
" bruakkkkk"
" Hey siapa itu?" teriak Kevin panik mendengar suara seperti dobrakan pintu. Vika yang masih berada di dalam kamar mandi segera mengambil handuk dan berlari melihat ke depan.
" siapa kamu?" Kevin melihat sosok yang mengenakan topeng. Dia tetap berdiri di depan pintu yang telah dirusaknya tersebut. Vika mulai mundur beberapa langkah karena ketakutan. Apalagi sekarang dia hanya mengenakan handuk tanpa sehelai baju. Dia berlari ke dalam kamar dan segera mengambil baju dan mengenakannya. Kemudian dia mengambil ponsel dan menghubungiku.
" halo" aku yang masih terlelap dalam tidurku mengangkat teleponku
" halo Keyza tolong" terdengar suara minta tolong dari Vika aku segera membuka mataku dengan cepat.
" Vika ada apa?" tanyaku juga panik
" di rumah ada maling atau penyusup atau apalah aku tidak mengerti kamu cepat cari bantuan!" ucap Vika lalu menutup teleponnya
Aku yang masih berada di dalam kepanikan itu segera menyibakkan selimutku. Aku berlari mengambil kunci mobil dan menghubungi Ranti. Aku berangkat menuju ke rumah Vika.
" hiks hiks hiks hiks"
Di depan terasnya aku berlari melihat apa yang terjadi. Aku mendengar isakan tangis Vika yang histeris. Aku melihat Kevin sudah berlumuran darah di sekujur tubuhnya. Sesaat kemudian polisi yang telah aku hubungi sampai di depan rumahnya. Kakiku terasa lemas melihat keadaan Kevin yang sudah tidak bernyawa. Aku merangkul Vika yang masih menangis di depan jasad Kevin. Aku berusaha untuk menenangkannya, sementara itu aku melihat Ranti berlari dari tepi jalan melihat Kevin sudah terbujur kaku Ranti berteriak histeris.
" cepat panggil ambulans heyyyy kenapa semuanya diam saja!!!!" teriak Ranti sambil memeluk jasad Kevin
" Rannnnnnti Kevin sudah tidak bernyawa" ucapku sedih
" tidakkkkkkkk" Ranti semakin tidak percaya dengan apa yang telah aku ucapkan. Begitu juga dengan Vika dia masih berusaha mengoyak tubuh Kevin yang sedang diproses polisi.
" apa yang telah terjadi?" tanya Ranti
" awalnya ada seorang lelaki yang masuk mendobrak pintu lalu aku kira dia adalah perampok tapi ..... hiks hiks hiks" Vika tidak kuasa menahan air matanya
" lalu apa yang dia lakukan?" desak Ranti
" dia membunuh suamiku" ucap Vika yang masih dalam isakan tangis
" huaaaaaa hiks hiks hiks" Ranti juga ikut histeris mendengar penjelasan darinya
__ADS_1
Aku yang masih tidak percaya dengan hal ini juga ikut menangis. Aku memeluk mereka berdua yang sama-sama terpukul.
" sabar ya kita serahkan semuanya pada polisi" bisikku kepada mereka
" Key siapa yang tega membunuh suamiku? salah apa dia Key sampai orang itu tega menghabisi nyawanya?" Vika masih meratapi apa yang telah menimpanya
" Vik kamu yang sabar ya kita semua juga tidak mengerti kenapa orang itu bisa melakukan ini semua"
" Key apa kamu tidak tahu orang yang telah melakukan ini semua?" tiba-tiba Ranti bertanya kepadaku
" aku kesini semuanya juga sudah seperti ini Ran mana mungkin aku tau pelakunya!" jawabku
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kepergian Kevin Vika seperti orang yang kehilangan akal. Dia selalu melamun bahkan dia tak ada habis-habisnya untuk menangisi suaminya. Mungkin ini adalah hal yang tidak bisa dia relakan begitu saja. Mana mungkin dia sanggup menghadapi ini semua mereka adalah sepasang kekasih yang baru saja menikah. Mereka adalah pengantin baru siapa sangka di malam yang baru mereka lewati belum satu bulan lamanya. Dia harus kehilangan nyawa suaminya. Betapa hancur perasaan dia, aku bisa membayangkan di posisinya. Setiap hari aku selalu menengok keadaannya. Tetapi dia tetap tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan salah satu Dokter menvonis bahwa dia mengalami gangguan jiwa.
