
Setelah beberapa saat Keyza menyuruh Reza untuk bersembunyi kembali ke dalam hutan. Keyza menyuruhnya kembali dengan tujuan agar Reza tidak bisa ditemukan oleh polisi yang sedang berkeliaran di luar sana. Keyza segera meninggalkan Reza dan melajukan mobilnya dengan kencang. Reza yang berteriak sambil mengejarnya dibiarkan begitu saja olehnya. Tujuan Keyza adalah supaya Reza tidak tertangkap oleh polisi. Beberapa jam kemudian Keyza yang terlihat sangat lelah kembali ke rumahnya. Disana dia melihat Bi Siti, Vika juga Ranti sedang termenung di dalam rumah.
"Keyza." teriak Ranti sambil berlari ke arahku. Mereka kelihatan sangat cemas sekali. Aku kebingungan melihat mereka yang sedang khawatir.
"Kamu kemana saja?" tanya Vika dan juga Bi Siti.
"Aku? aku semalam tersesat di dalam hutan dan aku sendiri tidak tau itu daerah mana." jelasku.
"Semalam?" tanya Ranti terkejut.
"Iya semalam tapi kalian tenang saja aku dan Reza tidak melakukan apapun." jawabku.
"Reza? kamu bertemu Reza?" tanya Bi Siti menghampiriku.
"Iya Bi."
"Lalu kenapa dia tidak ikut bersamamu?"
"Ehm aku meninggalkan dia disana karena polisi sedang berkeliaran di sekitar sini mencarinya."
"Tapi kamu menghilang begitu lama Key." ucap Vika.
"Apa? aku menghilang begitu lama?" tanyaku heran. Ranti menatap wajahku dengan penuh kebingungan.
"Iya kamu sudah tujuh hari tidak pulang ke rumah. Kami mengkhawatirkan keadaanmu." ucapan Vika membuatku semakin bertanya-tanya.
"Apa? tujuh hari?" aku semakin tidak mengerti apa maksud dari mereka semua.
__ADS_1
"Iya kamu pergi sudah tujuh hari yang lalu." tambah Bi Siti.
"Ini tidak mungkin, aku hanya semalam saja berada di dalam hutan itu. Dan aku ditolong oleh seorang Kakek yang..... " ucapanku terhenti ketika aku teringat ada seorang warga yang bilang jika Kakek itu sudah meninggal dunia.
"Kakek siapa Key?" tanya mereka penasaran.
"Ini seperti mimpi Ran, jika saja aku sudah pergi tujuh hari yang lalu itu artinya aku telah masuk ke dalam dunia ghaib. Kakek itu sudah meninggal Ran dan kita sempat berbincang-bincang. Tapi rasanya aku hanya semalam saja berada disana. Mana mungkin jika aku sudah tujuh hari berada disana. Ini tidak mungkin Rannnnn." aku berteriak histeris.
Ranti memegang pundakku sedikit menenangkanku. Aku begitu syock dengan apa yang telah menimpaku. Lalu aku teringat kepada Reza yang telah aku tinggalkan disana.
"Bi Reza Bi, dia dalam bahaya. Aku telah meninggalkan dia disana. Bagaimana jika terjadi sesuatu kepadanya?" teriakku.
"Tenang Key, kamu tenang dulu kita akan bantu kamu."
"Kita harus segera menyusulnya." aku berdiri dari tempat dudukku.
"Kita akan pergi bersama-sama Key." mereka segera membereskan semuanya. Ranti mengambil alih kunci mobil dan menyetirnya.
"Sabar Key kita juga harus lebih berhati-hati." jawab Vika.
Entahlah apa yang sedang aku rasakan saat ini. Aku benar-benar mengkhawatirkan keadaan Reza disana. Aku menyesal tadi telah meninggalkan dia disana. Andai saja aku mengajaknya dia pulang bersamaku. Aku memang tidak rela jika Reza masuk penjara. Tapi aku lebih tidak sanggup jika aku harus melihat Reza berada di tengah-tengah dunia lain seperti itu. Cukup aku saja yang bisa merasakannya. Kenapa harus dia yang berada disana. Setelah beberapa saat kita telah sampai di tempat dimana aku meninggalkannya disini. Aku mencari di sekitarnya dan kita berpencar untuk mencarinya. Tidak ada satupun jejak disana yang bisa aku temukan.
