
Akhirnya aku menceritakan semuanya tentang arwah yang selalu menghantuiku keadaan Kevin. Dia tidak lain adalah Mama darinya. Seketika itu Kevin terkejut dengan apa yang telah aku katakan padanya.
" lalu apa yang harus aku lakukan Key?"
" entahlah Vin aku juga masih bingung dengan keadaan ini"
" bagaimana caranya agar aku bisa bicara dengannya? apakah bisa kamu membantuku?"
" aku akan mencobanya Vin"
Kemudian Kevin mengikutiku ke arah belakang gedung tempatku bekerja. Aku berusaha untuk memanggil arwahnya sementara itu Kevin memejamkan matanya. Aku segera untuk fokus dengan pikiranku. Beberapa menit kemudian aku sudah bisa melihatnya berada di dekatku. Aku mengalihkan energiku kepada Kevin agar dia bisa melihat Mamanya.
" Mama" panggil Kevin
" kenapa kamu tidak menepati janji kamu?"
" maaf Ma tapi ini semua salah aku Keyza tidak bersalah Ma"
" tapi kamu sudah berjanji kepadaku"
" aku mohon Mama bisa menghentikannya kasihan Keyza Ma"
" dia tidak pantas hidup!" ucapnya sambil menunjuk ke arahku
Aku melihat dia masih penuh dengan amarah.
" maksud Mama apa? Keyza orangnya baik Ma kenapa Mama bisa berkata seperti itu?"
' settttt'
Tiba-tiba saja arwah itu menghilang dari hadapan kita. Aku masih bingung dengan apa yang sedang dikatakannya. Aku juga tidak mengerti maksud dari perkataannya. Hal yang sulit dimengerti dan ditelaah.
" tunggu jangan pergi" ucapku
Tapi tetap saja dia menghilang begitu saja meninggalkan seribu pertanyaan. Kevin meneteskan air matanya aku bisa melihat dari sudut pandangnya. Dia kebingungan dengan teka-teki yang ditinggalkannya. Aku mendekat ke arah Kevin tapi dia tidak menghiraukanku. Dia pergi meninggalkanku begitu saja. Mungkin dia saat ini tidak ingin aku berada disana. Ataukah mungkun dia sudah lebih percaya kepada arwah tersebut. Dia memang seakan membenciku tapi sampai saat ini aku benar-benar tidak mengerti apa alasannya dia seperti itu kepadaku. Ataukah ada hal lain yang tidak aku mengerti saat ini.
" agggghhhhhkkkkk"
Rasanya kepalaku terasa sangat berat.
"Key ada apa? kenapa Kevin tiba-tiba berlari pergi meninggalkan kantor ini begitu cepat? bukankah kita hari ini ada"
perkataannya terputus ketika dia menyadari bahwa air mataku sudah menetes di pipiku
" Key kamu kenapa?" Ranti semakin panik melihatku menangis
__ADS_1
" Ran aku tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi, tapi kenapa arwah itu selalu memojokkanku"
" arwah? hantu lagi?"
" maksud kamu gimana Key?" Ranti mendesakku cemas
Akupun masih bingung dengan ucapan itu. Ucapan yang selalu membuatku sangat kehilangan akal. Bahkan kini Kevin telah tidak mempercayaiku. Dia marah kepadaku dengan meninggalkan aku begitu saja.
" Ran Kevin telah membenciku saat ini" ucapku lirih
" apa? alasannya apa?" tanya Ranti masih belum paham
" dia sempat mendengar arwah itu bilang kalau aku...."
" kamu kenapa Key?"
" Ran aku juga tidak tau apa yang sedang terjadi. Maksud dari ucapannya membuatku semakin bertanya-tanya. Dia membenciku bahkan dia sempat bilang kalau aku tidak pantas untuk hidup" ucapku sambil terus meneteskan air mataku
" tidak pantas hidup? maksudnya apa Key? kamu salah apa?" tanya Ranti yang juga menghancurkan hatiku.
" Ran apa kamu juga akan tidak percaya kepadaku lagi setelah mendengar apa kata arwah itu?"
" ih ngapain sih Key aku harus percaya kepada mereka? musyrik tau!"
