Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Akhir penyesalan


__ADS_3

"Key coba kamu jelaskan apa maksud kamu tadi?" tanya Bi Siti dengan isakan air matanya.


Aku melihat wajah Bi Siti penuh dengan air mata begitu juga dengan diriku.


"Bi Reza dibawa oleh makhluk itu ke dalam laut." jelasku lirih.


"Apa? ini tidak mungkin." elaknya.


"Tapi ini nyata Bi dia benar-benar sudah masuk ke dalam dunia ghaib Bi."


"Key kamu bercanda kan?" tambah Vika.


"Semuanya mungkin tidak akan pernah percaya dengan penjelasanku ini. Tapi ini benar-benar terjadi, dia telah hilang dan dia tidak mungkin bisa kembali lagi." ucapku sambil berderai air mata.


"Tidakkkkkkkkkk." Bi Siti histeris begitu juga dengan Vika yang terlihat sangat terpukul.


Sementara aku disini hanya bisa meratapi nasib yang sama. Aku kehilangan orang yang sangat aku cintai. Ini semua kesalahanku, seandainya aku tidak meninggalkan dia sendiri waktu itu. Mungkin semuanya tidak akan pernah terjadi. Tapi bagaimanapun juga ini semua telah terjadi. Aku harus bisa mengikhlaskan kepergian Reza untuk terakhir kalinya. Aku masih saja meneteskan air mataku.


"Key kenapa hal ini bisa terjadi?" tanya Ranti mendekat ke arahku.


Aku hanya menggelengkan kepalaku, aku benar-benar tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi. Semuanya seperti mimpi yang tak bisa dijadikan hal yang nyata. Tapi seandainya kalian semua bisa melihat dengan mata telanjang sepertiku. Mungkin kalian akan percaya bahwa semua yang aku katakan ini adalah nyata.Terkadang makhluk gaib memang bisa membawa bahkan membuat kita mati dengan caranya sendiri. Jiwa dan raga kita memang milik Allah SWT tapi jika takdir berbicara lain, kematian kita bisa saja terjadi dengan caranya sendiri.

__ADS_1


"Key sudahlah hapus air matamu," Ranti mengusap air mataku yang masih membasahi pipiku.


"Ran kamu percaya kan?"


"Iya Key aku percaya sama kamu." ucapan Ranti membuatku sedikit lega.


Sementara disana aku melihat Bi Siti masih saja mengharapkan Reza kembali dengan marah kepada air laut yang telah menelannya. Jika saja aku bisa membuat Reza kembali mungkin semua itu sudah aku lakukan dari awal. Tapi sayangnya aku tidak bisa membuatnya kembali kesini. Dia mungkin sudah berubah wujud disana.


Tuhan,


entah takdir apa yang sedang kau rencanakan saat ini.


Hingga sekarang Engkau membuat hati beberapa orang disini menangis penuh kehancuran.


aku adalah orang terhancur di dunia ini.


Bagaimana tidak aku sangat mencintai Reza,


bahkan aku rela nyawaku yang akan menjadi penggantinya.


Tapi kini Engkau memisahkan aku dengannya dengan jalan seperti ini.

__ADS_1


Andai saja aku bisa merebut dia kembali dari kawanan mereka.


Pasti aku akan melakukannya.


Tapi kenapa Engkau hanya menciptakan mataku sebagai penglihat mereka tanpa tau caranya memasuki dunia mereka.


Rasanya ini tidak mungkin aku sesali saat ini.


Tapi....


Ini membuat hatiku semakin hancur.


Aku melangkahkan kakiku menuju pantai, air sedikit demi sedikit membasahi kakiku. Bahkan sebagian tubuhku telah dibasahinya. Kemudian aku masih saja berjalan dengan pandangan kosong. Aku terus menerobos tingginya air,


"Wushhhhh." Tiba-tiba saja ada ombak besar yang sedang menghantam tubuhku. Aku samar-samar mendengar suara teriakan Ranti, Vika juga Bi Siti di telingaku. Tapi kini tubuhku tergulung oleh ombak yang begitu besar. Aku sudah tidak bisa bernafas lagi. Rasanya air laut ini sudah memenuhi tubuhku. Tubuhku digoyang-goyang oleh ombak hingga aku berada di dasar laut. Aku sadar kini tubuhku sudah terasa kaku. Tidak ada anggota tubuhku yang bisa aku gerakkan. Dan.....


aku sudah tidak bisa merasakan apa-apa. Iya mungkin ini yang disebut mati. Mungkin aku sudah mati saat ini.


...****************...


Beberapa hari kemudian tim SAR menyatakan bahwa tubuhku hilang dan tidak ditemukan. Kabar itu membuat Ranti sahabatku juga Vika dan Bi Siti membuat sangat histeris.

__ADS_1


THE END.


__ADS_2