" Ran kasihan sekali Vika, dia hidup seorang diri dengan keadaan seperti ini" ucapku sambil melihat kondisi Vika yang masih memeluk foto almarhum Kevin.
" Iya Key aku juga kasihan sekali sama dia, meskipun aku sendiri juga sangat terpukul dengan keadaan ini. Aku selalu berusaha untuk mengikhlaskannya" jawabnya dengan membendung air matanya
" Key aku lebih baik kehilangan dia untuk menikahi wanita lain daripada aku harus kehilangan dia untuk selamanya" ucapan Ranti membuatku ternganga
" maksud kamu? berarti benar kan kamu masih mencintainya?" tanyaku
" sudahlah semuanya juga tidak ada gunanya lagi, semuanya telah pergi dan aku akan mengubur hidup-hidup perasaan yang aku rasakan ini" ucap Ranti
" Rantiiii kamu yang sabar ya" aku memeluknya
Kemudian kita meninggalkan rumah Vika. Untuk saat ini Vika masih dalam pengawasan Dokter dia tidak bisa diajak bicara sedikitpun. Jiwanya sedang terganggu oleh guncangan yang telah menimpa di dalam hidupnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini adalah hari ke 7 meninggalnya Kevin. Hari ini adalah hari yang terasa sangat mencekam. Tak seperti hari-hari biasanya yang aku rasakan. Seperti ada sesuatu yang sedang menyelimuti rumahku. Antara energi jahat dan aura negatif yang muncul di sekitarku. Mataku tak dapat terpejam sama sekali. Rasanya hatiku berdebar-debar seakan akan terjadi sesuatu malam ini.
" jeduarrrr"
__ADS_1
terdengar suara seperti petasan di pekarangan belakang rumah. Aku berusaha untuk mengabaikannya. Aku berusaha memejamkan mataku kembali dan kuraih selimut yang berada di bawah.
" wushhhh"
tiba-tiba selimutku terlingkap secepat kilat. Aku terkejut dan membuka mataku kulihat di sekelilingku tak ada satu orangpun. Aku mengambil selimut yang terjatuh ke bawah dan ketika aku meraih selimutku aku merasa tanganku ada yang menarik.
" deg"
Aku melongokkan kepalaku ke bawah ranjangku.
" aooowwwww"
aku melepaskan cengkeraman tangannya itu. Dia bukan manusia jelas sekali dia bukan manusia. Jika saja dia manusia mana mungkin dia bisa membengkokkan tubuhnya di ranjangku. Bayangkan saja ketika kamu melihat sosok anak kecil dengan wajah di bawah kolong lalu kakinya terlilit di ranjang bagian atas. Tubuhnya terlalu lentur tapi tetap saja wajahnya masih menyeramkan. Matanya yang hitam masih menatapku dengan tajam.
" siapa kamu? kenapa kamu muncul lagi disini? bukankah sudah lama kamu tidak kesini?" tanyaku dengan penuh amarah
" aku akan membalaskan dendam ku!"
" balas dendam? siapa yang akan kamu balas aku tidak kenal siapa kamu!"
" h ah ha ha ha kamu telah membuat semua keluargaku meninggal!"
" apa? aku?"
" ha ha ha ha "
Aku segera memojokan tubuhku dengan menghindari anak kecil itu.
" pergi dari sini aku tidak tau apa-apa tenteram semua ini!"
" jangan bohong?"
Anak itu terus mendesakku hingga aku tidak mendapat celah untuk pergi dari sana. Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud dari anak itu.
" kamu adik Kevin kan? aku tau kamu sudah mati tapi asal kamu tau aku sama sekali tidak tau siapa yang telah membunuh kakak kamu!!"
__ADS_1
" bohonggg!!!"