ke pemakamannya karena sudah malam" ucapku


" iya Key makasih ya telah menolongku"


" iya Vin tapi aku merasa bersalah telah membohongi Mama kamu"


" kamu tenang saja Key Minggu depan Vika akan balik ke Indonesia"


" oh dia sudah balik kesini?" tanyaku


" iya Key mungkin kita akan segera menikah" ucap Kevin yang membuatku sempat syock.


" apa? menikah?" tanyaku


" iya Key makasih ya sudah membantuku" lagi-lagi dia berterima kasih kepadaku.


Kevin akan menikah?


bagaimana nasib Ranti jika dia tau kalau Kevin akan menikah.

__ADS_1


Tapi harusnya ini kabar baik karena dia telah menuduhku dan akan paham jika kita memang tidak ada hubungan apa-apa.


Tapi bagaimana dengan janji yang telah aku ucapkan kemarin???


" aghkkhhhhhhh" aku menepuk jidatku


" kenapa Key?" tanya Kevin


" oh gak apa-apa Vin ya sudah aku istirahat dulu ya" aku menutup teleponnya.


kenapa aku sedikit merasa sedih


padahal aku tidak mempunyai rasa apapun terhadapnya


tapi kenapa aku kecewa dengan ucapan Kevin


Aku berusaha memejamkan mataku yang sangat lelah.


" brakkkkkk"


seperti ada suara pintu belakang yang dibuka paksa. Jangan-jangan ada maling yang masuk ke rumahku. Aku segera melompat dan berlari ke arah belakang.


" astagaaaaaaa"


Aku kira ada orang yang masuk ke rumahku ternyata disana ada sosok yang berdiri tepat di depan pintu. Dia berdiri menghalangi pintu rumahku.


" siapa kamu?" tanyaku dengan sedikit takut


kamu harus tepati janji kamu


"kamu siapa?" aku segera melangkah mendekat ke arahnya. Setelah tinggal beberapa langkah lagi dia menghilang dari hadapanku.


" wettttt"


Aku mengedipkan mataku dan mencoba untuk membukanya. Ternyata dia benar-benar menghilang dari hadapanku. Apa maksud dari ucapannya tadi. Aneh sekali aku langsung menutup pintu dan masuk ke kamarku. Kutarik selimutku dan kupejamkan mataku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" selamat pagi Bu" ucap Sinta


" pagi juga Sin masih sepi ya?" tanyaku padanya


" iya sepertinya Ibu datangnya kepagian"


Aku tersenyum kepadanya dan masuk ke dalam ruanganku. Aku melihat Ranti berjalan dengan terburu-buru masuk ke ruangannya.


" Rannnnnnti" panggilku


Dia tidak menoleh ke arahku tapi dia langsung masuk ke ruangannya. Aku mengejarnya dan membuka ruangannya.


" Ran maaf kalau aku ganggu kamu tapi ada hal yang mau aku sampaikan sama kamu"


" apa?" jawabnya sinis


" Mamanya Kevin meninggal"


" apa? serius kamu?" tanya Ranti


" iya Ran"


" terus dimakamin dimana?"


" aku kurang tau Ran kamu coba tanya saja sama Kevin"


Ranti menganggukkan kepalanya aku segera balik ke ruanganku.

__ADS_1


" ehm Key aku ijin keluar dulu ya aku mau takziah ke rumah Kevin"


Aku menganggukkan kepalaku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


2 jam kemudian aku melihat Ranti sudah balik ke kantor.


" Key tadi di rumah Kevin aku mendengar dia telepon dengan seseorang, kok dia manggilnya sayang ya? apa Kevin sudah punya pacar?" pertanyaan Ranti membuatku bingung untuk menjawabnya. Aku takut dia patah hati jika dia tau kalau Kevin akan menikah.


" ehmmm iya sepertinya Ran" jawabku lirih


" Key maafin aku ya yang sudah menuduh kamu waktu itu"


" iya Ran gak apa-apa aku bisa mengerti"


Ranti memelukku rasanya aku sangat bahagia dia bisa memaafkan aku seperti ini. Akhirnya kita bisa kembali rukun seperti dulu.


" Key kamu tau gak pacarnya Kevin?"


" aku kurang tau sih Ran yang aku tau dia ada di luar negeri saat ini" jawabku


" luar negeri? pantesan aku tidak pernah tau kalau dia sama cewek" ucapnya dengan nada kecewa


" sudah gak usah diambil hati yang namanya cowok itu bukan cuma Kevin saja" aku segera menghiburnya


" iya sih tapi sakit rasanya"


" sudah kamu yang sabar"


" Key baru saja aku bisa mengagumi seorang lelaki tapi kok dia sudah punya pacar ya?" tanyanya dengan nada bego


" sudah gak apa-apa mungkin dia bukan jodoh kamu, gitu aja gak usah terlalu dipikirkan"


" Key lama ya kita gak main bareng? ini semua gara-gara aku ya aku nyesel sudah menuduh kamu yang tak seharusnya aku tuduhkan"


" gak apa-apa Ran sekarang kita gak boleh ya marahan lagi, kita kan dari kecil sudah barengan jadi sekarang kita juga harus tetap barengan jangan kayak anak kecil"


" iya Key aku janji maafin aku ya"


Aku menganggukkan kepalaku dan memeluk Ranti. Rasanya aku bahagia sekali bisa memeluk tubuh Ranti lagi. Sahabat yang terbaik yang pernah aku punya adalah dia. Sepertinya jika aku kehilangan dia rasanya aku kehilangan separuh nafasku.


" Key bagaimana kabar kamu sekarang?"


" kabarku? bukannya tiap hari kita ketemu ya?"


" iya tapi kan maksudku bukan itu yang aku maksud"


" maksud kamu apa?"


" iya itu teman-teman kamu yang itu" sambil tersenyum mungil


" ihhhhh kamu ya begitulah masih sama. Eh tapi kamu belum tau kan kalau orang tuaku sekarang ada di rumahku"


" apa? Ibu Bapak kamu ada disini?"


" iya" aku menganggukkan kepalaku


" yang benar?"


" iya" jawabku lagi


" ihhhhh senangnya sih kamu aku nanti pulang kerja ke rumah kamu ya?"


" iya boleh"

__ADS_1


" aku pengen ketemu sama mereka Key sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan mereka"


__ADS_2