Aku menatap matanya yang masih terlihat sangat bingung. Walaupun dia bilang kalau dia sangat percaya kepadaku. Tapi di dalam relung hatinya aku yakin dia juga bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.
" sebenarnya aku ingin dia percaya tapi akhirnya jadi seperti ini"
" lalu bagaimana nasib anak yang dulu sering mendatangimu?"
Mendengar ucapan itu tersentak aku mengingat anak yang sebenarnya adalah adik dari Kevin. Kenapa mereka selalu menghantuiku? apa yang sebenarnya sedang terselip di dalam kenyataan ini.
" Key kalau meetingnya batal aku ijin keluar sebentar ya?" ucap Ranti sambil meninggalkan kantor.
Aku masih berdiri di depan jendela kantor ruanganku. Aku mengemasi barang-barangku aku sudah tidak bisa melanjutkan pekerjaanku hari ini. Semua pikiranku bercampur aduk tidak bisa dikendalikan. Aku menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. Kulajukan mobilku dengan sangat kencang.
" citttttttttt"
Tiba-tiba mobilku terhenti ketika aku tidak menyadari bahwa di depanku lampu merah sedang beroperasi.
" untung saja" gumamku
Lalu aku mencoba untuk mengurangi kecepatan perlahan. Aku menuju sebuah rumah kecil yang dari depan tidak terlihat seperti rumah. Halamannya terlihat sangat rimbun sehingga rumahnya tertutupi oleh pepohonan yang berada di sekitarnya.
" tok tok tok"
__ADS_1
Aku melihat Bi Siti membukakan pintu rumahnya.
" eh Non mari masuk" ucapnya
Aku hanya menganggukkan kepalaku dan duduk di sebuah kursi.
" mau minum apa Non?"
" enggak usah Bi makasih" jawabku yang masih berlinang air mata
" Non lagi ada masalah ya?" pertanyaan Bi Siti membuat air mataku terpecah terurai deras
" aku.... aku...." belum sempat aku bercerita
" sudahlah kalau Non mau menangis menangislah dulu sepuasnya agar lega"
Aku tidak melanjutkan perkataanku dan masih menangis. Dari dalam aku lihat Reza menghampiriku dengan panik.
" Key kamu kenapa?" tanya Reza menyentuh tanganku. Walaupun sebenarnya aku tau Reza masih marah atas ucapanku kemarin dia masih sangat peduli denganku.
" Rez ...." dia menarik tubuhku dan memelukku. Tangisanku semakin menjadi-jadi.
" Key kamu cerita kamu kenapa? siapa yang telah menyakiti kamu?"
" Rez aku bingung kenapa semua hantu yang menerorku selalu menyalahkanku?"
" hantu????" tanya Reza
" i i iya" jawabku terbata karena aku tau Reza adalah satu-satunya orang yang masih meragukan tentang semua ini
" Key bersikaplah yang realistis"
" Rez kamu memang tidak mengerti apa yang sedang aku alami? kamu tidak pernah merasakan apa yang selalu aku rasakan? yang selalu membuatku cemas bahkan takut!" ucapku
" Key bukan begitu maksud aku. Kamu jangan terlalu berpikir tentang hal itu. Itu akan membuat kamu semakin..."
" semakin apa Rez? semakin membuatku jadi gila? iya aku memang telah gila karena telah percaya dengan semuanya. Tapi ini semua nyata bagiku Rez. Semua itu hadir di dalam kehidupan nyataku bukan di dalam mimpi"
" iya Key maaf tapi lebih baik kamu tidak terlalu berpikir tentang semuanya"
" andai saja Reza kamu bisa menjadi bola mataku. Aku yakin kamu adalah orang yang pertama yang bisa merasakan kegundahan hatiku. Aku kacau aku bingung bahkan aku takut dengan hal yang sebenarnya terjadi kepadaku"
" Key maafin aku"
" tapi apa kamu bakal percaya dengan apa yang akan aku katakan setelah ini? apakah permintaan maafmu hanya karena tidak ingin mendengarkan cerita dariku?"
__ADS_1
" Keyyyy cukup aku akan mencoba memahami keadaan yang sedang kamu alami" ucapnya
" sudahlah Rez percuma" ucapku sambil meninggalkan rumah itu.