Tidak lama kemudian datanglah mobil polisi dan berhenti tepat di depanku. Aku segera melihat ke dalam mobil.
"Dimana Reza Pak?" tanyaku sambil membentaknya.
Polisi itu heran menatap wajahku sambil menyodorkan sebuah foto dari sakunya.
__ADS_1
"Apa ini yang Anda cari?" tanya Polisi itu.
"Iya itu temanku kemana dia?"
"Disini kami sedang mencarinya." jawab Polisi itu membuat perasaanku hancur. Aku benar-benar bingung harus mencari dia kemana lagi. Kita sudah berputar-putar untuk mencarinya tapi nihil semuanya tidak ada yang menemukannya.
Ya Tuhan.
Apa yang harus aku lakukan.
Sesaat melintas keputusasaan yang hinggap di hatiku. Kita sudah berjalan begitu jauh hingga sampai di pinggir pantai tempat yang kemarin aku dan Reza datangi. Tapi disini aku tidak menemukan gubuk tua itu. Semuanya berbeda padahal baru kemarin aku meninggalkan tempat ini. Ini mustahil tapi nyata, hal yang diluar nalar memang benar-benar terjadi. Polisi itu segera meninggalkan tempat ini. Dan mengatakan kepada kawanannya bahwa Reza tidak ada disana. Aku, Ranti, Vika dan juga Bi Siti merasa khawatir dan lemas. Apalagi Bi Siti begitu khawatir di raut mukanya. Akhirnya aku berjalan sendiri ke arah pantai, sementara mereka duduk di atas bebatuan. Aku memandang jauh ke arah pantai yang sangat indah. Tapi sesaat terlintas di pandanganku ada beberapa makhluk disana. Sepertinya aku mengenal mereka, aku segera melihatnya dengan jelas. Aku benar-benar mengenalnya, mereka adalah sosok makhluk yang kemarin mengantarku pulang. Dia bersama seorang Kakek yang tidak lain dia adalah seorang Kakek yang menolong kita kemarin. Tetapi ada seorang lagi disana yang sangat familiar di mataku. Dia adalah Reza, iya kenapa Reza berada bersama mereka. Aku tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi. Aku mengusap mataku berkali-kali tapi tetap saja aku melihatnya. Itu artinya ini adalah nyata Reza berada di kawanan mereka. Ini tidak mungkin rasanya ini mustahil.
"Rezaaaaaaa." teriakku kencang.
"Key sadar Reza tidak ada disini." ucap Vika.
"Dia ada disana Vik, itu dia." aku menunjuk ke arah tengah laut.
"Key sadar apa maksud kamu?" tanya Ranti kebingungan.
Aku masih saja histeris melihatnya bersama makhluk yang tidak seharusnya bersamanya. Ini bukan alamnya ini tidak boleh terjadi. Aku berlari ke arah laut dan terus berjalan menyeberanginya. Mereka terus saja berjalan meninggalkan tempat ini. Aku semakin berlari menuju ke arah yang sama.
"Key tunggu jangan lakukan itu." teriak Ranti.
Aku pun masih terus menerjang ombak yang semakin menggulung di tubuhku. Rasa sesak yang aku rasakan kian menghantam dadaku. Aku teringat bila aku tidak bisa berenang. Tapi aku masih saja menerobos air yang semakin tinggi dan hampir menenggelamkan tubuhku.
"Key tunggu hentikan!" aku mendengar teriakkan Ranti dan Vika yang tengah mengejarku. Aku terhenti karena aku semakin melihat Reza yang semakin jauh.
__ADS_1
"Reza berhentiiiii!!!!!" teriakku dengan bercucuran air mataku. Suaraku semakin kencang namun sayang Reza tidak mempedulikan aku yang tengah berlarian mengejarnya.
Kemudian Vika berhasil menangkap tubuhku, lemas tak berdaya yang aku rasakan saat ini. Air mataku terus membasahi pipiku hingga kepergian Reza dan dia benar-benar telah menghilang dari hadapan mataku. Tubuhku lemah dan terjatuh di atas air yang tingginya hampir sampai di kepalaku. Vika dan Ranti menolongku dan menyeret tubuhku ke pinggir pantai. Mataku terbuka bahkan telingaku masih bisa mendengar tangisan suara mereka. Tetapi mulutku terasa bungkam aku tidak dapat mengucapkan sepatah katapun.